البقرة (Al-Baqarah)

Per AyatMushaf
يٰٓاَيُّهَا
wahai
النَّاسُ
manusia
كُلُوْا
makanlah
مِمَّا
dariapa
فِى
di
الْاَرْضِ
bumi
حَلٰلًا
halal
طَيِّبًا
baik/bersih
ۖوَّلَا
dan jangan
تَتَّبِعُوْا
kamu mengikuti
خُطُوٰتِ
langkah-langkah
الشَّيْطٰنِۗ
syaitan
اِنَّهٗ
sesungguhnya ia
لَكُمْ
bagi kalian
عَدُوٌّ
musuh
مُّبِيْنٌ
yang nyata
﴿١٦٨﴾
Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.
175 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Wahai manusia Makanlah dari rizki Allah yang Dia halalkan bagi kalian yang terdapat di bumi, dalam keadaan bersih dan bukan najis, yang bermanfaat dan tidak memadorotkan, dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan setan dalam penetapan halal dan haram, bid’ah serta maksiat-maksiat. Sesungguhnya ia adalah musuh kalian yang amat nyata permusuhannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/650-surat-al-baqarah-ayat-168.html

Tafsir as-Sa'di

168. Ayat ini dialamatkan kepada seluruh manusia, baik yang Mukmin maupun yang kafir. Allah telah memberikan karunia kepada mereka dengan memerintahkan kepada mereka untuk makan dari seluruh yang ada di bumi seperti biji-bijian, hasil tanaman, buah-buahan, dan hewan dalam keadaan “yang halal,” yaitu yang telah dihalalkan buat kalian untuk dikonsumsi, yang bukan dari rampasan maupun curian, bukan pula diperoleh dari hasil transaksi bisnis yang diharamkan, atau dalam bentuk yang diharamkan, atau dalam hal yang membawa kepada yang diharamkan, “lagi baik,” maksudnya, bukan yang kotor seperti bangkai, darah, daging babi, dan seluruh hal-hal yang kotor dan jorok.Di dalam Ayat ini terdapat Dalil yang menunjukkan bahwa asalnya seluruh benda yang ada itu adalah boleh, hukumnya baik untuk dimakan maupun dimanfaatkan, dan bahwa hal-hal yang diharamkan darinya itu ada dua macam; pertama, yang diharamkan karena dzatnya yaitu yang kotor yang merupakan lawan dari yang baik (Thayyib), kedua, diharamkan karena dikaitkan dengan sesuatu, yaitu yang diharamkan karena bersangkutan dengan hak-hak Allah atau hak-hak manusia, yaitu yang merupakan lawan dari yang halal. Ayat ini juga sebagai dalil bahwa makanan dengan kadar untuk memenuhi Fitrah adalah wajib, dan akan berdosa orang yang meninggalkannya dengan dasar makna perintah yang jelas dari ayat tersebut. Lalu ketika Dia memerintahkan untuk mengikuti apa yang telah diperintahkan kepada-nya yang merupakan inti dari kemaslahatan mereka, maka Dia melarang mereka untuk mengikuti, “langkah-langkah setan,” Maksudnya jalan-jalan yang ia perintahkan, yaitu seluruh kemaksiatan, baik kekufuran, kefasikan, dan kezhaliman, dan termasuk dalam hal itu juga adalah pengharaman unta yang diharamkan oleh kaum jahiliyah untuk mereka, demikian juga sebaliknya menikmati makanan makanan yang diharamkan. “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Maksud dari permusuhan itu adalah tidaklah ia memerintah kalian kecuali untuk mencurangi kalian dan Agar kalian menjadi penghuni penghuni neraka.Rabb kita tidak hanya cukup dengan melarang mengikuti langkah-langkah setan, hingga Dia mengabarkan, dan Dia adalah yang paling benar perkataanNya tentang permusuhannya yang harus diwaspadai, kemudian Allah juga tidak cukup sampai disitu saja, Dia mengabarkan tentang perincian perkara yang menjadi target setan dalam godaannya, dan bahwasanya hal itu adalah perkara yang paling buruk dan paling besar kerusakannya, Allah berfirman,

Sumber: https://tafsirweb.com/650-surat-al-baqarah-ayat-168.html

Tafsir Al-Wajiz

168. Wahai manusia, makanlah sesuatu yang diciptakan oleh Allah untuk kalian di bumi yang diperbolehkan dan bisa kalian nikmati, dan janganlah mengikuti jalannya setan yang mengajak menuju kemaksiataan, menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian.Al-Kalbiy berkata: “Ayat ini turun untuk Tsaqif, Khuza’ah dan Amir bin Sha’sha’ah yang mengharamkan atas diri mereka sendiri beberapa hal, yaitu hasil panen dan hewan ternak. Mereka juga mengharamkan unta Bahirah, Shaibah, Washilah, dan Ham”

Sumber: https://tafsirweb.com/650-surat-al-baqarah-ayat-168.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 168-169 Ketika Allah سبحانه وتعالى menjelaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia. dan Dialah Dzat Maha Menciptakan makhlukNya sendiri, Dia menjelaskan bahwa Dia adalah Pemberi Rezeki bagi seluruh makhlukNya. Dalam memberi nikmat, Dia mengizinkan manusia untuk memakan makanan di bumi yang halal dari Allah sebagai sesuatu yang baik, yaitu sesuatu yang baik bagi dirinya dan tidak membahayakan diri dan pikirannya. Dia juga melarang mereka mengikuti langkah setan, yaitu jalan dan cara setan yang menyesatkan para pengikutnya berupa pengharaman hewan dan unta, serta hal-hal semacamnya, yaitu hal-hal yang sebelumnya dianggap baik oleh mereka di masa jahiliyah.Sebagaimana dalam hadits 'Iyadh bin Himar yang ada dalam hadits Shahih Muslim dari Rasulallah ﷺ, beliau bersabda "Allah سبحانه وتعالى berfirman: "Setiap harta yang Aku berikan kepada hambaKu adalah halal baginya, dan sesungguhnya Aku menciptakan hamba-hambaKu sebagai orang-orang yang hanif, lalu setan-setan telah datang kepada mereka dan memalingkan mereka dari agama mereka, serta mengharamkan kepada mereka apa yang telah Aku halalkan untuk mereka Terkait firman Allah : (Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu) yaiti peringatan terhadap setan, sebagaimana firmanNya: (Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala (6)) (Surah Fathir) dan (Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis.Dia adalah dari (golongan) jin, maka dia mendurhakai perintah Tuhannya. Pantaskah kamu menjadikan dia dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku, padahal mereka adalah musuhmu? Sangat buruklah (Iblis itu) sebagai pengganti (Allah) bagi orang yang zalim (50)) (Surah Al-Kahfi).Qatadah dan As-Suddi berkata mengenai firmanNya: (dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan) semua maksiat terhadap Allah adalah langkah-langkah setan. 'Ikramah berkata yaitu tipuan-tipuan setan. Mujahid berkata: Langkah-langkahnya yaitu dosa-dosanya.Abu Majlaz berkata : bersumpah melakukan perbuatan maksiat. Asy-Sya'bi berkata: "Seorang pria berjanji untuk menyembelih anaknya, tetapi ia diberi fatwa oleh orang yang merampok untuk menyembelih seekor domba sebagai gantinya. Ini adalah langkah-langkah setan." Terkait firmanNya: "Sesungguhnya (setan) itu hanya menyuruh kamu agar berbuat jahat dan keji, dan mengatakan apa yang tidak kamu ketahui tentang Allah" yaitu setan hanya menyuruh kalian untuk melakukan perbuatan-perbuatan buruk dan keras kepala melakikan perbuatan tercela, seperti perzinahan dan hal lain yang serupa.Itu adalah perkataan tanpa ilmu tentang Allah. Semua tindakan ini dilakukan semua orang kafir dan orang yang melakukan bid'ah juga

Sumber: https://tafsirweb.com/650-surat-al-baqarah-ayat-168.html

Informasi

Surat

البقرة (Al-Baqarah)

Sapi — 286 ayat

Tempat Turun

Madaniyah

Ayat ke-

168 dari 286 ayat

Juz

Juz 2

Halaman

Halaman 25

Ruku

Ruku 22

Manzil

Manzil 1

Hizb

Hizb 5 (10/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-175 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-2