Kembali ke Surat Yusuf

يوسف (Yusuf)

Surat ke-12, Ayat ke-64

قَالَ هَلْ اٰمَنُكُمْ عَلَيْهِ اِلَّا كَمَآ اَمِنْتُكُمْ عَلٰٓى اَخِيْهِ مِنْ قَبْلُۗ فَاللّٰهُ خَيْرٌ حٰفِظًا وَّهُوَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ

Dia (Yakub) berkata, “Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?” Maka Allah adalah penjaga yang terbaik dan Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Ayah mereka berkata kepada mereka, “ Bagaimana aku percaya kepada kalian untuk menjaga Bunyamin, dan sungguh aku pernah percayakan saudaranya (Yusuf) sebelumnya pada kalian, dan kalian berkomitmen untuk menjaganya, akan tetapi kalian tidak menepati hal itu? Karenanya, aku tidak percaya terhadap kemitmen dan penjagaan kalian. Akan tetapi, Aku akan percaya terhadap perlindungan Allah. (Dia) sebaik-baik yang menjaga dan sebaik-baik Dzat yang menyayangi.

Aku berharap Dia merahmatiku, lalu menjaganya dan mengembaliaknya kepadaku.”

Sumber: https://tafsirweb.com/3802-surat-yusuf-ayat-64.html

📚 Tafsir as-Sa'di

64. “Dia berkata”, yakni Ya’qub berkata kepada mereka “Bagaimana (mungkin) aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, melainkan sebagaimana aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu”, maksudnya sebelumnya, kalian telah bersumpah pada diri sendiri dengan penegasan yang lebih daripada ini untuk menjaga Yusuf, namun demikian kalian tidak menepati janji (penegasan melindungi Yusuf) yang kalian canangkan. Saya sudah tidak percaya lagi dengan janji dan perlindungan kalian. Saya hanya percaya dengan Allah saja. “Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga, dan DIa adalah Maha Penyayang di antara para penyayang”, maksudnya Dia mengetehaui kondisiku dan aku berharap agar Dia merahmatiku sehingga menjaga Bunyamin dan memulangkannya kepadaku.

Seakan-akan dalam ungkapan ini, hati beliau sudah lunak untuk melepas kepergian Bunyamin bersama mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/3802-surat-yusuf-ayat-64.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

64. Ya’kub berkata kepada anak-anaknya: “Bagaimana bisa aku mempercayakan Benyamin kepada kalian, kecuali seperti aku mempercayakan saudaranya, Yusuf kepada kalian sebelumnya tatkala kalian pergi ke padang pasir dan tidak kembali bersamanya?” Ini adalah kekhawatiran Ya’kub terhadap tipuan mereka untuk kedua kalinya. Dan Allah itu sebaik-baik penjaga baginya.

Aku berpegang teguh dan berserah diri kepadaNya. Allah SWT adalah Dzat paling pengasih terhadapku. Dia mengasihi masa tuaku dan keterikatanku terhadap anakku.

Aku berharap agar Dia mengembalikan anakku, sehingga semuanya berkumpul sempurna.

Sumber: https://tafsirweb.com/3802-surat-yusuf-ayat-64.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 63-64 Allah SWT berfirman tentang mereka, bahwa mereka kembali kepada ayah mereka (mereka berkata,”Wahai ayah kami, kami tidak mendapat gandum lagi) yang mereka maksud adalah setelah itu, yakni jika engkau tidak mengirim saudara kami Benyamin pergi bersama kami, maka kami tidak mendapat jatah makanan lagi. Maka kirimkanlah dia bersama kami agar kami mendapat jatah makanan, dan sesungguhnya kami benar-benar menjaganya. Sebagian ulama membacanya dengan huruf ya’ yaitu (yaktal), yaitu (dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya) yaitu janganlah khawatir terhadapnya, karena dia akan dikembalikan kepadamu.

Ini seperti yang mereka katakan dalam peristiwa nabi Yusuf (Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan (dapat) bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaganya (12)) Oleh karena itu ayah mereka berkata kepada mereka: (Bagaimana aku akan mempercayakannya (Benyamin) kepada kalian, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kalian dahulu) yaitu kalian tidak akan memperlakukannya begitu melainkan seperti yang telah kalian lakukan kepada saudaranya sebelumnya. Kalian menjauhkannya dariku dan menghalang-halangi antara aku dan dia. (Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga) Sebagian ulama membacanya (haafizha) (dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang) yaitu Dia Maha Penyayang di antara para penyayang kepadaku. Dia akan memberiku rahmat karena usia tuaku, kelemahanku, dan kerinduanku kepada anakku.

Aku berharap kepada Allah, semoga Dia mengembalikan Yusuf kepadaku dan menghimpunkan kekuatanku dengannya. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang di antara para penyayang

Sumber: https://tafsirweb.com/3802-surat-yusuf-ayat-64.html

Informasi Tambahan

Juz

13

Halaman

243

Ruku

200

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved