النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
اَفَمَنْ
apakah orang/zat
يَّخْلُقُ
menciptakan
كَمَنْ
seperti/sama dengan orang
لَّا
tidak
يَخْلُقُۗ
menciptakan
اَفَلَا
apakah tidak
تَذَكَّرُوْنَ
kamu ingat/mengambil pelajaran
﴿١٧﴾
Maka apakah (Allah) yang menciptakan sama dengan yang tidak dapat menciptakan (sesuatu)? Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
1918 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Apakah pantas kalian menjadikan Allah yang menciptakan segala sesuatu ini dan obyek-obyek ciptaan lainnya dalam keberhakan untuk diibadahi berkedudukan sama dengan tuhan-tuhan fiktif yang tidak menciptakan apapun? tidakah kalian mengingat keagungan Allah, lalu kalian mengesakanNya dalam peribadahan?
Sumber: https://tafsirweb.com/4365-surat-an-nahl-ayat-17.html
Tafsir as-Sa'di
17. setelah Allah menyampaikan tentang makhluk makhluk ciptaanNYa yang besar dan kenikatan kenikmatan yang Allah limpahkan, maka Dia menyebutkan bahwa tidak ada satupun mahkluk yang menyerupaiNya, tiada padanan dan tandingan bagiNYa. Dia berfirman ”maka apakah (Allah) yang menciptakan” seluruh mahkluk ciptaan, dan Dia mahakuasa melaksnakan apa yang dikehendakiNya” sama dengan yang tidak dapat menciptakan” apapun, sedikit maupun banyak. ”maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran” sehingga kalianpun menyadari bahwa satu satunya Dzat yang menciptakan itu adalah Dzat yang paling berhak menerima seluruh ibadah. Sebagaimana halnya Alllah Maha Esa dalam penciptaan dan pengaturan, maka Dia juga Maha Esa dalam penyembahan, pengesaan, dan peribadahan.Seperti halnya, Dia tidak memiliki sekutu, saat menciptakan kalian dan orang lainnya, maka jangan sekali kali kalian menjadikan tandingan tandingan bagiNya dalam peribadahan kepadaNya. bahkan, murnikanlah ibadah bagiNya semata.
Sumber: https://tafsirweb.com/4365-surat-an-nahl-ayat-17.html
Tafsir Al-Wajiz
17. Maka apakah Allah yang telah menciptakan itu semua lalu pantas disamakan dengan yang tidak dapat menciptakan apa-apa yaitu para berhala?. Lalu mengapa kamu tetap tidak mau mengingat kuasa Allah dan juga mengambil pelajaran, sehingga kamu memahami sifat wujud-Nya dan kekuasaan-Nya sehingga kamu menjadi beriman?Artinya bahwa jangan disamakan antara kekuasaan Allah untuk menciptakan berbagai makhluk dengan berhala yang tidak mampu berbuat apa-apa meskipun hanya kecil
Sumber: https://tafsirweb.com/4365-surat-an-nahl-ayat-17.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 14-18 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang penundukan laut yang luas dengan ombaknya yang gemuruh. Allah menyebutkan karuniaNya kepada hamba-hambaNya dengan menundukkan laut untuk mereka sehingga mereka bisa melewatinya dengan menaiki kapal. Dia menciptakan padanya ikan-ikan kecil dan ikan-ikan besar, lalu menghalalkannya bagi hamba-hambaNya untuk dimakan dagingnya, baik dalam keadaan hidup maupun mati, baik dalam keadaan tidak ihram maupun ihram.Allah menciptakan padanya mutiara-mutiara dan perhiasan yang berharga, serta memudahkan bagi hamba-hambaNya dalam mengeluarkannya dari tempatnya untuk perhiasan yang mereka pakai. Allah menundukkan laut untuk mengangkut bahtera-bahtera yang membelah jalan melaluinya. Dikatakan, yaitu membelah angin, kedua makna ini benar. dengan anjungannya, yaitu bagian depan bahtera yang bangunannya agak tinggi, yang telah ditunjukkan Allah kepada hamba-hambaNya dalam pembangunannya melalui jejak kakek moyang mereka, yaitu nabi Nuh, yaitu orang pertama yang menaiki bahtera. dia memiliki pengajaran dalam membangun bahtera, Kemudian manusia mengambil pelajaran ini masa demi masa, generasi demi generasi, dimana mereka menaiki bahtera dari wilayah ke wilayah, dari negeri ke negeri, dan dari daerah ke daerah lain untuk memindahkan barang dari sana ke sini, begitu juga sebaliknya.Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan supaya kalian mencari (keuntungan) dari karunia-Nya dan supaya kalian bersyukur) yaitu nikmat-nikmat dan kebaikan Nya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan tentang bumi dan sesuatu yang Dia tancapkan untuk meneguhkannya dan tidak berguncang, berupa gunung-gunung yang menjulang tinggi dan kokoh yakni mengguncangkan apa yang ada di permukaannya berupa hewan sehingga tidak akan tenang bagi mereka dalam mencari penghidupan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh (32) (Surah An-Nazi'at) Firman Allah: (dan (Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan) yaitu,Dia menciptakan padanya sungai-sungai yang mengalir dari suatu tempat ke tempat lain sebagai rezeki untuk hamba-hambaNya.Sungai itu bersumber dari suatu tempat dan menjadi rezeki bagi orang yang ada di tempat lain. Sungai menempuh berbagai kawasan dan daerah melalui hutan-hutan, padang pasir, dan membelah bukit-bukit dan lembah-lembah, sampai pada suatu negeri yang sungai itu ditundukkan untuk penduduknya yaitu alirannya mengalir di bumi ke arah kanan dan kiri, selatan dan utara, timur dan barat, kecil dan besar alirannya, ada lembah yang diairi dalam suatu waktu, dan di waktu lain tidak diairi, ada yang dari sumber menuju muaranya, ada yang kuat dan lemahnya arusnya sesuai apa yang Dia kehendaki, takdirkan, dan tundukkan. Maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia.Demikian juga DIa menjadikan padanya jalan-jalan yang dapat dilalui dari suatu negeri ke negeri lain, sehingga ada jalan yang membelah gunung, sebagai jalan yang dapat dilalui, Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas) (Surah Al-Anbiya: 31) Firman Allah: (dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan)) yaitu dalil-dalil berupa gunung-gunung yang besar, bukit-bukit yang kecil, dan hal lain yang serupa yang dijadikan para musafir sebagai petunjuk mereka dalam perjalanannya baik di darat maupun di laut ketika mereka tersesat di jalan.Firman Allah: (Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk) yaitu kegelapan malam, Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan kebesaran DzatNya bahwa tidak ada yang patut disembah kecuali Dia, bukan hal lainnya berupa berhala-berhala itu yang tidak bisa membuat apa pun, bahkan mereka dibuat. Oleh karena itu ALlah berfirman: (Maka apakah (Allah) yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran (17)) Kemudian Allah mengingatkan mereka atas banyaknya nikmat-nikmat dan kebaikanNya kepada mereka.Oleh karena itu Allah berfirman: (Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (18)) yaitu memaafkan kalian.Sekiranya kalian dituntut untuk mensyukuri semua nikmatNya, maka kalian tidak mampu melakukannya, dan seandainya kalian diperintahkan untuk itu, maka kalian lemah dan meninggalkannya. Seandainya Dia mengazab kalian, maka Dia mengazab kalian tanpa berbuat zalim terhadap kalian. Akan tetapi, Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, Dia mengampuni dosa-dosa yang banyak dan membalas pahala kebaikan bahkan kecil.Ibnu Jarir berkata, Allah berfirman, sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun atas apa yang ada pada kalian berupa kurangnya bersyukur kepadaNya atas sebagian hal itu jika kalian bertaubat dan kembali kepadaNya dengan melakukan ketaatan kepadaNya serta menempuh jalan yang Dia ridhai. dan Maha Penyayang kepada kalian, Dia tidak mengazab kalian setelah kalian kembali dan bertaubat.
Sumber: https://tafsirweb.com/4365-surat-an-nahl-ayat-17.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
17 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 269
Ruku
Ruku 225
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 54 (107/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1918 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16