Kembali ke Surat An-Nahl

النحل (An-Nahl)

Surat ke-16, Ayat ke-1

اَتٰىٓ اَمْرُ اللّٰهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْهُ ۗسُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ

Ketetapan Allah pasti datang, maka janganlah kamu meminta agar dipercepat (datang)nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Telah dekat terjadinya hari kiamat dan keputusan Allah untuk mengazab kalian (wahai orang-orang kafir), maka janganlah kalain meminta untuk disegerakan datangnya azab itu lantaran hasrat memperolok ancaman rasul kepada kalian. Allah maha suci dari perbuatan syirik dan sekutu-sekutu.

Sumber: https://tafsirweb.com/4349-surat-an-nahl-ayat-1.html

📚 Tafsir as-Sa'di

1. Allah berfirman dalam rangka mendekatkan (waktu) kedatangan ketetapanNYa yang telah Dia janjikan dan memastikan maka janganlah kamu meminta minta agar disegerakan (datang) nya” sesungguhnya ia akan tiba.

Dan setiap sesuatu yang pasti datang, berarti dekat. “Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan” yang berbentuk penisbatan sekutu, anak, istri, padanan, dan lain sebagainya, yang dilekatkan oleh kaum musyrikin kepada Allah, yang tidak pantas dengan keagungan Allah dan menafikan kesempurnaanNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/4349-surat-an-nahl-ayat-1.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

1. Datangnya ketetapan Allah telah menjadi kepastian, yaitu pertolongan kepada nabi dan mengazab orang-orang kafir. Maka janganlah kamu meminta agar disegerakan sebab itu sudah ditetapkan.

Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan dengan berhala-berhala. Orang-orang musyrik telah meminta agar hari kiamat atau kebinasaan bagi mereka disegerakan. Mereka berkata, jika memang perkataan itu benar maka berhala kami akan menolong dan menyelamatkan kami dari itu.

Maka turunlah ayat ini

Sumber: https://tafsirweb.com/4349-surat-an-nahl-ayat-1.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah SWT memberitahukan tentang dekatnya kedatangan hari kiamat, yang hal ini diungkapkan dalam bentuk fi’il madhi yang menunjukkan bahwa hal itu pasti terjadi. Sebagaimana Allah berfirman: (Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (darinya) (1) (Surah Al-Anbiya’) dan (Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan (1)) (Surah Al-Qamar).

Firman Allah: (maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya) yaitu telah dekat hal yang dianggap jauh itu, maka janganlah meminta agar itu disegerakan. Dhamir pada kalimat itu bisa merujuk kepada Allah. Bisa juga merujuk kepada azab, dan keduanya saling menguatkan.

Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedangkan mereka tidak menyadarinya (53) Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahanam benar-benar meliputi orang-orang kafir (54)) (Surah Al-'Ankabut) Kemudian Allah SWT menyucikan DzatNya dari kemusyrikan mereka terhadapNya dengan menyembah tuhan lain bersamaNya, berupa berhala-berhala dan tandingan-tandingan.

Maha Suci dan Maha Tinggi Allah dengan ketinggian yang Maha Besar. Mereka adalah orang-orang yang mendustakan hari kiamat. Lalu Allah SWT berfirman: (Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka perse­kutukan)

Sumber: https://tafsirweb.com/4349-surat-an-nahl-ayat-1.html

Informasi Tambahan

Juz

14

Halaman

267

Ruku

224

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved