البقرة (Al-Baqarah)
Per AyatMushaf
وَمَثَلُ
dan perumpamaan
الَّذِيْنَ
orang-orang yang
كَفَرُوْا
kafir/ingkar
كَمَثَلِ
seperti perumpamaan
الَّذِيْ
yang/orang
يَنْعِقُ
dia berteriak/memanggil
بِمَا
dengan/kepada apa
لَا
tidak
يَسْمَعُ
ia mendengar
اِلَّا
kecuali/selain
دُعَاۤءً
panggilan
وَّنِدَاۤءً
dan seruan
ۗ
صُمٌّ
(mereka) tuli
ۢ
بُكْمٌ
(mereka) bisu
عُمْيٌ
(mereka) buta
فَهُمْ
maka mereka
لَا
tidak
يَعْقِلُوْنَ
mereka mengerti
﴿١٧١﴾
Dan perumpamaan bagi (penyeru) orang yang kafir adalah seperti (penggembala) yang meneriaki (binatang) yang tidak mendengar selain panggilan dan teriakan. (Mereka) tuli, bisu dan buta, maka mereka tidak mengerti.
178 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Sifat orang-orang kafir dan penyeru mereka menuju Hidayah dan keimanan seperti sifat seorang penggembala yang berteriak memanggil ternak gembalaannya dan menghalaunya, sedangkan ternak-ternak itu tidak paham makna perkataan sang penggembala. Bahkan mereka hanya mendengar panggilan dan gaung suaranya saja. Orang-orang kafir itu Tuli, mereka telah menutup pendengaran mereka dari kebenaran, mereka juga bisu, mereka membisukan lisan mereka untuk menyuarakan kebenaran, dan mereka juga buta, pandangan mereka tidak dapat melihat bukti-bukti kebenaran yang membelalakan mata. mereka itu tidak mempergunakan akal mereka untuk perkara yang bermanfaat bagi mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/656-surat-al-baqarah-ayat-171.html
Tafsir as-Sa'di
171. Ketika Allah menjelaskan tentang ketidaktaatan mereka terhadap apa yang dibawa oleh para rasul dan bantahan mereka terhadap mereka atas hal itu dengan menyatakan bahwa itu adalah taqlid, maka diketahui dari hal itu semua bahwa mereka tidak menerima kebenaran dan tidak meresponnya, bahkan telah diketahui oleh setiap orang bahwa mereka akan selalu berada pada kedurhakaan mereka. Kemudian Allah mengabarkan bahwa perumpamaan mereka ketika ada orang yang mendakwahi mereka kepada keimanan adalah seperti binatang ternak yang dipanggil oleh pengembalanya dan ia tidak mengetahui apa yang dikatakan oleh penyeru dan pemanggilnya itu, mereka itu hanya mendengar suara saja yang hujjah itu akan tegak dengannya, akan tetapi mereka tidak memahaminya dengan pemahaman yang bermanfaat bagi mereka.Oleh karena itu, mereka adalah tuli dan tidak mendengar kebenaran dengan pendengaran kepahaman dan penerimaan, mereka itu buta, yang tidak melihat dalam rangka mengambil pelajaran, mereka itu bisu, yang tidak dapat berbicara dengan hal yang baik bagi mereka. Dan penyebab dari semua itu adalah karena mereka tidak memiliki akal yang sehat, akan tetapi mereka adalah sebuah bodohnya manusia dan se dungu dungu nya orang. Apakah seseorang yang berakal akan ragu bahwa orang yang diserahkan kepada petunjuk dan menjauh dari kerusakan, dilarang terjun ke dalam siksaan, ia diperintahkan kepada kebaikan, keberhasilan, kemenangan dan kenikmatan untuknya, lalu ia bermaksiat kepada orang yang menasehatinya, berpalinglah dari perintah Rabbnya, menerobos ke dalam api neraka meski ia tahu dan mengikuti kebatilan serta membuang kebenaran, bahwa yang seperti inilah yang tidak memiliki pegangan akal? dan bahwasanya bila disertai dengan sifat makar, tipu daya, dan penipuan, maka sesungguhnya ia adalah manusia yang paling dungu.
Sumber: https://tafsirweb.com/656-surat-al-baqarah-ayat-171.html
Tafsir Al-Wajiz
171. Dan gambaran orang yang menasehati orang-orang kafir yang meniru bapak-bapak mereka itu dan menyeru mereka menuju keimanan, yaitu Nabi ﷺ itu seperti penggembala yang meneriaki unta dan kambing, namun mereka tidak dapat mendengarkan kecuali dia menyeru dari dekat supaya mereka datang, berjalan, atau supaya terkendali. Dan seruan dari jauh itu hanya menyia-nyiakan suara saja.Apa yang dia ucapkan tidak mereka pahami. Mereka tuli tidak bisa mendengar kebenaran, bisu tidak bisa mengucapkan kebaikan, dan buta penglihatan sehingga tidak bisa membedakan sesuatu dengan jelas. Bahkan mereka memandu orang lain sebagaimana memandu hewan, jadi bagaimana bisa mereka berpikir tentang sesuatu yang diucapkan kepada mereka, atau memahami panggilan kebenaran dan keimanan?!
Sumber: https://tafsirweb.com/656-surat-al-baqarah-ayat-171.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 170-171 Allah berfirman, (Dan apabila dikatakan kepada mereka) yaitu orang-orang kafir dari kalangan orang-orang musyrik: (kutilah apa yang telah diturunkan Allah) kepada RasulNya, dan tinggalkanlah apa yang telah menjadi kebiasaan kalian berupa kesesatan dan kebodohan.Mereka menjawab dalam pembelaan mereka, ("(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati) yaitu kami dapati (dari (perbuatan) nenek moyang kami") yaitu menyembah berhala dan para sekutu Tuhan. Allah سبحانه وتعالى berfirman untuk mengingkari jawaban mereka, (walaupun nenek moyang mereka itu) yaitu orang-orang yang mereka ikuti jejaknya walaupun mereka (tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?") yaitu tidak memiliki pemahaman dan petunjuk. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini turun terkait sekelompok Yahudi yang diajak Rasulullah ﷺ masuk Islam, lalu mereka menjawab, ("(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami") Lalu Allah menurunkan ayat ini.Kemudian Allah memberikan perumpamaan untuk mereka, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk) (Surah An-Nahl: 60).Lalu Allah berfirman, (Dan perumpamaan orang-orang kafir) yaitu karena kesesatan dan kebodohan mereka itu seperti binatang yang keluar berjalan dan tidak paham terhadap sesuatu yang dikatakan kepadanya. bahkan jika gembala memanggilnya (yaitu untuk mengarahkanya) ia tidak akan memahami panggilan itu; ia hanya mendengar suara saja.Demikianlah yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Abu Al-‘Aliyah, Mujahid, ‘Ikrimah, ‘Atha’, Al-Hasan, Qatadah, ‘Atha Al-Khurasani, dan Ar-Rabi' bin Anas. Dikatakan bahwa perumpamaan yang dibuat ini seperti doa mereka untuk berhala-berhala yang bisa mendengar, tidak bisa melihat, dan tidak memiliki akal untuk berpikir tentang apapun. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ibnu Jarir dan merupakan pendapat pertama yang lebih baik, karena berhala-berhala tersebut memang tidak bisa mendengar, melihat, atau memahami, serta tidak memiliki kehidupan.Allah سبحانه وتعالى berfirman, (Mereka tuli, bisu dan buta) yaitu mereka tuli dari mendengar kebenaran, bisu karena tidak bisa memahaminya; dan juga buta dari jalan yang benar (maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti) yaitu mereka tidak bisa memikirkan dan memahami apapun sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman (Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah pekak, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (kesesatannya), niscaya disesatkan-Nya. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi-Nya petunjuk), niscaya Dia menjadikan-Nya berada di atas jalan yang lurus (39)) (Surah Al-An’am)
Sumber: https://tafsirweb.com/656-surat-al-baqarah-ayat-171.html
Informasi
Surat
البقرة (Al-Baqarah)
Sapi — 286 ayat
Tempat Turun
Madaniyah
Ayat ke-
171 dari 286 ayat
Juz
Juz 2
Halaman
Halaman 26
Ruku
Ruku 22
Manzil
Manzil 1
Hizb
Hizb 5 (10/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-178 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-2