الرّعد (Ar-Ra'd)

Per AyatMushaf
وَيَقُوْلُ
dan berkata
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
لَوْلَآ
mengapa tidak
اُنْزِلَ
diturunkan
عَلَيْهِ
atasnya
اٰيَةٌ
suatu ayat
مِّنْ
dari
رَّبِّهٖۗ
Tuhannya
قُلْ
katakanlah
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
يُضِلُّ
Dia menyesatkan
مَنْ
dari
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
وَيَهْدِيْٓ
dan Dia memberi petunjuk
اِلَيْهِ
kepadaNya
مَنْ
dari
اَنَابَۖ
berbuat/kembali
﴿٢٧﴾
Dan orang-orang kafir berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk orang yang bertobat kepada-Nya,”
1734 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir berkata untuk mengungkapkan penentangan, ”mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad satu mukjizat yang dapat di saksikan dengan indra kami, seperti mukjizat musa dan isa? katakalnlah kepada mereka, Sesungguhnya Allah menyesatkan orang yang dikehendakiNya dari kalangan para penentang hidayah, dan keberadaan mukjizat-mukjizat tidak akan berguna bagi dirinya. Dan Dia akan memberikan hidayah menuju agamaNya yang benar kepada orang yang kembali kepadaNya dan mencari ridhaNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3987-surat-ar-rad-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

27. Allah memberitahukan bahwa orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, mereka bersikap keras kepala kepada Rasulullah dan melontarkan usulan dengan berkata, “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Rabbnya?” klaim mereka bahwa, bila datang sebuah ayat (bukti kekuasaan Allah), niscaya mereka akan beriman. Maka Allah menjawab pernyataan mereka dengan berfirman, “Katakanlah, ‘Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepadaNya’,” yaitu orang yang mencari keridhaanNya.Hidayah dan kesesatan bukan berada di tangan mereka hingga mereka bisa menjadikan (keputusan keimanan mereka) itu tergantung dengan kemunculan tanda (mukjizat) Allah. Kendatipun demikian, mereka sebenarnya berdusta, "Kalau sekiranya Kami turunkan malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui." (Al-An’am:111). Rasulullah tidak terikat suatu kezaliman untuk mendatangkan ayat (bukti kebesaran Allah) yang sudah mereka tentukan dan usulkan.Tetapi, bila beliau mendatangi mereka dengan (hanya) membawa sebuah ayat pun yang menjelaskan kebenaran yang beliau emban, itu sudah cukup dan telah merealisaasikan tujuan. Demikian ini lebih bermanfaat bagi mereka daripada mereka menuntut dihadirkannya ayat-ayat yang mereka inginkan. Seandainya ayat-ayat itu datang menghampiri mereka sesuai dengan apa yang mereka usulkan, maka pasti mereka tetap saja tidak beriman, lalu Allah akan menimpakan siksa pada mereka dengan segera.

Sumber: https://tafsirweb.com/3987-surat-ar-rad-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27 Orang-orang kafir Makkah berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad mukjizat yang nyata dari Tuhannya seperti tongkat dan tangan nabi Musa, serta unta nabi Saleh?” Katakanlah wahai Nabi: “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya dan meninggalkan pembangkangan.

Sumber: https://tafsirweb.com/3987-surat-ar-rad-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 27-29 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang apak yang dikatakan orang-orang musyrik (Mengapa tidak) yaitu mengapa tidak (diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?) sebagaimana firmanNya: (maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus) (Surah Al-Anbiya: 5) Pembahasan tentang hal ini telah disebutkan beberapa kali bahwa Allah mampu memperkenankan apa yang mereka minta.Disebutkan dalam hadits bahwa Allah menurunkan wahyu kepada Rasulallah ﷺ ketika mereka meminta beliau mengubah bukit Shafa menjadi emas, dan mengalirkan untuk mereka mata air, serta menggeser bukit-bukit yang di sekitar Makkah, lalu menggantinya menjadi kebun-kebun,"Jika kamu mau, wahai Muhammad, Aku akan memberi mereka hal itu. Tetapi jika mereka mengingkarinya, maka Aku akan mengazab mereka dengan azab yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang pun di alam semesta. Dan jika kamu mau, maka Aku bukakan atas mereka pintu taubat dan rahmat" Lalu Rasulullah ﷺ bersabda,”Tidak, bukakanlah untuk mereka pintu taubat dan rahmat” Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya: (Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya”) yaitu, Dia adalah Dzat yang menyesatkan dan memberi petunjuk.Sama saja baik Dia memberikan mukjizat kepada RasulNya sesuai dengan apa yang mereka minta atau tidak memperkenankan permintaan mereka. Sesungguhnya petunjuk dan kesesatan itu tidak ada kaitannya dengan ada dan tidak adanya hal itu. sebagaimana Allah berfirman: (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman) (Surah Yunus: 101) Oleh karena itu Allah berfirman: (Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepadaNya”) yaitu Dia memberi petunjuk kepada orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya serta memohon pertolongan dan tunduk kepadaNya ((yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah) yaitu, hati mereka senang dan tenang berada di sisi Allah, merasa tenteram ketika mengingatNya, dan ridha kepadaNya sebagai Pelindung dan Penolong.Oleh karena itu Allah berfirman (Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram) yaitu Allah berhak untuk hal itu. (Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik (29)) Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu gembira dan tenang hatinya.Ibrahim An-Nakha'i berkata yaitu,”Kebaikan bagi mereka” Qatadah berkata bahwa Ini merupakan kata bahasa Arab. Seseorang berkata,"Thuba Laka" yaitu “Kamu mendapatkan kebaikan”. Dia berkata dalam riwayat lain, (tuba lahum) yaitu kebaikan bagi mereka (tempat kembali yang baik) yaitu tempat kembali.Pendapat-pendapat ini adalah sama, tidak ada pertentangan di antaranya.

Sumber: https://tafsirweb.com/3987-surat-ar-rad-ayat-27.html

Informasi

Surat

الرّعد (Ar-Ra'd)

Guruh — 43 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

27 dari 43 ayat

Juz

Juz 13

Halaman

Halaman 252

Ruku

Ruku 208

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 51 (101/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1734 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-13