الحجر (Al-Hijr)

Per AyatMushaf
لَعَمْرُكَ
demi umurmu
اِنَّهُمْ
sesungguhnya mereka
لَفِيْ
sungguh dalam
سَكْرَتِهِمْ
kemabukan mereka
يَعْمَهُوْنَ
mereka bingung
﴿٧٢﴾
(Allah berfirman), “Demi umurmu (Muhammad), sungguh, mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan).”
1874 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

72-73. Allah yang mahapencipta bersumpah dengan siapa saja yang Dia kehendaki dan dengan apa saja yang Dia kehendaki, adapun makhluk, tidak boleh baginya bersumpah kecuali dengan nama Allah, dan (disini) Allah bersumpah dengan hidupnya Muhammad sebagai penghormatan baginya. ”sesungguhnya kaum luth dalam kelalaian yang parah, mereka berjalan tak tentu arah dan semakin tidak terbendung, sampai akhirnya suara petir siksaan menyambar mereka pada waktu terbitnya matahari.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4222-surat-al-hijr-ayat-72.html

Tafsir as-Sa'di

71-72. “luth berkata” kepada mereka lantaran semakin gentingnya keadaan yang menghimpitnya ”inilah putri putri (negeriku) (kawinlah dengan mereka) jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”, mereka tidak mempedulikan penuturannya. karena itu, Allah berkata kepada RasulNya, Muhammad ”demi umurmu (Muhammad) sesungguhnya mereka terombang ambing di dalam kemabukan (kesesatan)” kemabukan (mereka) ini, adalah mabuk cinta untuk melakukan perbuatan keji yang mana mereka itu sudah tidak mempedulikan cercaan dan celaan atas perbuatan itu.

Sumber: https://tafsirweb.com/4222-surat-al-hijr-ayat-72.html

Tafsir Al-Wajiz

72. Allah berfirman dengan sumpah: “Demi umurmu wahai Muhammad, sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan atau kesesatan”

Sumber: https://tafsirweb.com/4222-surat-al-hijr-ayat-72.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 67-72 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kedatangan kaum nabi Luth kepadanya ketika mereka mengetahui tamu-tamunya yang berwajah tampan, dan mereka datang kepada nabi Luth dengan perasaan yang sangat gembira karena tamu-tamunya itu (Luth berkata, "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kalian memberi malu (kepadaku) (68) dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian membuat aku terhina” (69)) Hal ini dikatakan oleh nabi Luth sebelum dia mengetahui bahwa tamu-tamunya itu adalah utusan Allah, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam konteks surah Hud. Adapun di sini penyebutan bahwa mereka adalah utusan-utusan Allah didahulukan, lalu Dia menghubungkan dengan penyebutan kedatangan kaumnya dan bantahannya kepada kaumnya. Akan tetapi, huruf “wawu” tidak menunjukkan pengertian tertib, terlebih lagi jika ada dalil yang menunjukkan kebalikannya.Lalu mereka berkata kepadanya sebagai jawaban mereka: (Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?) yaitu, kami tidak melarangmu menerima seorang tamu pun. Lalu nabi Luth memberikan petunjuk kepada mereka kepada wanita-wanita mereka. Tuhan mereka menjadikan untuk mereka apa yang ada pada kaum wanita berupa farji yang diperbolehkan.Telah disebutkan pembahasan hal itu dengan penjelasan tentang itu sehingga tidak butuh diulangi lagi. Semua ini terjadi, dan mereka dalam keadaan lengah dari apa yang ditimpakan dan meliputi mereka berupa ujian, dan apa yang akan ditimpakan kepada mereka di pagi harinya berupa azab yang menetap. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada nabi Muhammad ﷺ: (Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan) (72)) Allah سبحانه وتعالى bersumpah dengan menyebut kehidupan Nabi ﷺ dan dalam hal ini terdapat penghormatan yang besar dan kedudukan yang tinggi bagi beliau.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata,"Allah tidak menciptakan dan menjadikan makhluk yang lebih mulia daripada nabi Muhammad ﷺ, dan aku belum pernah mendengar Allah bersumpah dengan menyebut kehidupan seseorang selain beliau" Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan). (72)) dia berkata yaitu demi hidup dan usiamu, dan keberadaanmu di dunia (Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)) Qatadah berkata tentang firmanNya, (kemabukan mereka) yaitu dalam kesesatan mereka (mereka terombang-ambing) yaitu bermain-main. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya, (demi hidupmu) kehidupanmu (Sesungguhnya mereka terombang-ambing dalam kemabukan (kesesatan)) dia berkata yaitu terombang-ambing.

Sumber: https://tafsirweb.com/4222-surat-al-hijr-ayat-72.html

Informasi

Surat

الحجر (Al-Hijr)

Hijr — 99 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

72 dari 99 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 266

Ruku

Ruku 222

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 53 (106/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1874 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-15