الرّعد (Ar-Ra'd)

Per AyatMushaf
لَهٗ
bagi Dia Allah
دَعْوَةُ
doa/permintaan
الْحَقِّۗ
benar
وَالَّذِيْنَ
dan berhala-berhala
يَدْعُوْنَ
mereka menyembah
مِنْ
dari
دُوْنِهٖ
selain Dia/Allah
لَا
tidak
يَسْتَجِيْبُوْنَ
mereka dapat memperkenankan
لَهُمْ
bagi mereka
بِشَيْءٍ
dengan sesuatu
اِلَّا
melainkan
كَبَاسِطِ
seperti orang yang membuka
كَفَّيْهِ
kedua telapak tangannya
اِلَى
kedalam
الْمَاۤءِ
air
لِيَبْلُغَ
supaya sampai
فَاهُ
mulutnya
وَمَا
dan/padahal tidaklah
هُوَ
ia
بِبَالِغِهٖۗ
sampai kepadanya/mulutnya
وَمَا
dan/padahal tidaklah
دُعَاۤءُ
doa
الْكٰفِرِيْنَ
orang-orang kafir
اِلَّا
melainkan
فِيْ
dalam
ضَلٰلٍ
kesesatan/sia-sia
﴿١٤﴾
Hanya kepada Allah doa yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.
1721 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Hanya milik Allah semata seruan kepada tauhid “lailahaillalah”, sehingga tidak disembah dan tidak di seru kecuali Dia, sedang tuhan-tuhan sesembahan yang mereka sembah selain Allah, tidak dapat mengabulkan doa orang yang meminta kepadanya. Dan keadaan mereka itu bersama tuhan-tuhan sesembahan mereka adalah seperti keadaan orang yang dahaga yang membentangkan tangannya dari kejauhan untuk meraih air supaya sampai kemulutnya dan tidak sampai kepadanya. Dan tidaklah permintaan orang-orang kafir terhadap tuhan-tuhan sesembahan itu kecuali merupakan bentuk teramat jauhnya mereka dari kebenaran, lantaran mereka mempersekutukan sesuatu dengan Allah.

Sumber: https://tafsirweb.com/3974-surat-ar-rad-ayat-14.html

Tafsir as-Sa'di

14. Maksudnya, hanya bagi Allah semata (hak mengabulkan) “doa yang benar,” yaitu beribadah kepadaNya saja, tidak ada sekutu bagiNya serta mengikhlaskan doa ibadah dan doa permintaan epadaNya. Maksudnya, sepatutnya seluruh ibadah doa, khauf (rasa takut), raja’ (rasa berharap), kecintaan, keinginan dan kekhawatiran serta taubah diarahkan hanya kepadaNya.Sebab aspek ketuhananNya adalah benar. Sementara sisi ketuhanan selainNya adalah batil. Maka, “berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah,” yang berupa patung-patung dan tandingan-tandingan yang mereka jadikan sebagai sekutu bagi Allah, “tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka,” yaitu bagi orang yang menyeru dan menyembahnya, dengan (memberikan jawaban) yang sedikit atau banyak, baik berkaitan dengan urusan duniawi maupun urusan ukhrawi, “melainkan seperti oraang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air,” yang tidak bisa dijangkau oleh dua telapak tangannya karena letaknya yang jauh. “Supaya ampai,” dengan membentangkan tangannya ke air “ke mulutnya,” karena dia sedang kehausan.Saking hausnya, dia menyodorkan telapak tangan dan membukanya ke arah air yang mustahil sampai kepadanya. Maka air itu pun tidak bisa sampai kepadanya. Demikian juga, orang-orang kafir yang menyembah sesembahan lain bersama Allah, mereka (sesembahan-sesembahan itu) tidak bisa merealisasikan apapun bagi mereka, tidak bermanfaat bagi mereka pada kondisi-kondisi yang mana merekka benar-benar membutuhkannya.Sebab mereka makhluk-makhluk yang tidak memiliki apa pun, begitu pula orang-orang yang menyeru mereka dalam keadaan kekurangan. "mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya."(Saba:22) “Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka,” karena kebatilan sesuatu yang mereka seru, selain Allah. Maka, ibadah dan doa mereka pun batil (sia-sia).Sebab, perantaranya pun (wasilah) batil disebabkan kebatilan tujuannya. Karena Allah adalah Raja, Pemilik kebenaran yang nyata, maka beribadah kepadaNya merupakan perkara yang benar, manfaatnya benar-benar mengalir kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Permisalan doa orang-orang kafir kepada selain Allah dengan (permisalan) orang yang membentangkan dua telapak tangannya kea rah air agar supaya mencapai mulutnya adalah termasuk analogi yang terbaik.Itu merupakan permisalan dengan perkara yang muhal terjadi. Sebagaimana hal itu mustahil terjadi, maka perkara yang dianalogikan dengannya pun tidak mungkin terwujud. Pengaitan kepada perkara yang mustahil terjadi adalah termasuk cara penafian masalah yang paling mengena.Seperti yang diungkapkan Allah, "Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan."(Al-A’raf:40).

Sumber: https://tafsirweb.com/3974-surat-ar-rad-ayat-14.html

Tafsir Al-Wajiz

14. Hanya milik Allah hak pengabulan doa, karena hanya Dia yang Maha kuasa atas pengabulan doa. Dan orang-orang yang menyembah dan berdoa kepada berhala, bukan kepada Allah, maka berhala-berhala itu tidak akan mengabulkan sedikitpun yang mereka minta, kecuali seperti pengabulan air bagi orang yang menegadahkan telapak tangannya dari kejauhan, dia meminta air itu mendatanginya supaya bisa sampai pada mulutnya, namun air itu tidak akan sampai pada mulut orang yang berdoa selama-lamanya.Dan doa orang-orang kafir dan peribadatan mereka kepada tuhan-tuhan mereka itu tidak lain kecuali hanya berada dalam kesia-siaan dan kerugian.

Sumber: https://tafsirweb.com/3974-surat-ar-rad-ayat-14.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ibnu Abbas, Qatadah, dan Malik meriwayatka dari Muhammad bin Al-Munkadir tentang firmanNya: (Hanya bagi Allah-lah seruan yang benar) yaitu tidak ada Tuhan selain Dia (dan berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah) yaitu, perumpamaan orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah: (seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air supaya sampai air ke mulutnya) Mujahid berkata tentang firmanNya: (seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya) yaitu menggapai air dengan lisannya dan menjulurkannya kepada air itu, dan air itu tidak mendatanginya selamanya. Dikatakan bahwa yang dimaksud adalah seperti orang yang menggenggamkan tangannya di air. sesungguhnya dia tidak dapat menggenggam sesuatu pun dari air itu, sebagaimana yang dikatakan seorang penyair: “Sesungguhnya aku, kamu dan kerinduan kepada kalian seperti seseorang yang menggenggamkan tangannya di air, jari-jemarinya tidak dapat memberinya minum” Yaitu sebagaimana tidak mendapatkan manfaat dari air yang tidak sampai ke mulutnya yang merupakan tempat untuk minum. Demikian juga orang-orang musyrik yang menyembah tuhan-tuhan lain selain Allah.Mereka tidak mendapatkan manfaat dari mereka selamanya baik di dunia dan tidak pula di akhirat. Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu hanyalah sia-sia belaka)

Sumber: https://tafsirweb.com/3974-surat-ar-rad-ayat-14.html

Informasi

Surat

الرّعد (Ar-Ra'd)

Guruh — 43 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

14 dari 43 ayat

Juz

Juz 13

Halaman

Halaman 251

Ruku

Ruku 206

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 50 (100/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1721 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-13