Kembali ke Surat Al-Hijr

الحجر (Al-Hijr)

Surat ke-15, Ayat ke-6

وَقَالُوْا يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْ نُزِّلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ اِنَّكَ لَمَجْنُوْنٌ ۗ

Dan mereka berkata, “Wahai orang yang kepadanya diturunkan Al-Qur'an, sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar orang gila.

📚 Tafsir Al-Muyassar

6-7. Orang-orang yang mendustakan Muhammad berkata sebagai ejekan, ”wahai orang yang diturunkan padanya al-qur’an, sesungguhnya kamu orang yang kehilangan akal sehat. Mengapa kamu tidak mendatangkan malaikat kepada kami, bila kamu memang berkata benar, untuk bersaksi mendukungmu bahwa sesungguhnya Allah telah mengutusmu?

Sumber: https://tafsirweb.com/4156-surat-al-hijr-ayat-6.html

📚 Tafsir as-Sa'di

6. maksudnya, orang orang mukadzdzibin (yang mendustakan) berkata kepada Muhammad dalam rangka untuk mengejek dan memperolok beliau, ”hai orang yang diturunkan al qur’an kepadanya” menurut persangkaanmu ”sesungguhnya kamu benar benar orang yang gila” sebab engkau mengira kami akan mengikutimu dan menyingkirkan kebudayaan kebudayaan nenek moyang kami hanya dengan ucapanmu saja.

Sumber: https://tafsirweb.com/4156-surat-al-hijr-ayat-6.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

6. Mereka orang musyrik berkata dengan maksud mengolok: “Hai orang-orang yang diturunkan Al Quran, sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4156-surat-al-hijr-ayat-6.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 6-9 Allah SWT memberitahukan tentang kekafiran dan pembangkangan mereka dalam ucapan mereka: (Hai orang yang diturunkan Al-Qur’an kepadanya) yaitu orang yang mengakui hal itu (sesungguhnya kamu benar-benar orang yang gila) yaitu dalam seruanmu kepada kami agar mengikutimu dan meninggalkan apa yang kami dapati dari nenek moyang kami (Mengapa kamu tidak) mengapa kamu tidak (mendatangkan malaikat kepada kami) yaitu para malaikat yang bersaksi atas kebenaran dari apa yang kamu bawa jika kamu termasuk orang-orang yang benar. Sebagaimana yang dikatakan oleh Fir’aun: (Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya? (53)) (Surah Az-Zukhruf) dan (Berkatalah orang-orang yang tidak menanti-nanti pertemuannya) dengan Kami, "Mengapakah tidak diturunkan kepada kita malaikat atau (mengapa) kita (tidak) melihat Tuhan kita?" Sesungguhnya mereka memandang besar tentang diri mereka dan mereka benar-benar telah melampaui batas (dalam melakukan) kezaliman (21) Pada hari mereka melihat malaikat di hari itu tidak ada kabar gembira bagi orang-orang yang berdosa dan mereka berkata, "Hijram Mahjura” (Surah Al-Furqan) Demikian juga Allah berfirman dalam ayat ini: (Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar (untuk membawa azab) dan tiadalah mereka ketika itu diberi tangguh) Mujahid berkata tentang firman Allah SWT: (Kami tidak menurunkan malaikat melainkan dengan benar) dengan membawa risalah dan azab.

Kemudian Allah SWT menetapkan bahwa Dia adalah Dzat yang menurunkan Al-qur'an, dan Dia adalah yang Dzat memeliharanya dari perubahan dan penggantian. Di antara ulama ada yang mengembalikan dhamir dalam firmanNya, (Lahu Lahafizun) kepada nabi Muhammad SAW, sebagaimana firmanNya: (Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia) (Surah Al-Maidah: 67) dan makna yang pertama lebih utama karena tampak jelas dengan konteks ayat.

Sumber: https://tafsirweb.com/4156-surat-al-hijr-ayat-6.html

Informasi Tambahan

Juz

14

Halaman

262

Ruku

218

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved