Kembali ke Surat An-Nahl

النحل (An-Nahl)

Surat ke-16, Ayat ke-33

هَلْ يَنْظُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَوْ يَأْتِيَ اَمْرُ رَبِّكَ ۗ كَذٰلِكَ فَعَلَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۗوَمَا ظَلَمَهُمُ اللّٰهُ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

Tidak ada yang ditunggu mereka (orang kafir) selain datangnya para malaikat kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Allah tidak menzalimi mereka, justru merekalah yang (selalu) menzalimi diri mereka sendiri.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Kaum musyrikin tidaklah menunggu-nunngu kecuali maliakat yang datang kepada mereka untuk mencabut ruh-ruh mereka dalam keadaaan mereka kfir, atau ketetapan Allah yang datang dengan membawa siksaan yang disegerakan yang membinasakan mereka. Sebagaimana mereka telah mendustakan orang-orang kafir sebelumnya juga telah mendustakan, lalu Allah membinasaakn mereka. Dan tidaklah Allah menzhalimi mereka saat membinsakaan mereka dan menimpakan siksaan pada mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan perbuatan yang menjadikan mereka pantas dikenai siksaan.

Sumber: https://tafsirweb.com/4381-surat-an-nahl-ayat-33.html

📚 Tafsir as-Sa'di

33. Allah berkata “tidaklah mereka (yang didatangi oleh ayat ayat, namun mereka tidak beriman dan telah diingiatkan, namun tidak sudi mengambil pelajaran) menunggu, ”selain dari datangnya para malaikat kepada mereka” untuk mencabut nyawa nyawa mereka ”atau datangnya perintah Rabbmu” dengan membawa siksa yang akan menghampiri mereka. Sesungguhnya mereka sudah pantas untuk diberi siksa. ”demikianlah yang telah diperbuat oleh orang orang (kafir) sebelum mereka” mereka mendustakan dan mengingkari.

Lantas tidak sudi beriman sampai siksaan turun menerjang mereka, ”dan Allah tidak menganiaya mereka” ketika menimpakan siksaan pada mereka “akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri” karena mereka itu diciptakan untuk misi beribadah kepada Allah, agar tempat kembalinya di tempat kemuliaan Allah. Mereka telah berbuat aniaya kepada jiwa jiwa mereka, mengesampingkan tujuan penciptaannya dan menyodorkannya dibawah ancaman kehinaan yang abadi dan kesengsaraan yang selalu membuntuti.

Sumber: https://tafsirweb.com/4381-surat-an-nahl-ayat-33.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

33. Tidak ada yang ditunggu-tunggu oleh orang kafir selain datangnya para malaikat maut kepada mereka atau datangnya perintah Tuhanmu untuk mencabut ruh mereka. Atau mendatangkan azab di dunia yang mereka minta atau azab ketika hari kiamat.

Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang kafir sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri dengan kekafiran dan kemaksiatan

Sumber: https://tafsirweb.com/4381-surat-an-nahl-ayat-33.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 33-34 Allah SWT berfirman seraya mengancam orang-orang musyrik karena mereka terlalu lama dalam kebathilan dan teperdaya oleh dunia, bahwa tidaklah yang mereka tunggu melainkan kedatangan para malaikat kepada mereka untuk mencabut nyawa mereka. Pendapat ini dikatakan oleh Qatadah. (atau datangnya perintah Tuhanmu) yaitu hari kiamat beserta dan kengerian-kengerian yang mereka saksikan. Firman Allah SWT: (Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka) yaitu, demikianlah terlalu lama dalam kemusyrikan mereka, para pendahulu mereka, orang-orang yang setara dan serupa dengan mereka dari kalangan orang-orang musyrik, sehingga mereka merasakan hukuman Allah, dan tertimpa azab serta hukuman Allah (Dan Allah tidak menganiaya mereka) Karena Allah SWT mempunyai alasan yang kuat terhadap mereka dan menegakkan hujjahNya terhadap mereka, yaitu mengutus para rasulNya dan menurunkan kitab-kitabNya (tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri) yaitu menentang para rasul dan mendustakan apa yang mereka sampaikan, maka orang-orang musyrik itu ditimpa hukuman dari Allah atas hal itu (dan mereka diliputi) yaitu, mereka diliputi azab yang pedih (oleh azab yang selalu memperolok-olokan) yaitu mereka memperolok-olokkan para rasul ketika para rasul mengancam mereka dengan hukuman Allah.

Oleh karena itu pada hari kiamat akan dikatakan kepada mereka (Inilah neraka yang dahulu kalian selalu mendustakannya (14)) (Surah Ath-Thur)

Sumber: https://tafsirweb.com/4381-surat-an-nahl-ayat-33.html

Informasi Tambahan

Juz

14

Halaman

270

Ruku

227

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved