الرّعد (Ar-Ra'd)
Per AyatMushaf
اَلَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
وَعَمِلُوا
dan mereka beramal
الصّٰلِحٰتِ
kebajikan/saleh
طُوْبٰى
kebahagiaan
لَهُمْ
bagi mereka
وَحُسْنُ
dan baik
مَاٰبٍ
tempat kembali
﴿٢٩﴾
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
1736 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Yaitu orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulNya, dan mengerjakan amal-amal shalih, bagi mereka kebahagiaan, pandangan sejuk dan keadaan yang baik, serta tempat kembali yang baik menuju surga dan keridoan Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/3989-surat-ar-rad-ayat-29.html
Tafsir as-Sa'di
29. Kemudian Allah berfirman, “Orang-orang yang beriman dan beramal salih,” yaitu orang-orang yang beriman dengan sepenuh hati mereka kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya dan Hari Akhir, membuktikan keimanannya dengan amalan-amalan shalih berupa amalan-amalan hati seperti cinta Allah, rasa takut dan pengharapan kepadaNya dan amalan-amalan anggota tubuh seperti shalat dan lainnya. “Mereka mendapatkan kebahagiaan dan tempat kembali yang baik,” mereka mendapatkan kondisi yang baik dan tempat kembali yang bagus.Balasan demikian itu, lantaraan mereka mendapatkan keridhaan Allah dan kemuliaan dariNya di dunia dan akhirat. Mereka juga memperoleh kesempurnaan dalam menikmati kenyamanan istirahat dan ketentraman yang uttuh. Termasuk hal itu adalah, pohon Thuba yang berada di surga, yang mana naungannya yang panjang tidak bisa ditempuh oleh seseorang yang berkendaraan di bawahnya selama seratus tahun lamanya, sebagaimana keterangannya tertuang dalam hadits-hadits shahih.
Sumber: https://tafsirweb.com/3989-surat-ar-rad-ayat-29.html
Tafsir Al-Wajiz
29 Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik kelak di akhirat
Sumber: https://tafsirweb.com/3989-surat-ar-rad-ayat-29.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 27-29 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang apak yang dikatakan orang-orang musyrik (Mengapa tidak) yaitu mengapa tidak (diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?) sebagaimana firmanNya: (maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat sebagaimana rasul-rasul yang telah lalu diutus) (Surah Al-Anbiya: 5) Pembahasan tentang hal ini telah disebutkan beberapa kali bahwa Allah mampu memperkenankan apa yang mereka minta.Disebutkan dalam hadits bahwa Allah menurunkan wahyu kepada Rasulallah ﷺ ketika mereka meminta beliau mengubah bukit Shafa menjadi emas, dan mengalirkan untuk mereka mata air, serta menggeser bukit-bukit yang di sekitar Makkah, lalu menggantinya menjadi kebun-kebun,"Jika kamu mau, wahai Muhammad, Aku akan memberi mereka hal itu. Tetapi jika mereka mengingkarinya, maka Aku akan mengazab mereka dengan azab yang belum pernah Aku timpakan kepada seorang pun di alam semesta. Dan jika kamu mau, maka Aku bukakan atas mereka pintu taubat dan rahmat" Lalu Rasulullah ﷺ bersabda,”Tidak, bukakanlah untuk mereka pintu taubat dan rahmat” Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya: (Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertobat kepada-Nya”) yaitu, Dia adalah Dzat yang menyesatkan dan memberi petunjuk.Sama saja baik Dia memberikan mukjizat kepada RasulNya sesuai dengan apa yang mereka minta atau tidak memperkenankan permintaan mereka. Sesungguhnya petunjuk dan kesesatan itu tidak ada kaitannya dengan ada dan tidak adanya hal itu. sebagaimana Allah berfirman: (Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman) (Surah Yunus: 101) Oleh karena itu Allah berfirman: (Katakanlah, "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepadaNya”) yaitu Dia memberi petunjuk kepada orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya serta memohon pertolongan dan tunduk kepadaNya ((yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah) yaitu, hati mereka senang dan tenang berada di sisi Allah, merasa tenteram ketika mengingatNya, dan ridha kepadaNya sebagai Pelindung dan Penolong.Oleh karena itu Allah berfirman (Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram) yaitu Allah berhak untuk hal itu. (Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik (29)) Ibnu Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu gembira dan tenang hatinya.Ibrahim An-Nakha'i berkata yaitu,”Kebaikan bagi mereka” Qatadah berkata bahwa Ini merupakan kata bahasa Arab. Seseorang berkata,"Thuba Laka" yaitu “Kamu mendapatkan kebaikan”. Dia berkata dalam riwayat lain, (tuba lahum) yaitu kebaikan bagi mereka (tempat kembali yang baik) yaitu tempat kembali.Pendapat-pendapat ini adalah sama, tidak ada pertentangan di antaranya.
Sumber: https://tafsirweb.com/3989-surat-ar-rad-ayat-29.html
Informasi
Surat
الرّعد (Ar-Ra'd)
Guruh — 43 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
29 dari 43 ayat
Juz
Juz 13
Halaman
Halaman 253
Ruku
Ruku 208
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 51 (101/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1736 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-13