يوسف (Yusuf)
Surat ke-12, Ayat ke-43
وَقَالَ الْمَلِكُ اِنِّيْٓ اَرٰى سَبْعَ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ يَّأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَّسَبْعَ سُنْۢبُلٰتٍ خُضْرٍ وَّاُخَرَ يٰبِسٰتٍۗ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَاُ اَفْتُوْنِيْ فِيْ رُؤْيَايَ اِنْ كُنْتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُوْنَ
Dan raja berkata (kepada para pemuka kaumnya), “Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan (tujuh tangkai) lainnya yang kering. Wahai orang yang terkemuka! Terangkanlah kepadaku tentang takwil mimpiku itu jika kamu dapat menakwilkan mimpi.”
📚 Tafsir Al-Muyassar
Dan sang raja berakata, ”sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku ada tujuh sapi betina gemuk-gemuk yang dimangsa oleh tujuh ekor sapi betina yang sudah benar-benar lemah-lunglai, dan aku melihat tujuh bulir yang hijau-hijau dan tujuh bulir lain yang kering-kering. Wahai para petinggi dan para pembesar, sampaikanlah kepadaku ta’bir tentang mimpi ini, bila kalian adalah orang-orang yang sanggup menafsirkan mimpi.
Sumber: https://tafsirweb.com/3781-surat-yusuf-ayat-43.html
📚 Tafsir as-Sa'di
Ketika Allah berkehendak mengeluarkan yusuf dari penjara, maka Allah memperlihatkan mimpi yang aneh tersebut padasang raja yang penakwilannya mengundang semua orang, agar penakwilan mimpi itu nanti terjawab di tangan yusuf, hingga tampak sisi keutamaan yusuf dan menjadi jelas kapasitas ilmunya, yang selanjutnya akan menjadi sumber pengangkatan ketinggian martabatnya di dunia dan akhirat. Dan termasuk dari ketentuan taksir yang bersifat selaras adalah, bahwa sang rajalah orang yang menjadi tumpuan permaslahan rakyat yang bermimpi melihatnya. Karena kemaslahaatannya terkait dengannya (raja).
Pasalnya, ia menyaksikan mimpi yang menyeramkannya. Iapun mengumpulkan orang orang berilmu dan para pemikir dari bangsanya seraya berkata, 43. ”sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk gemuk dimakan oleh tujuh” tujuh ekor sapi betina ”yang kurus kurus” inilah sisi keanehannya, tujuh sapi yang kurus dan tak bertenaga yang kekuatannya sudah tidak ada lagi, memakan tujuh sapi betina yang gemuk gemuk, yang merupakan sapi sapi paling kuat. ”dan”aku menyaksikan”tujuh butir (gandum) yang hijau” dimusnahkan oleh tujuh butir yang kering. ”hai orang orang yang terkemuka ’terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku’”sebab pena’biran semua orang adalah satu, dan semua penakwilan itu semua hanya satu macam. ”jika kamu dapat mena’birkan mimpi”.
Sumber: https://tafsirweb.com/3781-surat-yusuf-ayat-43.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
43. Raja Mesir Agung yang merupakan rajanya Menteri Al-‘Aziz berkata: ”Dalam mimpi aku melihat 7 sapi betina dimakan 7 sapi betina yang lemah dan buruk, serta 7 tangkai gandum hijau yang menghasilkan biji. lalu ada 7 biji lainnya yang kering yang terus condong kepadanya dan menghancurkannya. Wahai para hakim dan cendekiawan yang mulia beritahu aku tentang tafsir dan makna mimpi ini, jika kalian mengetahuinya”
Sumber: https://tafsirweb.com/3781-surat-yusuf-ayat-43.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 43-49 Mimpi dari raja Mesir ini merupakan takdir Allah yang menjadi penyebab keluarnya nabi Yusuf dari penjara dalam keadaan mulia dan terhormat. Demikian itu karena ketika raja itu melihat mimpi itu, dia penasaran tentang hal itu, dan apa penjelasannya. Lalu dia mengumpulkan semua peramal, paranormal, dan para pembesar kerajaannya.
Lalu dia menceritakan apa yang dia mimpikan dan meminta penjelasannya dari mereka, dan mereka tidak mengetahuinya. Mereka beralasan kepada raja bahwa mimpi itu (mimpi-mimpi yang kosong) yaitu angan-angan yang engkau bayangkan sehingga terbawa dalam mimpimu (dan kami sekali-kali tidak tahu mena'birkan mimpi itu) yaitu seandainya mimpi itu benar dari angan-angan, maka kami tidak akan mengetahui penjelasannya. Saat itu juga orang yang selamat dari kedua pemuda yang berada di penjara dengan nabi Yusuf itu teringan kepadanya.
Setan telah menjadikannya lupa pada apa yang diwasiatkan nabi Yusuf kepadanya, yaitu menceritakan perkara nabi Yusuf kepada raja. Keadaan itu membuatnya ingat kepadanya (setelah selang beberapa waktu) yaitu waktu. Sebagian ulama membaca “amahin”, yakni setelah lupa.
Ia berkata kepada mereka, yaitu raja dan orang-orang yang dikumpulkan raja untuk hal itu (Aku akan memberitahukan kepada kalian tentang (orang yang pandai) mena'birkannya) yaitu menjelaskan mimpi ini (maka utuslah aku (kepadanya)) yaitu utuslah aku untuk menemui nabi Yusuf yang jujur di penjara. Lalu mereka mengutusnya. Ketika dia datang kepada nabi Yusuf, dia berkata: (Yusuf, hai orang yang sangat dapat dipercaya, terangkanlah kepada kami) dan menceritakan mimpi yang dilihat oleh raja.
Saat itu nabi Yusuf menceritakan kepadanya penjelasan mimpi itu tanpa menegurnya atas kelalaiannya terhadap apa yang dia pesankan kepadanya, dan tanpa memberikan syarat apapun agar dia dikeluarkan dari penjara dulu, melainkan nabi Yusuf berkata: (Supaya kalian bertanam tujuh tahun (lamanya) sebagaimana biasa) yaitu akan datang kepada kalian musim subur dan banyak hujan selama tujuh tahun berturut-turut. Dia menjelaskan bahwa sapi itu adalah tahun karena sapi itu untuk membajak tanah yang digarap untuk menghasilkan buah-buahan dan hasil pertanian, yaitu bulir-bulir yang hijau. Kemudian nabi Yusuf membimbing mereka tentang apa yang harus mereka lakukan selama tujuh tahun itu. dia berkata: (maka apa yang kalian panen hendaklah kalian biarkan di bulirnya, kecuali sedikit untuk makan kalian) yaitu bagaimanapun hasil yang kalian peroleh dari panen kalian di musim-musim subur tujuh tahun itu, kalian harus membiarkan hasilnya pada bulir-bulirnya, agar dapat disimpan untuk jangka waktu yang lama dan menghindari kebusukan, kecuali takaran yang kalian makan, maka makanlah sedikit demi sedikit.
Janganlah berlebih-lebihan agar jumlah makanan kalian bisa mengambil manfaat pada tujuh tahun musim paceklik. Itu adalah musim yang berturut-turut selama tujuh tahun yang mengiringi musim-musim subur. Musim-musim itu adalah sapi-sapi kurus yang memakan sapi-sapi yang gemuk.
Karena dalam musim paceklik apa yang mereka kumpulkan di musim subur habis dimakan. Musim paceklik itu adalah bulir-bulir kering. Lalu Yusuf memberitahukan kepada mereka bahwa pada musim paceklik itu tidak ada apa pun yang tumbuh, dan apa yang mereka semai tidak akan menghasilkan apapun.
Oleh karena itu nabi Yusuf berkata: (yang menghabiskan apa yang kalian simpan untuk menghidupinya (tahun sulit), kecuali sedikit dari (bibit gandum) yang kalian simpan) Kemudian nabi Yusuf menyampaikan kabar gembira kepada mereka tentang tahun-tahun yang subur setelah musim paceklik itu (tahun, di mana manusia diberi hujan (dengan cukup)) yaitu mereka mendapatkan hujan di seluruh negeri. dan orang-orang membuat perasan yang biasa mereka peras berupa buah zaitun dan sejenisnya, serta tebu dan sejenisnya. Sehingga sebagian ulama berkata bahwa termasuk ke dalamnya adalah memerah susu juga. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (dan di masa itu mereka memeras anggur) yaitu memerah susu.
Sumber: https://tafsirweb.com/3781-surat-yusuf-ayat-43.html
Informasi Tambahan
Juz
12
Halaman
240
Ruku
198