الحجر (Al-Hijr)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Ibrahim) berkata
وَمَنْ
dan siapa/orang
يَّقْنَطُ
ia berputus asa
مِنْ
dari
رَّحْمَةِ
rahmat
رَبِّهٖٓ
Tuhannya
اِلَّا
kecuali
الضَّاۤلُّوْنَ
orang-orang yang sesat
﴿٥٦﴾
Dia (Ibrahim) berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang yang sesat.”
1858 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
56-57. Ibrahim berkata, “Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya kecuali orang-orang yang keliru yang berpaling dari jalan kebenaran.” Ibrahim berkata, “ Apakah perkara penting yang kalian datang karenanya yang datang dari Allah wahai para utusan?”
Sumber: https://tafsirweb.com/4206-surat-al-hijr-ayat-56.html
Tafsir as-Sa'di
56. maka Ibrahim menjawab mereka dengan menuturkan “tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabbnya, kecuali orang orang yang sesat” yaitu orang orang yang tidak mempunyai bekal ilmu apapun tentang Rabb mereka dan kesempurnaan kekuasanNya. Sementara itu, orang yang telah Allah karuniai hidayah dan ilmu yang agung, maka tidak ada celah baginya untuk berputus asa kepadaNya. Pasalnya, ia mengetahui dengan porsi banyak mengenai berbagai macam sebab kausalitas dan prasarana, serta jalur jalur menuju rahmat Allah.Berikutnya pasca menyampaikan kabar gembira ini, Ibrahim mengetahui bahwa para malaikat itu diutus untuk sebuah misi yang penting,
Sumber: https://tafsirweb.com/4206-surat-al-hijr-ayat-56.html
Tafsir Al-Wajiz
56. Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat dari jalan kebenaran. Orang kafir yang tidak mengetahui kesempurnaan kuasa Allah dan keluasan rahmat-Nya.” Itu menunjukkan atas kebiasaan mempunyai anak dalam usia tua adalah hal mustahil, bukan pada kuasa Allah
Sumber: https://tafsirweb.com/4206-surat-al-hijr-ayat-56.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 51-56 Allah سبحانه وتعالى berfirman wahai Muhammad beritakanlah kepada mereka tentang kisah: (tamu-tamu Ibrahim) Kata “Ash-dhaifu” dipakai untuk bentuk tunggal dan bentuk jamak, seperti kata “Az-zuur” dan “As-safru”, dan bagaimana (masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salam.”Berkata Ibrahim, "Sesungguhnya kami merasa takut kepada kalian”) yaitu mereka takut. Disebutkan bahwa rasa takutnya muncul pada diri mereka ketika dia melihat tangan mereka tidak mau pada sesuatu yang ada disediakan kepada mereka berupa jamuan, yaitu anak sapi gemuk yang dipanggang (Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut”) yaitu janganlah takut (Lalu mereka menyampaikan berita gembira kepada Ibrahim bahwa dia akan mendapat seorang anak yang alim) (Surah Adz-Dzariyat: 28) yaitu nabi Ishaq, sebagaimana yang disebutkan dalam surah Hud.Kemudian nabi Ibrahim (berkata) dengan heran, karena usia lanjutnya, dan usia lanjut istrinya, dan dengan diwujudkannya janji itu: (Apakah kalian memberi kabar gembira kepadaku, padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kalian kabarkan ini?) Lalu mereka menjawabnya seraya menegaskan kepastian dari kejadian berita gembira itu setelah berita gembira itu disampaikan: (Mereka menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa” (55)) Sebagian ulama membacanya “Al-Qanithin” Lalu nabi Ibrahim menjawab mereka, bahwa sesungguhnya dia tidak berputus asa, tetapi berharap kepada Allah terhadap anak, meskipun usianya telah lanjut, begitu juga istrinya. Sesungguhnya nabi Ibrahim mengetahui kekuasaan dan rahmat Allah yang lebih besar dari hal itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/4206-surat-al-hijr-ayat-56.html
Informasi
Surat
الحجر (Al-Hijr)
Hijr — 99 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
56 dari 99 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 265
Ruku
Ruku 221
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 53 (106/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1858 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-15