الحجر (Al-Hijr)
Per AyatMushaf
قَالَ
(Luth) berkata
هٰٓؤُلَاۤءِ
mereka ini
بَنٰتِيْٓ
puteri-puteriku
اِنْ
jika
كُنْتُمْ
kalian adalah
فٰعِلِيْنَۗ
orang-orang yang melakukan
﴿٧١﴾
Dia (Lut) berkata, “Mereka itulah putri-putri (negeri)ku (nikahlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat.”
1873 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Luth berkata kepada mereka, ”Ini putri-putriku, nikahilah mereka, jika kalian ingin memenuhi syahwat kalian.” Beliau menyebut wanita-wanita sebagai putri-putrinya, karena Nabi suatu umat berkedudukan sebagai ayah mereka. Dan janganlah kalian berbuat hal yang diharamkan Allah atas kalian, yaitu menyetubuhi lelaki-lelaki.”
Sumber: https://tafsirweb.com/4221-surat-al-hijr-ayat-71.html
Tafsir as-Sa'di
71-72. “luth berkata” kepada mereka lantaran semakin gentingnya keadaan yang menghimpitnya ”inilah putri putri (negeriku) (kawinlah dengan mereka) jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”, mereka tidak mempedulikan penuturannya. karena itu, Allah berkata kepada RasulNya, Muhammad ”demi umurmu (Muhammad) sesungguhnya mereka terombang ambing di dalam kemabukan (kesesatan)” kemabukan (mereka) ini, adalah mabuk cinta untuk melakukan perbuatan keji yang mana mereka itu sudah tidak mempedulikan cercaan dan celaan atas perbuatan itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/4221-surat-al-hijr-ayat-71.html
Tafsir Al-Wajiz
71. Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku, kawinlah dengan mereka, jika kamu hendak berbuat secara yang halal, serta jangan berbuat jahat kepada tamuku”
Sumber: https://tafsirweb.com/4221-surat-al-hijr-ayat-71.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 67-72 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kedatangan kaum nabi Luth kepadanya ketika mereka mengetahui tamu-tamunya yang berwajah tampan, dan mereka datang kepada nabi Luth dengan perasaan yang sangat gembira karena tamu-tamunya itu (Luth berkata, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kalian memberi malu (kepadaku) (68) dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina” (69)) Hal ini dikatakan oleh nabi Luth sebelum dia mengetahui bahwa tamu-tamunya itu adalah utusan Allah, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam konteks surah Hud. Adapun di sini penyebutan bahwa mereka adalah utusan-utusan Allah didahulukan, lalu Dia menghubungkan dengan penyebutan kedatangan kaumnya dan bantahannya kepada kaumnya. Akan tetapi, huruf “wawu” tidak menunjukkan pengertian tertib, terlebih lagi jika ada dalil yang menunjukkan kebalikannya.Lalu mereka berkata kepadanya sebagai jawaban mereka: (Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?) yaitu, kami tidak melarangmu menerima seorang tamu pun. Lalu nabi Luth memberikan petunjuk kepada mereka kepada wanita-wanita mereka. Tuhan mereka menjadikan untuk mereka apa yang ada pada kaum wanita berupa farji yang diperbolehkan.Telah disebutkan pembahasan hal itu dengan penjelasan tentang itu sehingga tidak butuh diulangi lagi. Semua ini terjadi, dan mereka dalam keadaan lengah dari apa yang ditimpakan dan meliputi mereka berupa ujian, dan apa yang akan ditimpakan kepada mereka di pagi harinya berupa azab yang menetap. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada nabi Muhammad ﷺ: (Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan) (72)) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan menyebut kehidupan Nabi ﷺ dan dalam hal ini terdapat penghormatan yang besar dan kedudukan yang tinggi bagi beliau.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,"Allah tidak menciptakan dan menjadikan makhluk yang lebih mulia daripada nabi Muhammad ﷺ, dan aku belum pernah mendengar Allah bersumpah dengan menyebut kehidupan seseorang selain beliau" Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan). (72)) dia berkata yaitu demi hidup dan usiamu, dan keberadaanmu di dunia (Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)) Qatadah berkata tentang firmanNya, (kemabukan mereka) yaitu dalam kesesatan mereka (mereka terombang-ambing) yaitu bermain-main. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya, (demi hidupmu) kehidupanmu (Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)) dia berkata yaitu terombang-ambing.
Sumber: https://tafsirweb.com/4221-surat-al-hijr-ayat-71.html
Informasi
Surat
الحجر (Al-Hijr)
Hijr — 99 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
71 dari 99 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 266
Ruku
Ruku 222
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 53 (106/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1873 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-15