Kembali ke Surat Ar-Ra'd

الرّعد (Ar-Ra'd)

Surat ke-13, Ayat ke-1

الۤمّۤرٰۗ تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِۗ وَالَّذِيْٓ اُنْزِلَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَ الْحَقُّ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُوْنَ

Alif Lam Mim Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an). Dan (Kitab) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu itu adalah benar; tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).

📚 Tafsir Al-Muyassar

Alif lam ra. Keterangan tentang huruf-huruf yang terputus-putus (diawal sejumlah surat seperti ini) telah berlalu di muka pada permulaan surat al-baqarah. Ini adalah ayat-ayat al-qur’an yang tinggi kedudukannya.

Dan al-qur’an yang diturunkan kepadamu ini (wahai rasul), adalah merupakan kebenaran, bukan seperti yang dikatakan kaum musyrikin, bahwa sesungguhnya kamulah yang mendatangkannya dari dirimu sendiri. Meskipun demikian banyak manusia tidak beriman kepadanya dan tidak mengamalkannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3961-surat-ar-rad-ayat-1.html

📚 Tafsir as-Sa'di

1. Allah mengabarkan bahwa al-Quran merupakan himpunan ayat-ayat yang dapat menunjukkan kebutuhan manusia, berupa prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya. (Juga memberitahukan) bahwa wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah dari Rabb nya adalah kebenaran yang nyata. Sebab, berita-beritanya merupakan kebenaran, seluruh perintah dan larangannya mencerminkan keadilan, dengan didukung oleh berbagai dalil dan petunjuk yang pasti.

Barangsiapa yang menyambutnya dan merengkuh ilmunya, maka dia termasuk dari orang-orang yang menguasai kebenaran. Ilmu mereka akan mewajibkan mereka untuk mengamalkan hal-hal yang dicintai oleh Allah. “Akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya),” yaitu beriman kepada al-Quran, baik karena kebodohan mereka, sikap antipasti, tidak peduli atau lantaran sikap penentangan dan kezhaliman. Oleh karena itu, mayoritas manusia tidak mengambil manfaat dengannya, lantaran tidak ada faktor yang mendukung untuk menerima manfaat dengannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3961-surat-ar-rad-ayat-1.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

1. {Alif Lam Mim Ra’}, Alif, Lam, Mim, Ra’: huruf-huruf yang menunjukkan kekokohan Al-Qur’an bagi manusia dan jin, dan menunjukkan bahwa Al-Qur’an itu benar-benar dari sisi Allah. Ini juga termasuk cara menantang bangsa Arab untuk menandinginya, meskipun itu terdiri dari huruf-huruf bahasa mereka, bahasa Arab. Ayat-ayat ini dan ayat lainnya merupakan ayat-ayat Al-Qur’an.

Dan yang diturunkan Tuhanmu kepadamu melalui wahyu itu kebenaran yang tidak ada keraguan di dalamnya, namun kebanyakan manusia tidak percaya bahwa itu diturunkan dari sisi Allah, karena tidak mereka tidak mau merenung dan berpikir.

Sumber: https://tafsirweb.com/3961-surat-ar-rad-ayat-1.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Adapun pembahasan tentang huruf-huruf hijaiyah pada permulaan surah-surah telah dijelaskan pada permulaan surah Al-Baqarah. Telah disebutkan bahwa setiap surah yang dimulai dengan huruf-huruf ini mengandung makna kemenangan bagi Al-Qur'an dan penjelasan bahwa penurunan Al-Qur'an itu dari sisi Allah adalah kebenaran, tidak ada keraguan dan kebimbangan pada hal itu. Oleh karena itu Allah berfirman: (Ini adalah ayat-ayat Al-Kitab (Al-Qur'an)) yaitu, ini adalah ayat-ayat Al-Qur'an.

Kemudian hal itu dihubungkan kepada sifat Al-Qur'an, Allah berfirman: (Dan Kitab yang diturunkan kepadamu) wahai Muhammad (dari Tuhanmu itu adalah benar) khabar dari mubtada’nya, yaitu firmanNya: (Dan Kitab yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu) Firman Allah: (tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya)) sebagaimana firmanNya: (Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya (103)) (Surah Yusuf) yaitu dengan kejelasan dan keterangan ini, kebanyakan mereka tidak beriman karena apa yang terjadi diantara mereka berupa perpecahan, pembangkangan, dan kemunafikan

Sumber: https://tafsirweb.com/3961-surat-ar-rad-ayat-1.html

Informasi Tambahan

Juz

13

Halaman

249

Ruku

205

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved