يوسف (Yusuf)
Surat ke-12, Ayat ke-52
ذٰلِكَ لِيَعْلَمَ اَنِّيْ لَمْ اَخُنْهُ بِالْغَيْبِ وَاَنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ كَيْدَ الْخَاۤىِٕنِيْنَ ۔
(Yusuf berkata), “Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa aku benar-benar tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Ucapan yang aku katakan soal kesucian pribadi yusuf dan pengakuanku atas diriku sendiri agar suamiku mengetahui bahwa aku tidaklah berkhianat denga berdusta kepadanya saat dia tidak dirumah dan tidak terjadi padaku perbuatan zina, walaupum sesunggguhnya aku hanya sekedar menggodanya saja. Aku akui hal tersebut untuk membuktikan kebersihanku dan kebersihannya dan sesungguhnya Allah tidak memberikan hidayah kepada orang yang mengkhianati amanat-amanat dan tidak menunjuki mereka dalam perbuatan khianat mereka.”
Sumber: https://tafsirweb.com/3790-surat-yusuf-ayat-52.html
📚 Tafsir as-Sa'di
52. “yang demikian itu” pengakuan itu yang menyatakan akulah (wanita itu) orang yang menggoda yusuf “agar dia (al aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya dibelakangnya” ini mengandung pengertian bahwa yang dimaksud wanita itu ialah suaminya, maksudnya agar suamiku mengetahui bahwa saat aku mengaku menggoda yusuf, aku tidak berkhianat kepadanya dibelakangnya. Bisa juga mengandung pengertian agar yusuf mengetahui (saat aku mengakui) bahwa akulah yang menggodanya dan dia adalah orang yang jujur. bahwa aku belum berkhianat kepada suamiku saat tidak bersamaku. ”dan bahwasannya Allah tidak meridhai tipu daya orang orang yang berkhianat” karena setiap orang yang berkhianat, perbuatan khianat dan tipu dayanya kembali kepada dirinya sendiri saja dan pasti jati dirinya akan terungkap.
Sumber: https://tafsirweb.com/3790-surat-yusuf-ayat-52.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
52. Yusuf berkata: “Aku melakukan itu dan meminta agar dibebaskan sebelum keluar dari penjara supaya Al-’Aziz tahu bahwa aku tidak menghianatinya dengan memanfaat keluarganya saat dai tidak ada. Sesungguhnya Allah tidak akan membimbing, dan membantu para pengkhianat yang menyusun rencana tersembunyi” Ini adalah penafsiran Az-Zamakhsyari.
Menurut Abu Hayan bahwa ucapan wanita ini untuk menunjukkan bahwa dia tidak ingin mengotori nama baik Yusuf dan kebaikannya ketika tuannya tidak ada.
Sumber: https://tafsirweb.com/3790-surat-yusuf-ayat-52.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 50-53 Allah SWT berfirman seraya memberitahukan tentang raja Mesir, bahwa setelah mereka kembali kepadanya dengan membawa penafsiran mimpi yang dia lihat dengan mengagumkan dan meyakinkan, maka dia mengetahui keutamaa, ilmu dan penalaran nabi Yusuf yang baik atas mimpinya, serta akhlaknya yang baik terhadap semua rakyat di negerinya. Lalu dia berkata: (Bawalah dia kepadaku) yaitu, keluarkanlah dia dari penjara dan datangkanlah kepadaku. Setelah utusan raja datang kepada nabi Yusuf dengan pesan itu, nabi Yusuf menolak untuk keluar sebelum raja dan seluruh rakyatnya mengetahui kebersihan nama dan kehormatannya dari apa yang dituduhkan oleh istri Al-Aziz; dan bahwa penjara ini bukanlah sesuatu hal seharusnya diputuskan untuknya, melainkan dia dizalimi dan dimusihi. lalu nabi Yusuf berkata: (Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka) Firman Allah: (Raja berkata (kepada wanita-wanita itu), "Bagaimanakah keadaan kalian ketika kalian menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada kalian)?”) memberitahukan tentang raja ketika dia mengumpulkan para wanita yang melukai tangannya di rumah istri Al-Aziz.
Raja berkata kepada mereka semua, tetapi dimaksud adalah istri Menterinya, yaitu Al-Aziz. Raja berkata kepada para wanita yang melukai tangannya (Bagaimanakah keadaan kalian) yaitu bagaimana keadaan dan berita kalian (ketika kalian menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada kalian)?) pada hari menjamu mereka (Mereka berkata, "Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan pun darinya”) Wanita-wanita itu menjawab raja,"Maha sempurna Allah, Yusuf bukanlah orang yang mendapat tuduhan. Demi Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan pun darinya" Lalu saat itu istri Al-Aziz berkata: (Istri Al-Aziz berkata. Sekarang jelaslah kebenaran itu”) Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya berkata bahwa istri Al-Aziz berkata,"Sekarang telah jelas kebenaran itu" (akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang benar) yaitu dalam ucapannya (Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)) (Surah Yusuf: 26) (Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya) dia berkata,"Sesungguhnya aku mengakui perbuatanku ini agar suamiku mengetahui bahwa aku tidak mengkhianatinya, dan peringatan yang paling besar belum terjadi.
Dan aku adalah orang yang menggoda pemuda ini, tetapi dia menolak ajakanku. Dengan ini aku mengaku agar suamiku mengetahui bahwa diriku masih suci" (dan bahwa Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat. Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan)) wanita itu berkata, "Aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, karena hawa nafsuku selalu membisikkan godaan dan angan-angan kepadaku. Karena itulah aku menggodanya" (karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku) yaitu kecuali orang yang dijaga Allah SWT (Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang) Ini adalah pendapat yang terkenal, lebih sesuai, dan lebih cocok dengan konteks kisah dan makna kalimatnya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3790-surat-yusuf-ayat-52.html
Informasi Tambahan
Juz
12
Halaman
241
Ruku
199