ابرٰهيم (Ibrahim)
Per AyatMushaf
وَمَآ
dan tidak
اَرْسَلْنَا
Kami mengutus
مِنْ
dari
رَّسُوْلٍ
seorang Rasul
اِلَّا
melainkan
بِلِسَانِ
dengan lisan/bahasa
قَوْمِهٖ
kaumnya
لِيُبَيِّنَ
agar ia menjelaskan
لَهُمْ
kepada mereka
ۗفَيُضِلُّ
maka/lalu menyesatkan
اللّٰهُ
Allah
مَنْ
dari
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
وَيَهْدِيْ
dan Dia memberi petunjuk
مَنْ
dari
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
ۗوَهُوَ
dan Dia
الْعَزِيْزُ
Maha Perkasa
الْحَكِيْمُ
Maha Bijaksana
﴿٤﴾
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
1754 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan kami tidaklah mengutus seorang rasul sebelummu -wahai nabi-, kecuali(berbicara) dengan Bahasa kaumnya, untuk menjelaskan kepada mereka syariat Allah. Kemudian Allah menyesatkan dari jalan hidayah orang yang dikehendakiNya, dan menujuki orang yang Dia dikehendaki menuju kebenaran. Dia Maha perkasa dalam kerajaanNya, lagi mahabijakasana yang telah meletakan perkara-perkara pada tempatnya yang tepat sesuai dengan sifat dan hikmahNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4050-surat-ibrahim-ayat-4.html
Tafsir as-Sa'di
4. Ini adalah salah satu bentuk sifat kelembutan Allah kepada hamba-hambaNya, yaitu Allah tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya, untuk menjelaskan kepada mereka tentang hal-hal yang mereka butuhkan, dan membuat mereka mampu mempelajari risalah yang dia bawa. Berbeda halnya, bila datang bukan dengan bahasa (komunikasi) mereka, maka tentu mereka akan memerlukan proses pembelajaran bahasa yang dipakainya dalam berkomunikasi, baru kemudian bisa memahaminya.Jika rasul tersebut telah menjelaskan (bagi mereka) tentang perintah dan larangan yang terarah kepada mereka, dan sudah tegak hujjah Allah di hadapan mereka “maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki”, dari orang-orang yang Allah istimewakan dengan rahmatNya “dan Dia-lah Rabb Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana,” yang mana termasuk dari keperkasaan Allah, bahwa Dia-lah Dzat satu-satunya yang memiliki kekuasaan memberi hidayah dan menyesatkan serta membolak-balikkan hati kepada kondisi yang Dia kehendaki. Termasuk dari hikmahNya adalah, Dia tidak menempatkan hidayah dan ketetapan sesatNya kecuali pada tempat yang pantas. Ayat yang mulia ini bisa dijadikan sebagai dalil, bahwa (mempelajari)ilmu-ilmu bahasa Arab yang akan membantu menjelaskan Firman Allah dan ucapan RasulNYa merupakan tuntutan dan perkara yang disukai Allah.Sebab pengetahuan tentang wahyu yang Allah turunkan kepada RasulNya hanya tercapai dengannya, kecuali bila orang-orang dalam kondisi tidak membutuhkannya. Hal itu bisa diwujudkan apabila mereka telah terlatih dengan bahasa Arab, dan anak-anak mereka tumbuh dengannya serta sudah menjadi kebiasaan mereka. Saat itulah, mereka telah menuntaskan masalah dan layak bisa langsung menerima dari Allah dan RasulNya, sebagaimana yang dilakukan para sahabat.
Sumber: https://tafsirweb.com/4050-surat-ibrahim-ayat-4.html
Tafsir Al-Wajiz
4. Kami tidak mengutus seorang rasulpun kepada umat terdahulu, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan ats syariat Allah dengan terang kepada kaumnya. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.Dialah Tuhan Yang Maha Kuasa dalam kerajaan-Nya lagi Maha Bijaksana dalam segala perbuatan-Nya. Tidak ada pemberian petunjuk maupun penyesatan kecuali di situ untuk tujuan hikmah, dan dua perlakuan itu bukan semata-mata sebuah hal ketetapan cuma-cuma, namun kesesatan disebabkan oleh perilaku kufur dan membangkang, adapun pemberian petunjuk adalah sebab taufik dan penjagaan
Sumber: https://tafsirweb.com/4050-surat-ibrahim-ayat-4.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Hal ini merupakan kelembutan Allah سبحانه وتعالى kepada makhlukNya, yaitu Dia mengutus kepada mereka para rasul dengan bahasa mereka, agar mereka memahami apa yang dikehendaki dan risalah yang dibawa oleh para rasul kepada mereka. Firman Allah: (Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki) yaitu sesudah adanya penjelasan dan tegaknya hujjah terhadap mereka. Allah menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki dari jalan petunjuk, dan memberi petunjuk kepada siapa saja yang Dia kehendaki ke jalan kebenaran (Dan Dialah Tuhan Yang Maha Perkasa) apa yang Dia kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki pasti tidak terjadi (lagi Maha Bijaksana) dalam perbuatanNya.Maka Dia menyesatkan orang yang layak disesatkan, dan memberi petunjuk kepada orang yang layak mendapat petunjuk atas hal itu. Demikianlah sunnatullah pada makhlukNya, yakni Allah tidak mengutus seorang nabi kepada suatu umat melainkan berbicara dengan bahasa mereka. Maka setiap nabi khusus menyampaikan risalahNya kepada umatnya saja, bukan umat lainnya.Dan nabi Muhammad bin Abdullah ﷺ mempunyai keistimewaan dengan keumuman risalahnya yang mencakup semua manusia. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih Bukhari Muslim melalui Jabir, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Aku dianugerahi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang pun dari kalangan para nabi sebelumku… … … dan dahulu nabi diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus untuk seluruh umat manusia”
Sumber: https://tafsirweb.com/4050-surat-ibrahim-ayat-4.html
Informasi
Surat
ابرٰهيم (Ibrahim)
Ibrahim — 52 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
4 dari 52 ayat
Juz
Juz 13
Halaman
Halaman 255
Ruku
Ruku 211
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 51 (102/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1754 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-14