النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
وَاَقْسَمُوْا
dan mereka bersumpah
بِاللّٰهِ
dengan Allah
جَهْدَ
sungguh-sungguh
اَيْمَانِهِمْۙ
sumpah mereka
لَا
tidak
يَبْعَثُ
membangkitkan
اللّٰهُ
Allah
مَنْ
orang
يَّمُوْتُۗ
mati
بَلٰى
ya/bahkan
وَعْدًا
janji
عَلَيْهِ
atasnya
حَقًّا
benar
وَّلٰكِنَّ
akan tetapi
اَكْثَرَ
kebanyakan
النَّاسِ
manusia
لَا
tidak
يَعْلَمُوْنَۙ
mereka mengetahui
﴿٣٨﴾
Dan mereka bersumpah dengan (nama) Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh, “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.” Tidak demikian (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dari-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,
1939 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang yang mempersekutukan Allah bersumpah dengan sumpah-sumpah kuat, bahwa sesungguhnya Allah tidak akan membangkitkan orang yang sudah mati setelah jasadnya hancur lagi tercerai berai. justru sebaliknya, Allah akan membangkitkan mereka dengan pasti, sebagai janji yang benar dariNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak menyadari kuasa Allah untuk membangkitkan orang yang telah mati, sehinggga mereka mengingkari perkara tersebut.
Sumber: https://tafsirweb.com/4386-surat-an-nahl-ayat-38.html
Tafsir as-Sa'di
38. Allah memberitahukan kondisi kaum musyrikin yang mendustakan rasulNya bahwasannya mereka “bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh sungguh” maksudnya mereka bersumpah dengan berbagai bentuk sumpah yang kuat lagi tegas untuk mendustakan Allah, bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang orang yang sudah mati, lagi tidak mampu menghidupkan mereka sesudah menjadi debu. Allah berfirman untuk menampik pernyataan dusta mereka “(tidak demikian) bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya)” Dia akan membangkitkan mereka dan menghimpun mereka di hari yang tidak diragukan lagi (kedatangannya) ”sebagai suatu janji yang benar dari Alah” Dia tidak mengingkari dan merubahnya “akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui” diantara contoh kebodohan mereka yang parah, adalah pengingkaran mereka terhadap hari kebangkitan dan pembalasan.
Sumber: https://tafsirweb.com/4386-surat-an-nahl-ayat-38.html
Tafsir Al-Wajiz
38. Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh bahwa: “Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati”. Tidak demikian, bahkan pasti Allah akan membangkitnya, sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia yaitu orang-orang kafir dan penduduk Makkah tidak mengetahui bahwa mereka kelak akan dibangkitkan
Sumber: https://tafsirweb.com/4386-surat-an-nahl-ayat-38.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 38-40 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang musyrik bahwa mereka bersumpah (dengan nama Allah dengan sumpah yang sungguh-sungguh) yaitu mereka bersungguh-sungguh dalam sumpahnya bahwa (Allah tidak akan membangkitkan orang yang telah mati) yaitu, mereka menganggap hal tersebut mustahil, mereka mendustakan para rasul yang menyampaikan berita itu, dan mereka bersumpah menentang hal itu. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman, seraya mendustakan dan membantah mereka: ((Tidak demikian) bahkan) yaitu tidaklah seperti itu (sebagai suatu janji yang benar dari Allah) yaitu pasti terjadi (tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui) yaitu karena ketidaktahuan mereka, maka mereka menentang para rasul dan terjerumus ke dalam kekafiran. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan hikmahNya tentang hari kiamat dan kebangkitan semua jasad pada hari pembalasan. lalu Dia berfirman: (agar Allah menjelaskan kepada mereka) yaitu, kepada manusia (apa yang mereka perselisihkan itu) yaitu segala sesuatunya (supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbual jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga)) (Surah An-Najm: 31) (dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwa mereka adalah orang-orang yang berdusta) yaitu dalam sumpah mereka bahwa Allah tidak akan menghidupkan orang yang mati.Oleh karena itu, pada hari kiamat mereka akan diseru untuk masuk neraka Jahannam dengan digiring, dan Malaikat Zabaniyah berkata kepada mereka: ((Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kalian selalu mendustakannya.” (14) Maka apakah ini sihir? Ataukah kalian tidak melihat? (15) Masuklah kalian ke dalamnya (rasakanlah panas apinya), maka baik kalian bersabar atau tidak, sama saja bagi kalian, kalian hanya diberi balasan terhadap apa yang telah kalian kerjakan (16) (Surah Ath-Thur) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kekuasaanNya atas segala sesuatu yang Dia kehendaki, bahwa tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya di bumi maupun di langit.Sesungguhnya perkara Allah itu ktika Dia menghendaki sesuatu, maka Dia berfirman kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah sesuatu itu. Dan membangkitkan makhluk itu termasuk dalam hal ini. Ketika Allah menghendaki hal itu terjadi, maka Dia hanya memerintahkannya dengan sekali perintah, maka terjadilah sesuai dengan apa yang Dia kehendaki.Sebagaimana Allah berfirman: (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (50)) (Surah Al-Qamar) Dalam ayat ini Allah berfirman: (Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, "Jadilah.” Maka jadilah ia (40)) yaitu, Kami memerintahkan kepadanya dengan sekali perintah, maka serta merta hal itu ada.Sebagaimana yang dikatakan seorang penyair: “Apabila Allah menghendaki suatu perkara, maka sesungguhnya Dia hanya berfirman kepadanya, "Jadilah" maka jadilah ia” yaitu, Allah tidak membutuhkan penegasan dalam memberikan perintah kepadanya. Ssesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat mencegah dan menentangNya, karena hanya Dialah Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Besar segala sesuatu tunduk di bawah kekuasaan dan keagunganNya. Maka tidak ada Tuhan dan Rabb selain Dia.
Sumber: https://tafsirweb.com/4386-surat-an-nahl-ayat-38.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
38 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 271
Ruku
Ruku 228
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 54 (108/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1939 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16