الرّعد (Ar-Ra'd)
Surat ke-13, Ayat ke-6
وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمُ الْمَثُلٰتُۗ وَاِنَّ رَبَّكَ لَذُوْ مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلٰى ظُلْمِهِمْۚ وَاِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيْدُ الْعِقَابِ
Dan mereka meminta kepadamu agar dipercepat (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksaan sebelum mereka. Sungguh, Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia atas kezaliman mereka, dan sungguh, Tuhanmu sangat keras siksaan-Nya.
📚 Tafsir Al-Muyassar
orang-orang yang mendustakan meminta kepadamu supaya disegerakan siksaan yang aku belum menimpakan pada mereka siksaan dengan segera, sebelum keimanan yang diharapkan menjadi sumber keamanan dan kebaikan. Dan sungguh telah berlalu hukuman-hukuman atas orang-orang yang mendustakan sebelum mereka, maka mengapa mereka tidak mau mengambil pelajaran darinya? sesungguhnya tuhanmu (wahai rasul), benar-benar memberi pengampunan terhadap dosa-dosa manusia yang bertaubat dari dosa-dosa lantaran perbuatan kezhaliman mereka, dengan membukakan pintu ampunan bagi mereka dan menyeru mereka kepadanya, sementara mereka berbuat kezhaliman terhadap diri mereka dengan berbuat maksiat kepada tuhan mereka. Dan sesungguhnya tuhanmu benar-benar amat keras siksaanNya terhadap orang yang terus menerus di atas kekafiran, kesesatan dan maksiat kepada Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/3966-surat-ar-rad-ayat-6.html
📚 Tafsir as-Sa'di
6. Allah mengabarkan tentang kebodohan orang-orang yang mendustakan RasulNya lagi menyekutukanNya. Mereka diberi nasihat tetapi mereka tidak mengambil nasihat itu.
Bermacam-macam dalil disampaikan kepada mereka, namun mereka tidak tunduk kepadanya. justru terang-terangan melakukan pengingkaran dan (membela diri) berdalih dengan kelembutan Allah al-Wahid al-Qahhar (kepada mereka) dan tidak mengobati dosa-dosa mereka dengan alasan bahwa mereka berada di atas kebenaran. Mereka pun memulai meminta kepada rasul untuk menyegerakan siksaan. Ada yang berkata " "Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih".(Al-Anfal:32), padahal mereka itu “padahal telah terjadi bermacam-macam siksa sebelum mereka,” maksudnya berbagai peristiwa dan sejarah yang menimpa umat-umat pendusta.
Apakah mereka tidak merenungi kondisi orang-orang itu dan meninggalkan kebodohan mereka? “Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia atas kezhaliman mereka,” maksudnya senantiasa kebaikan, kebajikan, dan maafNya tercurah kepada para hamba. Semetara, praktik syirik dan maksiat mereka masih saja melaju kepada Allah. Mereka bermaksiat kepadaNya, tetapi Allah menyuruh mereka menuju pintuNya.
Mereka berbuat jahat, tetapi Dia tetap tidak menghalangi kebaikanNya bagi mereka. Bila mereka bertaubat kepadaNya, niscaya Dia menjadi kekasih mereka, sebab Dia mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri. Bila mereka tidak bertaubat, maka Dia akan memberikan terapi penyembuhan bagi mereka dengan menimpakan berbagai musibah atas mereka untuk membersihkan mereka dari keburukan-keburukan.
" Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Az-Zumar:53). “Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar sangat keras siksaanNya,” terhadap orang yang kontinyu berulang-ulang dalam bermaksiat.
Ia sudah benar-benar enggan bertaubat, beristighfar, dan kembali kepada al-Aziz al-Ghaffar (Yang Mahaperkasa lagi Maha Pengampun). Hendaknya para hamba berhati-hati terhadap siksa-siksaNya (yang menimpa) orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya siksaanNya sangat pedih lagi keras.
Sumber: https://tafsirweb.com/3966-surat-ar-rad-ayat-6.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
6. Orang-orang musyrik yang pendusta itu memintamu untuk mempercepat hukuman sebelum waktunya agar diturunkan (kepada mereka) hukuman yang memberikan kehancuran. Dan seungguh telah lewat hukuman-hukuman bagi para pendusta yang serupa dengan mereka.
Lalu tidakkah mereka tidak mengambil pelajaran dari para pendahulu itu? Wahai Nabi, sesungguhnya Tuhanmu memiliki satir yang yang agung untuk dosa-dosa, Dia juga akan menghukum orang-orang kafir yang durhaka dengan hukuman yang dahsyat. Al-Matsulat adalah hukuman yang setimpal dengan dosa (yang dilakukan)
Sumber: https://tafsirweb.com/3966-surat-ar-rad-ayat-6.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Allah SWT berfirman: (Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya)) yaitu orang-orang yang mendustakanmu (siksa, sebelum (mereka meminta) kebaikan) yaitu siksaan, sebagaimana Dia memberitahukan tentang mereka dalam firmanNya: (Mereka berkata, "Hai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepadanya, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila (6) Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?” (7) Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh (8) (Surah Al-Hijr) dan (Dan mereka berkata, "Ya Tuhan kami, cepatkanlah untuk kami azab yang diperuntukkan pada kami” (16)) (Surah Shad) ayaitu, siksaan dan hisab kami.
Sebagaimana Dia berfirman seraya memberitahukan tentang mereka: (Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika betul (Al-Qur'an) ini, dialah yang benar dari sisiMu") (Atau datangkanlah kepada Kami azab yang pedih) (Surah Al-Anfal: 32) yaitu mereka meminta kepada Rasulallah bahwa agar azab Allah datang kepada mereka.
Hal itu karena kedahsyatan perbuatan dusta dan pembangkangan mereka. Allah SWT berfirman: (padahal telah terjadi bermacam-macam contoh siksa sebelum mereka) yaitu sesungguhnya Kami telah menimpakan azab kami kepada umat-umat terdahulu, dan Kami menjadikan mereka sebagai pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran. Kemudian Allah SWT memberitahukan bahwa seandainya tidak ada kesabaran dan pemaafanNya, maka Dia menyegerakan hukuman atas mereka, sebagaimana Allah berfirman: (Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi makhluk yang melata pun) (Surah Fathir: 45) Allah SWT berfirman dalam ayat ini (Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia, sekalipun mereka zalim) yaitu, sesungguhnya Dia mempunyai ampunan, pemaafan dan menutupi manusia, meskipun mereka berbuat zalim dan berbuatsalah di siang dan malam hari.
Kemudian ketetapan ini diiringkan dengan kedahsyatan hukuman, agar antara harapan dan rasa takut menjadi seimbang. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Maka jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, "Tuhan kalian mempunyai rahmat yang luas; dan siksanya tidak dapat ditolak dari kaum yang berdosa” (147)) (Surah Al-An'am) dan ayat-ayat lain yang semisal yang menghimpun harapan dan rasa takut.
Sumber: https://tafsirweb.com/3966-surat-ar-rad-ayat-6.html
Informasi Tambahan
Juz
13
Halaman
250
Ruku
205