ابرٰهيم (Ibrahim)
Surat ke-14, Ayat ke-42
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ
Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak,
📚 Tafsir Al-Muyassar
Dan janganlah kamu wahai rasul, sekali-kali mengira bahwa sesungguhnya Allah lalai terhadap hal-hal yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim, berupa mendustakan dirimu dan rasul-rasul selain kamu, dan melancarkan gangguan terhadap kaum mukmimin dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya. Sesungguhnya siksaan mereka di tangguhkan sampai hari yang dahsyat, yang pada saat itu mata-mata mereka terbelalak keatas dan tidak terpejam, karena keadaan yang amat menakutkan yang mereka saksikan. Disini terkandung hiburan bagi rasulullah Muhammad .
Sumber: https://tafsirweb.com/4088-surat-ibrahim-ayat-42.html
📚 Tafsir as-Sa'di
42. Ini adalah ancaman keras bagi orang-orang yang berbuat aniaya sekaligus sebagai penghibur hati bagi orang-orang yang menjadi obyek penganiayaan. Allah berfirman, “Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim”, (fakta menyatakan) Allah masih memberikan kesempatan bagi mereka, dan mencurahan berbagai jenis rizki, serta membiarkan mereka bebas bergerak di negeri-negeri dalam keadaan aman lagi tenang.
Hal itu bukan menjadi pertanda baiknya kondisi mereka. Karena Allah sedang menunda waktu dan memberikan kesempatan bagi orang-orang yang berbuat aniaya, agar dosanya semakin menumpuk. Sampai akhirnya, ketika Allah menyiksanya, maka dia tidak dapat berkutik lagi.
"Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras." (Hud:102) Kezhaliman disini mencakup setiap bentuk kezhaliman antara seorang hamba dengan Rabbnya dan kezhalimannya kepada sesama. “Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak”, maksudnya matanya tidak bergerak sekalipun karena dahsyatnya keadaan yang dia lihat, berupa kengerian-kengerian. Betapa merisaukan malapetaka di sana!
Sumber: https://tafsirweb.com/4088-surat-ibrahim-ayat-42.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
42. Wahai Rasul, jangan sampai kamu menganggap bahwa Allah melupakan azab yang pantas bagi orang-orang zalim yang kafir dari penduduk Mekah dan penduduk lainnya karena telah menentang dakwahmu, memfitnahmu dan menolak agamamu. Sesungguhnya Dia (Allah) mengakhirkan balasan dan azab mereka sampai hari dimana penglihatan mereka lenyap dan tidak berada pada tempatnya, karena ketakutan terhadap apa yang dilihat pada hari itu
Sumber: https://tafsirweb.com/4088-surat-ibrahim-ayat-42.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 42-43 Allah SWT berfirman (Dan janganlah sekali-kali kamu menduga) wahai Muhammad, janganlah kamu menduga bahwa Allah melupakan perbuatan orang-orang yang zalim, yaitu janganlah kamu menduga bahwa jika Dia menangguhkan mereka itu berarti Dia melupakan dan membiarkan mereka sehingga Dia belum menghukum mereka karena perbuatan mereka, melainkan Dia menghitung perbuatan zalim mereka dengan perhitungan yang sangat rinci. (Sesungguhnya Allah memberi tangguh mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak) yaitu karena kedahsyatan dari kengerian hari kiamat. Kemudian Allah SWT menyebutkan bagaimana kebangkitan mereka dari kuburan mereka dan bersegeranya mereka menuju padang Mahsyar. Lalu Allah berfirman: (mereka datang bergegas-gegas) yaitu bersegera, sebagaimana Allah SWT berfirman: (dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, “Ini adalah hari yang sulit”) (Surah Al-Qamar: 8) dan (Pada hari itu mereka mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat) tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih, sehingga yang kamu dengar hanyalah bisik-bisik.) (Surah Thaha: 108) sampai firmanNya: (Dan semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Hidup dan Yang Berdiri Sendiri) (Surah Thaha: 111) serta ((yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera) (Surah Al-Ma'arij: 43).
Terkait firman Allah: (dengan mengangkat kepalanya) Ibnu Abbas, Mujahid, dan lainnya berkata yaitu mengangkat kepala mereka (sedangkan mata mereka tidak berkedip-kedip) yaitu, pandangan mereka yang terus tertuju, dimana mereka tidak berkedip sesaat karena banyaknya sesuatu yang terjadi di dalamnya berupa kengerian, dan ketakutan yang menimpa diri mereka. Kami memohon perlindungan kepada Allah agungnya hal itu. Oleh karena itu Allah berfirman (dan hati mereka kosong) yaitu hati mereka kosong, tidak ada apa-apa di dalamnya karena sangat takut.
Qatadah dan mayoritas ulama berkata bahwa hati mereka kosong, karena jika hati itu sampai tenggorokan, maka ia keluar dari tempatnya karena sangat takut. Sebagian ulama berkata (kosong) yaitu rusak tidak menyadari sesuatu apapun karena kedahsyatan apa yang diberitahukan Allah tentang mereka, kemudian Allah berfirman kepada Rasulullah SAW.
Sumber: https://tafsirweb.com/4088-surat-ibrahim-ayat-42.html
Informasi Tambahan
Juz
13
Halaman
260
Ruku
217