Kembali ke Surat Yusuf

يوسف (Yusuf)

Surat ke-12, Ayat ke-107

اَفَاَمِنُوْٓا اَنْ تَأْتِيَهُمْ غَاشِيَةٌ مِّنْ عَذَابِ اللّٰهِ اَوْ تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan Kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya?

📚 Tafsir Al-Muyassar

Maka apakah mereka memiliki sesuatu yang menyebabkan mereka aman dari siksa Allah pada mereka yang merata menimpa mereka semua, atau Kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadari dan tidak menduga-duganya?

Sumber: https://tafsirweb.com/3845-surat-yusuf-ayat-107.html

📚 Tafsir as-Sa'di

107. Mereka itu yang sudah sampai pada kondisi demikian, tidaklah tersisa bagi mereka melainkan azab yang akan menimpa mereka dan hukuman akan mendatangi mereka secara tiba-tiba ketika mereka merasa aman (dari ancaman itu semua sebelumnya). Untuk itu, Allah berfirman, “Apakah mereka merasa aman”, yaitu orang-orang yang melakukan perbuatan di atas, yang berpaling dari ayat-ayat Allah “dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka”, yaitu siksa yang menyelimuti mereka, merata menimpa mereka semua dan menghabisi mereka sampai tuntas. “atau (merasa aman dari) kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak”, tiba-tiba “sedang mereka tidak menyadarinya?” karena mereka itu memang pantas untuk diperlakukan demikian.

Hendaknya mereka bertaubat kepada Allah dan meninggalkan segala perkara yang menjadi penyebab datangnya hukuman.

Sumber: https://tafsirweb.com/3845-surat-yusuf-ayat-107.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

107. Apakah orang-orang musyrik itu merasa aman dari datangnya azab Tuhan (Al-Ghasyiyah yaitu salah satu azab yang akan menenggelamkan mereka) atau datangnya kiamat secara tiba-tiba, sedangkan mereka tidak merasakan waktu datangnya hal itu

Sumber: https://tafsirweb.com/3845-surat-yusuf-ayat-107.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 105-107 Allah SWT memberitahukan tentang kelalaian kebanyakan manusia dari memikirkan tanda-tanda kekuasaan Allah dan bukti-bukti keesaanNya melalui makhluk Allah di langit dan bumi berupa bintang-bintang yang cemerlang, tetap, beredar, serta gugusan bintang lainnya yang beredar. Semuanya itu ditundukkan.. Berapa banyak di bumi ini bagian-bagian yang berdampingan, kebun-kebun, taman-taman, gunung-gunung yang kokoh, laut-laut yang luas, ombak-ombaknya yang berdebur, dan padang pasir yang luas.

Firman Allah: (Dan sebagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain) (106)) Ibnu Abbas berkata termasuk pengertian keimanan mereka apabila ditanyakan kepada mereka,"Siapakah yang menciptakan langit, siapakah yang menciptakan bumi, dan siapakah yang menciptakan gunung-gunung itu?" Mereka menjawab, "Allah" padahal mereka menyekutukanNya. Demikian juga dikatakan oleh Mujahid, ‘Atha’, Ikrimah, Asy-Sya'bi, Qatadah, Adh-Dhahhak, dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Firman Allah: (Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka) yaitu apakah orang-orang yang menyekutukan Allah merasa aman terhadap datangnya azab Allah yang meliputi mereka, dimana mereka tidak menyadarinya.

Sebagaimana Allah SWT berfirman: (maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari (45) atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu) (46) atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhan kalian adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (47)) (Surah An-Nahl)

Sumber: https://tafsirweb.com/3845-surat-yusuf-ayat-107.html

Informasi Tambahan

Juz

13

Halaman

248

Ruku

204

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved