النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
وَاَوْحٰى
dan telah mewahyukan
رَبُّكَ
Tuhanmu
اِلَى
kepada
النَّحْلِ
lebah
اَنِ
hendaklah
اتَّخِذِيْ
ambil/buat
مِنَ
dari
الْجِبَالِ
gunung-gunung
بُيُوْتًا
rumah/sarang-sarang
وَّمِنَ
dan dari
الشَّجَرِ
pohon
وَمِمَّا
dan dari apa
يَعْرِشُوْنَۙ
mereka dirikan
﴿٦٨﴾
Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, “Buatlah sarang di gunung-gunung, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,
1969 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan tuhanmu (wahai nabi) telah mengilhamkan pada lebah, ”buatlah untukmu sarang-sarang di gunung-gunung dan di pohon-pohon dan dalam ruagan yang dibangun manusia seperti rumah-rumah dan atap-atap.
Sumber: https://tafsirweb.com/4416-surat-an-nahl-ayat-68.html
Tafsir as-Sa'di
68-69. pada penciptaan binatang lebah yang mungil ini, yang Allah berikan petunjuk kepadanya dengan petunjuk yang mengagumkan, dan Dia memudahkan habitat makanannya, lantas kembali ke sarang sarangnya yang ia renovasi berdasarkan arahan dan petunjuk dari Allah kepadanya, kemudian mengeluarkan dari perut perutnya madu lezat yang beraneka warna, sesuai dengan latar belakang tanah dan habitatnya, yang mana pada madu itu terdapat penyembuh bagi umat manusia dari banyak penyakit, maka semua ini menjadi bukti kesempurnaan perhatian Allah dan kesempurnaan sifat kelembutanNya kepada para hambaNya, dan bahwa Dialah Dzat yang tidak patut ada pihak selainNya yang dicinta dan diseru dalam doa.
Sumber: https://tafsirweb.com/4416-surat-an-nahl-ayat-68.html
Tafsir Al-Wajiz
68. Dan Tuhanmu memberi ilham dan mengajarkan lebah untuk membuat rumah-rumah dan tempat tinggal di dalam gua-gua, celah-celah gunung, lubang-libang pohon, dan atap-atap bangunan yang didirikan manusia di bawah pohon atau atap rumah. Itu adalah sarang lebah yang dibangun dari tanah, kayu, atau selain itu.
Sumber: https://tafsirweb.com/4416-surat-an-nahl-ayat-68.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 68-69 Yang dimaksud dengan “wahyu” di sini adalah ilham, petunjuk, dan bimbingan kepada lebah agar membuat sarangnya di bukit-bukit, di pohon-pohon dan di tempat-tempat yang dibuat manusia. Kemudian hal itu mengandung hikmah dalam membangun sarangnya dengan sangat rapi struktur dan susunannya, sehingga tidak ada cela padanya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan izin, kemampuan, dan penundukan kepadanya untuk makan dari sari buah-buahan dan menempuh jalan-jalan yang telah dimudahkan oleh Allah baginya, sehingga lebah bisa menempuh jalan udara yang luas, padang pasir yang membentang, lembah-lembah, dan gunung-gunung yang tinggi sesuai kehendaknya.Kemudian masing-masing bisa kembali ke sarangnya tanpa menyimpang ke kanan atau ke kiri, melainkan langsung menuju sarangnya, tempat dia meletakkan telur-telurnya dan madu. Lebah membangun lilin untuk sarangnya dengan kedua sayapnya, dan dari mulutnya dia memuntahkan madu, dan lebah betina mengeluarkan telur dari duburnya, kemudian menetas dan terbang ke tempat kehidupannya. Qatadah dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)) yaitu dengan penuh ketaatan.Mereka mnejadikannya sebagai haal dari kata “As-salikah”. Ibnu Zaid berkata bahwa itu seperti firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebagiannya mereka makan (72)) (Surah Yasin) Dia berkata, tidakkah kamu melihat bahwa orang-orang memindahkan lebah-lebah itu dengan sarangnya dari suatu negeri ke negeri lain, dan lebah-lebah itu selalu mengikuti mereka.Pendapat pertama adalah pendapat yang paling jelas, yaitu bahwa itu menjadi haal dari kata “Ath-Thariq”. Maka tempuhlah jalan yang telah dimudahkan bagimu. Pendapat ini dinaskan oleh Mujahid.Ibnu Jarir berkata bahwa kedua pendapat itu benar. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu, ada yang putih, kuning, merah, dan warna-warna lain yang indah sesuai dengan tempat peternakan dan makanannya. Firman Allah (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu di dalam madu terdapat obat bagi manusia yaitu obat bagi mereka.Salah satu ulama yang berbicara tentang pengobatan Nabi berkata bahwa seandainya dia berkata ayat ini menyebutkan obat bagi manusia, tentulah madu menjadi obat untuk setiap penyakit. Akan tetapi, Allah berfirman (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) yaitu menyembuhkan setiap orang dari penyakit-penyakit karena kedinginan.Sesungguhnya madu itu panas, dan sesuatu itu diobati dengan lawannya. Dalil yang menunjukkan bahwa makna yang dimaksud dengan firmanNya: (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia) adalah madu yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim dalam hadits sahih keduanya dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa seorang laki laki datang kepada Rasulullah ﷺ lalu berkata,"Sesungguhnya saudara laki-lakiku terkena penyakit perut" Lalu Nabi ﷺ bersabda, "Berilah minum madu." Lalu laki-laki itu pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya. Kemudian dia kembali dan berkata,"Wahai Rasulullah, saya telah memberinya minum madu, tetapi tiada membawa kebaikan melainkan bertambah parah" Rasulullah ﷺ bersabda,"Pergilah dan berilah dia minum madu" Lalu dia pulang dan memberi minum madu kepada saudaranya.Kemudian dia kembali lagi dan berkata,"Wahai Rasulullah, tidak ada kemajuan, melainkan bertambah parah" Lalu Rasulullah ﷺ bersabda: "Maha Benar Allah dan dustalah perut saudaramu itu. Pulanglah dan berilah dia minum madu lagi!" Maka laki-laki itu pergi dan memberi minum madu saudaranya, maka sembuhlah saudaranya itu. Firman Allah: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan) yaitu sesungguhnya ilham Allah kepada serangga yang lemah ini agar menempuh jalan yang telah ditetapkan untuknya seraya memikul tugas menghisap sari buah-buahan, lalu mengumpulkannya dan memprosesnya menjadi lilin dan madu, Itu merupakan sebaik-baik sesuatu (benar-benar terdapat tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang memikirkan) keagungan Penciptanya yang telah-mengaturnya, menundukkannya, dan yang memperjalankannya.Lalu mereka menjadikannya sebagai dalil bahwa Allah adalah Yang Menciptakan itu, Maha Kuasa, Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, Maha Mulia, dan Maha Pengasih
Sumber: https://tafsirweb.com/4416-surat-an-nahl-ayat-68.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
68 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 274
Ruku
Ruku 232
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 55 (109/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1969 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16