Kembali ke Surat Ibrahim

ابرٰهيم (Ibrahim)

Surat ke-14, Ayat ke-34

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ ࣖ

Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).

📚 Tafsir Al-Muyassar

Dan Dia telah memberikan kepada kalian dari setiap yang kalian minta. Dan jika kalian menghitung nikmat-nikmat Allah pada kalian, kalian tidak akan sanggup menghitung dan membilangnya, karena jumlahnya yang banyak dan bervariatif, sesungguhnya manusia benar-benar banyak berbuat kezhaliman terhadap dirinya lagi banyak ingkar terhadap nikmat-nikmat tuhannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4080-surat-ibrahim-ayat-34.html

📚 Tafsir as-Sa'di

34. “Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya”, Allah memberikan kepada kalian segala hal yang berhubungan dengan angan-angan dan kebutuhan kalian yang kalian mohonkan kepadaNya, baik melalui gerak-gerik kalian atau dengan pernyataan verbal berupa hewan-hewan ternak, alat-alat (piranti), produk-pruduk dan lain sebagainya. “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya”, apalagi berkaitan dengan pelaksanaan syukur kalian terhadapnya “SEsungguhnya manusia itu, sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”, maksudnya sifat ini merupakan tabiat manusia, di mana dia berbuat zhalim dan nekad melakukan maksiat-maksiat, lalai Dallam memenuhi hak-hak Allah, sering mengingkari nikmat-nikmat Allah, tida mensyukurinya, tidak mengakuinya, kecuali orang-orang yang diberi hidayah oleh Allah, hingga mau bersyukur atas nikmat-nikmatNya, dan menyadari hak Rabbnya (atas dirinya) dan menjalankannya. Pada beberapa ayat ini, terdapat keterangan mengenai berbagai macam nikmat Allah yang banyak kepada hamba, baik terperinci ataupun global. Allah mengajak para hambaNya untuk berbuat syukur kepadaNya dan mengingatNya serta menganjurkan mereka untuk itu, mendorong untuk meminta dan berdoa kepadaNya di waktu-waktu malam dan siang hari, sebagaimana (timbal baliknya) bahwa nikmatNya akan datang berulang-ulang di segala waktu.

Sumber: https://tafsirweb.com/4080-surat-ibrahim-ayat-34.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

34. Dan Allah telah memberi segala sesuatu yang kalian inginkan melalui keadan dan ucapan kalian dan sesuatu yang tidak kalian inginkan (namun dibutuhkan). Jika kalian mau menghitung nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada kalian, maka kalian tidak akan bisa menghitung jumlahnya dan tidak akan cukup syukur atas segala sesuatu yang diinginkan itu.

Namun manusia itu menzalimi diri sendiri dengan tidak mau mensyukuri nikmat. Karena sangat ingkar dan menyangkal nikmat Allah, sehingga tidak mensyukurinya

Sumber: https://tafsirweb.com/4080-surat-ibrahim-ayat-34.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 32-34 Allah SWT menyebutkan nikmat-nikmatNya atas makhlukNya, bahwa Dia telah menciptakan untuk mereka langit sebagai atap yang dipelihara, dan bumi sebagai hamparan. dan menurunkan air dari langit. Maka Kami menumbuhkan dengan air itu berbagai jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam, yaitu buah-buahan dan hasil tanaman yang bermacam-macam warna, bentuk, rasa, aroma, dan manfaatnya. Allah menundukkan bahtera sehingga dapat mengapung di atas air laut dan berlayar melewatinya dengan izin Allah SWT.

Dia juga menundukkan laut untuk membawa bahtera itu agar para musafir menempuh jalan laut dari suatu daerah ke daerah yang lain untuk mengangkut kebutuhan mereka dari sini ke sana dan dari sana ke sini. Dia juga menundukkan sungai-sungai yang membelah bumi dari suatu daerah ke daerah lain sebagai rezeki untuk hamba-hambaNya berupa air minum, pengairan, dan lainnya yang beragam manfaatnya (Dan Dia telah menundukkan (pula) bagi kalian matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya)) yaitu, keduanya beredar tanpa jhenti malam dan siang hari (Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan, dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya (40)) (Surah Yasin) Matahari dan bulan, malam dan siang saling bergantian.

Terkadang bagian ini mengambil bagian itu sehingga menjadi bertambah panjang. Kemudian terkadang yang itu mengambil bagian yang ini sehingga waktunya menjadi pendek (Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan) (Surah Luqman: 29) Firman Allah: (Dan Dia telah memberikan kepada kalian (keperluan kalian) dari segala apa yang kalian mohonkan kepadaNya) yaitu, Allah menyediakan bagi kalian apa yang kalian butuhkan dalam semua keadaan sesuai dengan yang kalian minta kepadaNya.

Sebagian ulama salaf berkata yaitu dari semua yang kalian minta dan yang tidak kalian minta kepadaNya. Sebagian mereka membacanya "Dan Dia telah memberikan kepada kalian keperluan kalian dari segala apa yang kalian minta kepadaNya”. Firman Allah: (Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kalian menghinggakannya) Allah SWT memberitahukan ketidakmampuan hamba-hambaNya untuk menghitung nikmat-nikmat yang dianugerahkan, terlebih lagi untuk mensyukurinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4080-surat-ibrahim-ayat-34.html

Informasi Tambahan

Juz

13

Halaman

260

Ruku

215

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved