الحجر (Al-Hijr)

Per AyatMushaf
عَمَّا
tentang apa
كَانُوْا
adalah mereka
يَعْمَلُوْنَ
mereka kerjakan
﴿٩٣﴾
tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu.
1895 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

92-93. Maka demi tuhanmu kami benar-benar akan memperhitungkan perbuatan-perbuatan mereka pada hari kiamat dan kami benar-benar akan memberikan balasan kepada mereka semua, atas perbuatan mereka membagi-bagi al-qur’an dan kebohongan-kebohongan yang mereka ada-adakan serta menyimpangkan dan merubah-rubahnya, dan tindakan lainnya yang mereka lakukan, seperti penyembahan-penyembahan kepada patung-patung maksiat-maksiat dan dosa-dosa. Di sini terkandung peringatan keras dan larangan bagi mereka dari bertahan di atas perbuatan-perbuatan buruk ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/4243-surat-al-hijr-ayat-93.html

Tafsir as-Sa'di

92-93. “maka demi Rabbmu, kami pasti akan menanyai mereka semua” yaitu seluruh orang yang mencercanya, mencelanya, dan mengotak atik serta merubahnya. ”tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu” dalam ayat ini, terdapat ancaman dan celaan keras terhadap mereka dalam menjalankan apa yang mereka kerjakan.

Sumber: https://tafsirweb.com/4243-surat-al-hijr-ayat-93.html

Tafsir Al-Wajiz

92-93. Maka bersumpahlah demi Tuhanmu wahai Nabi, bahwa Kami pasti akan menanyai mereka semua pada hari kiamat atas kemaksiatan mereka dan tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu berupa dusta dan kekafiran. Pertanyaan itu adalah pertanyaan penghinaan

Sumber: https://tafsirweb.com/4243-surat-al-hijr-ayat-93.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 89-93 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan kepada NabiNya ﷺ untuk mengatakan kepada manusia: (Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang menjelaskan) yang jelas peringatannya. Pemberi peringatan kepada manusia tentang azab yang pedih agar tidak menimpa mereka karena mendustakannya, sebagaimana apa yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasulnya, berupa azab dan pembalasan yang diturunkan Allah kepada mereka. Firman Allah: (yang membagi-bagi (Kitab Allah)) yaitu saling bersumpah untuk menentang, mendustakan, dan menyakiti para nabi.Sebagaimana firmanNya tentang berita kaum nabi Shalih, yaitu: (Mereka berkata, "Bersumpahlah kalian dengan nama Allah, bahwa kita sungguh-sungguh akan menyerangnya dengan tiba-tiba beserta keluarganya di malam hari”) (Surah An-Naml: 49) yaitu kita membunuh mereka di malam hari.Mujahid berkata bahwa kata “taqaasamu” bermakna saling bersumpah, (Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh.”Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati") (Surah An-Nahl: 38) dan (Bukankah dahulu (di dunia) kamu telah bersumpah bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa?) (Surah Ibrahim: 44) seakan-akan mereka tidak mendustakan sesuatu dari dunia melainkan mereka bersumpah terhadapnya, sehingga mereka dinamakan orang-orang yang bersumpah.Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, kata “al-muqtasimun” adalah kaum Nabi Shalih yang bersumpah dengan nama Allah bahwa mereka akan membunuhnya di malam hari secara tiba-tiba bersama keluarganya. Firman Allah: ((yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi (91)) yaitu mereka membagi-bagi kitab yang diturunkan kepada mereka. Lalu mereka percaya kepada sebagian dan ingkar kepada sebagian lainnya.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (mereka menjadikan Al-Qur'an itu terbagi-bagi) dia berkata bahwa mereka adalah Ahli Kitab yang membagi-bagi kitab menjadi beberapa bagian, lalu mereka beriman kepada sebagian dan ingkar kepada sebagian lain. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya:. (Sebagaimana (Kami telah memberi peringatan), Kami telah menurunkan (azab) kepada orang-orang yang membagi-bagi (90)) dia berkata yaitu mereka beriman kepada sebagian dan ingkar kepada sebagian lain, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani. Ikrimah berkata, “al-’adhu” adalah sihir, menurut dialek orang-orang Quraisy, mereka mengatakan kata itu untuk wanita penyihir, “Innahaa al-’aadhihah” (Sesungguhnya dia adalah wanita penyihir) Mujahid berkata, yaitu beberapa dari mereka berkata bahwa itu sihir.Mereka juga berkata bahwa itu dukun. Mereka juga berkata bahwa itu dongengan orang-orang dahulu. ‘Atha’ berkata bahwa sebagian mereka berkata bahwa itu adalah penyihir, ada yang berkata orang gila, ada juga yang berkata bahwa itu dukun. Demikian itulah makna kata “Al-'idhin”.Demikian juga diriwayatkan dari Adh-Dhahhak dan lainnya. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Al-Walid bin Al-Mughirah menghimpun sejumlah orang dari kalangan Quraisy, dia adalah orang yang terhormat di antara mereka. Saat itu telah datang musim haji.Lalu dia berkata kepada mereka,"Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya musim haji tahun ini telah tiba, dan sesungguhnya para delegasi dari kalangan orang-orang Arab akan datang kepada kalian, mereka telah mendengar tentang urusan teman kalian ini. Maka bersepakatlah dengannya dalam suatu pendapat, dan janganlah bertentangan, sehingga sebagian dari kalian mendustakan sebagian lainnya, dan pendapat sebagian dari kalian bertentangan dengan sebagian lainnya" Lalu mereka berkata,"Dan engkau, wahai Abdu Asy-Syams, katakanlah pendapatmu kepadan kami dan akan kami jadikan sebagai pegangan yang akan kami katakan nanti" lalu dia bertanya,"Tidak, tetapi kalianlah yang mengatakannya, aku akan mendengarkannya" Mereka berkata, "Dukun" dia berkata, "Dia bukanlah dukun" Mereka berkata,"Dia gila" dia berkata, "Dia tidak gila" Mereka berkata, "Seorang penyair" dia berkata, "Dia bukan penyair" Mereka berkata, "seorang penyihir" dia berkata, "Dia bukan penyihir." Mereka berkata,"Lalu apakah yang kami katakan?" dia berkata, "Demi Allah, sesungguhnya ucapannya benar-benar manis. Tidak sekali-kali kalian mengatakan sesuatu darinya melainkan pasti diketahui bahwa perkataan itu bathil.Dan sesungguhnya pendapat yang paling dekat untuk kalian katakan bahwa dia adalah seorang penyihir" Lalu mereka berpecah belah dalam hal itu Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan firmanNya tentang mereka: ((yaitu) orang-orang yang telah menjadikan Al-Qur’an itu terbagi-bagi (91)) beberapa bagian (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) Mereka adalah orang-orang yang mengatakan hal itu kepada Rasulullah ﷺ Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua (92) tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu (93)) Kemudian Allah berfirman: (Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya (39)) (Surah Ar-Rahman) dia berkata bahwa Allah tidak menanyai mereka,” Apakah kalian mengerjakan ini?" sesungguhnya Dia lebih mengetahui hal itu daripada mereka.Akan tetapi Dia bertanya kepada mereka,"Mengapa kalian mengerjakan hal ini?"

Sumber: https://tafsirweb.com/4243-surat-al-hijr-ayat-93.html

Informasi

Surat

الحجر (Al-Hijr)

Hijr — 99 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

93 dari 99 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 267

Ruku

Ruku 223

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 53 (106/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1895 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-15