الرّعد (Ar-Ra'd)

Per AyatMushaf
وَهُوَ
dan Dia
الَّذِيْ
yang
مَدَّ
membentangkan
الْاَرْضَ
bumi
وَجَعَلَ
dan Dia menjadikan
فِيْهَا
padanya
رَوَاسِيَ
gunung-gunung
وَاَنْهٰرًا
dan sungai-sungai
ۗوَمِنْ
dan dari
كُلِّ
semua/setiap
الثَّمَرٰتِ
buah-buahan
جَعَلَ
Dia menjadikan
فِيْهَا
padanya
زَوْجَيْنِ
berpasang-pasangan
اثْنَيْنِ
dua
يُغْشِى
Dia menutupkan
الَّيْلَ
malam
النَّهَارَۗ
siang
اِنَّ
sesungguhnya
فِيْ
pada
ذٰلِكَ
yang demikian
لَاٰيٰتٍ
sungguh tanda-tanda
لِّقَوْمٍ
bagi kamu
يَّتَفَكَّرُوْنَ
mereka memikirkan
﴿٣﴾
Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.
1710 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan Dialah yang menjadikan bumi lapang lagi terhampar luas, dan meyiapkannya untuk tempat hidup kalian, dan menjadikan padanya gunung-gunung yang meneguhkannya dan sungai-sungai untuk kebutuhan air minum dan manfaat-manfaat lain bagi kalian, dan menjadikan di dalamnya dari setiap buah-buahan dua jenis yang saling berpasangan, maka sebagian ada yang berwarna hitam dan berwarna putih, manis dan masam, dan Dia menjadikan malam menutup siang hari dengan kegelapannya. Sesungguhnya pada semua itu terdapat pelajaran-pelajaran bagi orang-orang yang berfikir tentangnya lagi mau memetik pelajaran darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3963-surat-ar-rad-ayat-3.html

Tafsir as-Sa'di

3. “Dan Dia-lah Rabb yang membentangkan bumi,” Dia menciptakannya bagi manusia dan melebarkannya serta mencurahkan berkah padanya. Dia mempersiapkannya sebagai pijakan bagi manusia serta memasukkan ke dalamnya segala sesuatu yang menjadi maslahat bagi mereka. “Dan menjadikan gunung-gunung padanya,” yaitu gunung-gunung yang besar, supaya bumi tidak bergoncang disebabkan penghuninya. Bila wujud gunung-gunung tidak ada, sudah tentu bumi akan bergoncang beserta isinya.Sebab, bumi berada di atas aliran air, sehingga tidak ada kekokohan dan tidak ada kestabilan kecuali dengan sebab keberadaan gunung-gunung yang besar yang Allah jadikan sebagai pasak-pasaknya. “dan” menjadikan di dalamnya “sungai-sungai,” yang menyediakan air minum bagi manusia dan hewan-hewan ternak serta tanaman pertanian mereka. Dengan air itu, Dia mengeluarkan berbagai kebaikan yang banyak dalam bentuk pepohonan, tanaman, buah-buahan. Oleh karenanya, DIa berfirman, “dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan,” dua jenis yang dibutuhkan manusia. “Dia menutupkan malam kepada siang,” sehingga cakrawala menjadi gelap dan setiap binatang berteduh kepada tempat bermalamnya.Manusia beristirahat dari rasa capek dan kelelahan di siang hari. Lantas, bila mereka telah menuntaskan kebutuhan-kebutuhan mereka berupa tidur, maka siang akan menutupi malam. Kemudian mereka akan berada di pagi hari untuk (bertebaran) kembali memenuhi kepentingan-kepentingan dan pekerjaan-pekerjaan mereka di siang hari."Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (Al-Qashash:73). “SEsungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah),” yang menunjukkan orientasi-orientasi ilahiyah “bagi kaum yang memikirkan,” tentangnya, dan mencermatinya dengan pandangan kognitif yang menunjukkan bahwa Dzat yang menciptakan, mengatur, dan mengendalikannya adalah Allah, tidak ada sesembahan selainNya. Dia mengetahui alam ghaib dana lam nyata, ar-Rahman ar-Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha bijaksana) dalam segala urusan, al-Mahmud (Yang Maha Terpuji) atas seluruh yang diciptakan dan diperintahkanNya Yang Mahasuci lagi Mahatinggi.

Sumber: https://tafsirweb.com/3963-surat-ar-rad-ayat-3.html

Tafsir Al-Wajiz

3. Allah adalah Dzat yang membentangkan bumi dengan luas dan terpampang untuk memudahkan kehidupan di dalamnya dan bisa dengan mudah diambil manfaatnya. Hal tersebut tidak menafikan bentuk bulat bumi karena sisinya yang saling berjauhan.Dia menciptakan di dalamnya gunung-gunung yang kokoh, dan sungai-sungai yang mengalirkan air. Dia juga menciptakan setiap buah-buahan itu berpasang-pasangan, jenis laki-laki dan perempuan untuk berkembang biak, dan dua kategori yang saling berlawanan seperti manis dan asam, hitam dan putih, serta kecil dan besar. Dia membuat malam menutupi cahaya siang, sehingga menghilang.Sesungguh dalam sesuatu yang disebutkan itu terdapat dalil-dalil atas keesaan Allah سبحانه وتعالى bagi kaum yang mau merenung, sehingga mereka menyadari keberadaan dan keesaan Allah

Sumber: https://tafsirweb.com/3963-surat-ar-rad-ayat-3.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 3-4 Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang alam yang tinggi, Allah menyebutkan kekuasaan, kebijaksanaan, dan hukumNya di alam bawah. Allah berfirman: (Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi) yaitu menjadikannya luas membentang dan melebar, lalu Allah memancangnya dengan gunung-gunung yang kokoh dan tinggi, dan mengalirkan padanya sungai-sungai, dan mata air, untuk mengairi apa yang Dia ciptakan padanya, berupa buah-buahan yang berbeda-beda warna, bentuk, rasa, dan aromanya. (sepasang-sepasang dari setiap jenis) (Surah Al-Mu’minun: 27) yaitu, dari setiap jenis dua pasang (Allah menutupkan malam kepada siang) yaitu, Dia menjadikan masing-masing dari keduanya menyusul yang lain dengan cepat.Jika yang ini pergi, maka yang itu menutupinya. Ketika yang ini pergi, maka yang itu datang. Dia juga mengatur waktu, sebagaimana Dia mengatur tempat dan penduduknya (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan) yaitu kebesaran, kebijaksanaan, dan bukti-bukti tentangNya.Firman Allah: (Dan di bumi itu terdapat bagian-bagian yang berdampingan) yaitu tanah-tanah yang saling berdampingan satu sama lain, dengan itu yang ini tanah subur yang dapat menumbuhkan sesuatu yang bermanfaat bagi manusia, dan yang itu tandus yang tidak dapat menumbuhkan sesuatu apapun. Dan termasuk ke dalam ayat ini perbedaan warna tanah masing-masing kawasan, ada yang berwarna merah, putih, kuning, hitam, berbatu, mudah ditanami, berpasir, keras, dan yang gembur. Masing-masing berdampingan, sehingga tanah ini memiliki sifatnya dan yang itu juga memliki sifatnya yang lain.Semua itu menunjukkan keberadaan Dzat yang menciptakannya sesuai kehendakNya,”Tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia” Firman Allah: (dan kebun-kebun anggur, tanam-tanaman, dan pohon kurma) Hal ini bisa menjadi ‘athaf kepada kata “jannat” dan (wa zar’un wa nakhiilun) dibaca rafa'. dan bisa juga di’athafkan atas (a’naab) sehingga menjadi majrur. Oleh karena itu, ada para imam yang masing-masing membacanya demikian. Firman Allah: (yang bercabang dan yang tidak bercabang) kata Ash-shinwan adalah pohon yang bercabang, seperti delima, pohon tin, dan sebagian pohon kurma serta tanaman sejenisnya. dan kata “ghairu shinwan” yaitu tidak bercabang, melainkan satu pokok seperti semua pohon.Termasuk dalam hal ini dikatakan bahwa paman seseorang setara dengan ayahnya; sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepada Umar,”Tidakkah kamu ketahui bahwa paman seseorang itu setara dengan ayahnya” Diriwayatkan dari Al-Barra bahwa “Ash-Shinwan” yaitu beberapa pohon kurma yang tumbuh dari satu pokok. Dan “ghairu shinwan” adalah yang terpisah-pisah Firman Allah: (disirami dengan air yang sama, Kami melebihkan sebagian tanam-tanaman itu atas sebagian yang lain tentang rasanya) yaitu, perbedaan jenis buah-buahan dan tanam-tanaman ini dalam hal bentuk, warna, rasa, aroma, daun-daun, dan bunga-bunganya. Maka ada yang sangat manis, sangat masam, sangat pahit, hambar, dan ini menyatukan rasa ini dan itu. kemudian berubah pada rasa yang lain dengan izin Allah سبحانه وتعالى.Ada yang berwarna kuning, merah, putih, hitam dan biru. Demikian pula dengan bunga-bunganya, padahal semuanya menyandarkan kehidupannya dari satu sumber, yaitu air. tetapi dengan perbedaan yang banyak yang tidak terhitung . Dalam hal itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang sadar.Hal ini termasuk bukti yang paling agung atas sang Pencipta, yang dengan kekuasaanNya Dia menjadikan segala sesuatu berbeda, Dia menciptakannya sesuai dengan kehendakNya. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir)

Sumber: https://tafsirweb.com/3963-surat-ar-rad-ayat-3.html

Informasi

Surat

الرّعد (Ar-Ra'd)

Guruh — 43 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

3 dari 43 ayat

Juz

Juz 13

Halaman

Halaman 249

Ruku

Ruku 205

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 50 (99/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1710 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-13