ابرٰهيم (Ibrahim)

Per AyatMushaf
يُثَبِّتُ
meneguhkan
اللّٰهُ
Allah
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
اٰمَنُوْا
beriman
بِالْقَوْلِ
dengan ucapan
الثَّابِتِ
tetap teguh
فِى
dalam
الْحَيٰوةِ
kehidupan
الدُّنْيَا
dunia
وَفِى
dan di
الْاٰخِرَةِۚ
akhirat
وَيُضِلُّ
dan menyesatkan
اللّٰهُ
Allah
الظّٰلِمِيْنَۗ
orang-orang yang zalim
وَيَفْعَلُ
dan berbuat
اللّٰهُ
Allah
مَا
apa
يَشَاۤءُ
Dia kehendaki
ࣖ
﴿٢٧﴾
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh (dalam kehidupan) di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.
1777 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah meneguhkan orang-orang beriman dengan ucapan yang benar lagi kuat, yaitu persaksian bahwa sesungguhnya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasannya Muhammad adalah utusan Allah dan apa yang dibawanya adalah agama yang haq. Allah meneguhkan mereka dengannya di kehidupan dunia dan ketika mereka akan meninggal dengan husnul khatimah, dan ketika di alam kubur, tatkala menghadapi pertanyaan dua malaikat, dengan memberinya petunjuk kepada jawaban yang benar. Dan Allah akan menyesatkan orang-orang zhalim dari jalan kebenaran di dunia dan di akhirat.Dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, untuk memberikan taufik kepada orang-orang beriman dan mengabaikan penganut kekafiran dan orang-orang yang melampaui batas.

Sumber: https://tafsirweb.com/4073-surat-ibrahim-ayat-27.html

Tafsir as-Sa'di

27. Allah memberitahukan bahwa Dia meneguhkan (hati) para hambaNya yang beriman, yaitu orang-orang yang melaksanakan kewajiban mereka berupa keimanan hati yang sempurna, yang berkonsekuensi pelaksanaan amalan-amalan fisik dan mengembangkannya. Maka Allah menetapkan hati mereka di kehidupan dunia saat gencarnya syubhat-syubhat dengan kekuatan hidayah menuju keyakinan, dan saat bermunculannya syahwat-syahwat melalui tekad baja untuk lebih mengutamakan hal-hal yang dicintai Allah daripada bisikan hawa nafsu dan hasratnya.Sementara itu, di akhirat kelak, ketika kematian datang, (Dia menetapkan hati) dengan keteguhan berpedoman pada agama Islam dan husnul khatimah. Sedangkan di kubur nanti, saat menghadapi pertanyaan dua malaikat (maka Allah meneguhkannya) dengan (memudahkannya untuk) menjawabnya dengan jawaban yang benar, ketika dilontarkan kepada mayat: Siapakah Rabbmu? Apakah agamamu?Dan siapakah nabimu? Allah memberikan hidayah kepada mereka untuk menjawab dengan benar, dengan menjawab, “Allah Rabbku, Islam agamaku dan Muhammad Nabiku.” “Dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim”, dari jalan kebenaran di dunia dan akhirat. Allah tidak berbuat kezhaliman kepada mereka.Mereka sendirilah yang telah menganiaya dirii mereka sendiri. Dalam ayat ini, terkandung petunjuk tentang wujud fitnah kubur, siksaan dan kenikmatan padanya, sebagaimana tertuang dalam banyak nash dari Nabi tentang fitnah dan bentuknya, kenikmatan kubur dan siksanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4073-surat-ibrahim-ayat-27.html

Tafsir Al-Wajiz

27. Allah meneguhkan orang-orang mukmin dengan ucapan yang teguh yang dikokohkan dengan hujjah di sisi mereka dan mungkin juga dalam hati mereka, yaitu kalimah thayyibah sebelumnya: kalimah syahadat dan setiap kalimah yang benar yang meneguhkan mereka di dunia ketika ditanyai dalam kubur dan hari kiamat, sehingga mereka tidak tergagap-gagap ketika ditanya tentang keyakinan mereka di tempat penghisaban dan ketika melihat kengerian yaumul hasyr. Dan Allah menyesatkan orang-orang kafir dengan hujjah mereka.Maka mereka tidak mendapat petunjuk kepada kebenaran dan jawaban yang benar, namun mereka akan berkata: “Kami tidak tahu” Dan Allah melakukan apa yang dikehendakiNya berupa pemberian keteguhan kepada sebagian manusia dan menyesatkan sisanya tanpa ada yang protes kepadaNya

Sumber: https://tafsirweb.com/4073-surat-ibrahim-ayat-27.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Diriwayatkan dari Al-Barra bin Azib bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,”Serang muslim ketika ditanya di dalam kuburnya, dia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Demikian itu adalah firmanNya, ("Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat"). Diriwayatkan dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ membacakan firmanNya: (Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat) Kemudian Rasulullah ﷺ bersabda: Demikian itu ketika ditanyakan kepadanya di dalam kuburnya,"Siapakah Tuhanmu, apa agamamu, dan siapakah Nabimu?" Maka dia menjawab,"Allah adalah Tuhanku, Islam agamaku, dan Nabiku adalah Muhammad yang telah datang kepada kami dengan membawa bukti-bukti dari sisi Allah, lalu aku beriman kepadanya dan membenarkannya” Maka dikatakan kepadanya,"Kamu benar. kamu hidup, mati, dan dibangkitkan dalam keadaan itu”

Sumber: https://tafsirweb.com/4073-surat-ibrahim-ayat-27.html

Informasi

Surat

ابرٰهيم (Ibrahim)

Ibrahim — 52 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

27 dari 52 ayat

Juz

Juz 13

Halaman

Halaman 259

Ruku

Ruku 214

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 52 (103/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1777 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-14