البقرة (Al-Baqarah)
Surat ke-2, Ayat ke-175
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالْهُدٰى وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَآ اَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ
Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
📚 Tafsir Al-Muyassar
Orang-orang yang berkarakter dengan sifat-sifat ini mereka telah menukarkan hidayah dengan kesesatan dan ampunan Allah dengan siksaan Nya. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka dengan tindakan melakukan perbuatan-perbuatan para penghuni neraka!! Allah heran dengan keberanian mereka melakukan perbuatan itu, maka heranlah kalian –wahai manusia- dari keberanian mereka ini, dan “kesabaran” mereka atas siksaan api neraka dan tempat tinggal mereka di sana.
Ini merupakan bentuk penghinaan kepada mereka dan menganggap remeh dengan urusan mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/664-surat-al-baqarah-ayat-175.html
📚 Tafsir as-Sa'di
174-175. Ini merupakan ancaman keras terhadap orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan oleh Allah kepada rasul rasulNya dari ilmu yang telah diambil ikatan janji oleh Allah atas para ulama agar menjelaskan ilmu itu kepada manusia dan tidak menyembunyikannya. Maka barangsiapa yang menggantikannya dengan tujuan-tujuan duniawi lalu mencampakan perintah Allah, maka orang-orang itu “sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api,” karena harga yang mereka dapatkan itu mereka peroleh dengan jalan pencaharian yang paling jelek dan paling diharamkan, maka balasan mereka adalah sejenis dengan perbuatan mereka, “dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat,” bahkan Allah murka kepada mereka dan berpaling dari mereka dan ini lebih besar bagi mereka daripada siksa neraka, “dan tidak menyucikan mereka,” maksudnya, tidak menyucikan mereka dari akhlak akhlak yang hina, mereka tidak memiliki perbuatan-perbuatan yang pantas untuk dipuji, diridhai dan diberi pahala, mereka tidak disucikan karena mereka melakukan perbuatan yang menjadi sebab tidak adanya penyucian, yang mana penyebab-penyebabnya paling besarnya adalah mengamalkan kitabullah, mengambil petunjuk darinya dan berdakwah kepadanya, namun mereka malah mencampakan kitabullah, berpaling darinya, dan mereka lebih memilih kesesatan daripada petunjuk dan lebih memilih adab daripada ampunan.
Maka tidaklah patut bagi mereka kecuali neraka, lalu bagaimana mereka dapat bersabar padanya? dan bagaimana ketegaran mereka didalamnya?
Sumber: https://tafsirweb.com/664-surat-al-baqarah-ayat-175.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
175. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan ayat-ayat yang diturunkan oleh Allah itu adalah orang-orang yang membeli kesesatan dengan hidayah di dunia, dan ampunan dengan siksa di akhirat. Alangkah beraninya mereka menantang azab neraka dengan menyembunyikan kebenaran dan mengingkari risalah nabi Muhammad SAW.
Sumber: https://tafsirweb.com/664-surat-al-baqarah-ayat-175.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 174-176 Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab) yaitu orang-orang Yahudi yang menyembunyikan deskripsi tentang nabi Muhammad SAW dalam kitab-kitab yang berada pada mereka, berupa sesuatu yang memberi kesaksian atas risalah dan kenabiannya. Mereka menyembunyikan hal ini agar posisi kepemimpinan mereka dan hadiah-hadiah yang diberikan oleh orang Arab kepada mereka tidak hilang. Mereka takut (Allah melaknat mereka) bahwa jika mereka memperlihatkannya, maka orang-orang akan mengikutinya dan meninggalkan mereka.
Jadi mereka menyembunyikan hal ini untuk menjaga posisi dan keuntungan yang telah mereka peroleh, meskipun keuntungan itu kecil. Mereka menjual diri mereka dengan hal itu, mereka mengganti petunjuk, ikut dalam kebenaran, kepercayaan Rasulullah, dan keimanan kepada apa datang dari Allah dengan keuntungan yang sedikit. Akibatnya, mereka merugi di dunia dan akhirat.
Adapun di dunia, Allah telah menampakkan kepada hamba-hambaNya tentang kebenaran RasulNya melalui tanda-tanda dan bukti-bukti yang jelas. Orang-orang yang takut untuk mengikutinya telah membenarkannya, dan mereka menjadi bantuannya dalam pertempuran melawan mereka yang mendustakan. Mereka mendapatkan murka di atas murka, dan Allah telah melaknat mereka dalam kitabNya dalam banyak ayat selain ini.
Di antara ayat tentang mereka adalah: (Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah)),yaitu, mengorbankan kehidupan dunia. (mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api) yaitu, mereka hanya memakan sesuatu yang mereka makan akibat dari perbuatan menyembunyikan kebenaran, yaitu api yang menyala di perut mereka pada hari kiamat. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka) (10)) (Surah An-Nisa':10).
Dalam hadits shahih diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa yang makan atau minum dari peralatan emas dan perak, sesungguhnya api neraka Jahanam sedang menyala-nyala dalam perutnya” Firman Allah SWT: (dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih). Ini karena Allah murka kepada mereka, karena mereka menyembunyikannya padahal mereka tahu, dan mereka pantas mendapatkan kemurkaan itu. Jadi Allah tidak akan memandang mereka dan tidak akan mensucikan mereka, yaitu tidak akan memuji mereka.
Sebaliknya, Dia akan menyiksa mereka dengan siksa yang pedih. Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW: “Tiga orang yang Allah tidak akan berbicara dengan mereka, tidak akan memandang mereka, dan tidak akan mensucikan mereka, dan bagi mereka siksa yang pedih; orang tua yang berzina, penguasa yang berdusta, dan orang miskin yang sombong” Kemudian Allah SWT berfirman tentang mereka dengan memberitahukan: (Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk) yaitu mereka menukar petunjuk dengan kesesatan, yaitu sesuatu yang tercatat dalam kitab-kitab mereka mengenai deskripsi tentang Rasulallah, pengutusannya, dan kabar gembira tentangnya dari kitab-kitab para nabi dan para pengikutnya, dan membenarkannya. Mereka menggantinya dengan kesesatan, yaitu mendustakannya, mengingkarinya, dan menyembunyikan sifat-sifatnya yang ada dalam kitab-kitab mereka. (dan siksa dengan ampunan) yaitu mereka menukar ampunan dengan siksaan, yaitu mereka melakukan sesuatu yang menjadi penyebab siksa itu yang telah disebutkan.
Firman Allah SWT: (Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka) Allah SWT memberitahukan bahwa mereka berada dalam siksaan yang sangat berat dan luar biasa. Dia terkesan dengan keberanian dan kesabaran mereka dalam menghadapi siksaan yang berat ituyang berupa, siksaan, hukuman, dan belenggu. Semoga Allah melindungi kita dari hal itu.
Dikatakan bahwa makna firmanNya: (Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka) adalah: Maka betapa lamanya mereka terus menerus berbuat maksiat yang menyebabkan mereka masuk neraka. Firman Allah SWT: (Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran) yaitu, mereka pantas mendapatkan siksaan yang keras ini karena Allah SWT telah menurunkan kepada RasulNya, nabi Muhammad SAW dan kepada para nabi sebelumnya kitab-kitabNya dengan membenarkan kebenaran dan meniadakan kebathilan. Namun, mereka meremehkan ayat-ayat Allah.
Padahal kitab mereka memerintahkan mereka untuk menampakkan pengetahuan yang mereka miliki dan menyebarkannya, tapi mereka menyimpang dari hal itu dan mendustakannya. Sedangkan Rasullullah SAW yang menjadi penutup para nabi ini mengajak mereka kepada Allah SWT, memerintahkan mereka untuk berbuat kebaikan, dan melarang mereka berbuat kemunkaran, namun mereka berpaling darinya, menentangnya dan menyembunyikan deskripsi tentangnya, lalu mereka meremehkan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada para rasulNya. Oleh karena itu, mereka pantas mendapatkan siksaan dan hukuman. karena itu Allah SWT berfirman: (Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran) (176))
Sumber: https://tafsirweb.com/664-surat-al-baqarah-ayat-175.html
Informasi Tambahan
Juz
2
Halaman
26
Ruku
22