النحل (An-Nahl)

Per AyatMushaf
۞
وَقَالَ
dan berfirman
اللّٰهُ
Allah
لَا
jangan
تَتَّخِذُوْٓا
kamu mengambil/menyembah
اِلٰهَيْنِ
dua Tuhan
اثْنَيْنِۚ
dua
اِنَّمَا
sesungguhnya hanyalah
هُوَ
Dia
اِلٰهٌ
Tuhan
وَّاحِدٌ
satu/esa
فَاِيَّايَ
maka kepadaKu
فَارْهَبُوْنِ
hendaknya kamu takut
﴿٥١﴾
Dan Allah berfirman, “Janganlah kamu menyembah dua tuhan; hanyalah Dia Tuhan Yang Maha Esa. Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”
1952 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah berfirman kepada hamba-hambaNYa, ”janganlah kalain menyembah dua sembahan. sesungguhnya tuhan sesembahan kalian hanyalah tuahn yang maha tunggal maka takutlah kepadaKu, tidak kepada selainKU.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4399-surat-an-nahl-ayat-51.html

Tafsir as-Sa'di

51. Allah memerintahkan (para makhluk) untuk beribadah kepadaNya saja, tiada sekutu bagiNya. Dia menunjukan bukti petunjuk dengan kemampuanNya mencurahkan kenikmatan sendirian (tanpa bantuan orang lain) dan (keesaanNya).Lalu Allah berfirman, ”janganlah kamu menyembah dua tuhan” maksudnya engkau menjadikan sekutu bagiNya dalam uluhiyahNya padahal, ”sesunguhnya Dialah tuhanmu yang Maha Esa” esa dalam sifat sifat keagunganNya dan tunggal dengan semua perbuatanNya.Sebagaimana Dia Esa dalam DzatNya, nama nama dan sifat sifat serta perbuatan perbuatanNya, maka esakanlah Dia dalam ibadah. Karena itu, Allah berfirman ”maka hendaklah kepadaKu saja kamu takut” maksudnya, takutlah kepadaKu, taatilah perintahKu, jauhilah laranganKu, tanpa menyekutukanKu dengan suatu makhluk pun, karena ia semuanya adalah makhlukku.

Sumber: https://tafsirweb.com/4399-surat-an-nahl-ayat-51.html

Tafsir Al-Wajiz

51. Allah berfirman, seraya mencegah kesyirikan: “Janganlah kalian mengambil dua Tuhan, sebagaimana dua Tuhan yang mereka ucapkan bahwa ada Tuhan yang menguasai cahaya dan Tuhan yang menguasai kegelapan.Sesungguhnya Tuhan itu satu, tidak ada sekutu bagiNya. Maka takutlah hanya kepadaKu, bukan selainKu, serta waspadalah terhadap siksaKu”

Sumber: https://tafsirweb.com/4399-surat-an-nahl-ayat-51.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 51-55 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa tidak ada Tuhan selain Dia, dan bahwa peribadatan itu hanya kepada Nya, tidak ada sekutu bagiNya. Sesungguhnya Dialah yang memiliki, menciptakan, dan pemilik segala sesuatu (dan untuk-Nyalah ketaatan itu selama-lamanya) Mujahid, Ikrimah, Qatadah, dan lainnya berkata bahwa maknanya adalah selama-lamanya. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah murni hanya kepadaNya, yaitu hanya kepadaNya peribadatan semua makhluk yang ada di langit dan di bumi.Sebagaimana firmanNya: (Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nyalah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan (83)) (Surah Ali Imran) Ini berdasarkan pendapat Ikrimah, maka termasuk dalam bagian "kebaikan".Adapun berdasarkan pendapat Mujahid, maka termasuk dalam bagian "Perintah". yaitu, takutlah dan janganlah menyekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, dan murnikanlah ketaatan kalian hanya kepada­Ku. Sebagaimana firmanNya: (Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)) (Surah Az-Zumar: 3) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dialah yang memiliki manfaat dan mudharat, dan bahwa segala sesuatu yang ada pada hamba-hambaNya berupa rezeki, nikmat, kesehatan, dan pertolongan hanya dari karunia dan kebaikanNya kepada mereka (dan bila kalian ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nyalah kalian meminta pertolongan) yaitu karena kalian telah mengetahui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat melenyapkan sesuatu kecuali Allah, maka sesungguhnya kalian dalam keadaan darurat, kalian meminta pertolongan kepadaNya dengan permintaan yang sangat mendesak.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamat­kan kalian ke daratan, kalian berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih) (Surah Al-Isra: 67) Di sini Allah berfirman: (Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudharatan itu dari kalian, .tiba-tiba sebagian dari kalian mempersekutukan Tuhannya (54), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka) Dikatakan bahwa huruf “lam” di sini adalah “Lam Al-’Aqibah” menunjukkan makna akibat.Dikatakan bahwa huruf “lam” bermakna “ta'lil”; yaitu, Kami tetapkan hal itu bagi mereka agar mereka kafir, yakni mereka menyembunyikan dan mengingkari nikmat Allah kepada mereka. Padahal Dialah yang melimpahkan nikmat-nikmat itu kepada mereka, Dialah yang melenyapkan bahaya itu dari mereka. Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka melalui firmanNya: (maka bersenang-senanglah kalian) yaitu, berbuatlah sesuai kehendak kalian, dan bersenang-senanglah sebentar dalam hal itu (Kelak kalian akan mengetahui) akibat dari hal itu

Sumber: https://tafsirweb.com/4399-surat-an-nahl-ayat-51.html

Informasi

Surat

النحل (An-Nahl)

Lebah — 128 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

51 dari 128 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 272

Ruku

Ruku 230

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 55 (109/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1952 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-16