النحل (An-Nahl)

Per AyatMushaf
وَاللّٰهُ
dan Allah
جَعَلَ
menjadikan
لَكُمْ
bagi kalian
مِّنْ
dari
اَنْفُسِكُمْ
diri kalian sendiri
اَزْوَاجًا
jodoh/isteri-isteri
وَّجَعَلَ
dan Dia menjadikan
لَكُمْ
bagi kalian
مِّنْ
dari
اَزْوَاجِكُمْ
isteri-isterimu
بَنِيْنَ
anak-anak
وَحَفَدَةً
dan cucu
وَّرَزَقَكُمْ
dan Dia memberi rezki kamu
مِّنَ
dari
الطَّيِّبٰتِۗ
yang baik-baik
اَفَبِالْبَاطِلِ
apakah dengan yang batil
يُؤْمِنُوْنَ
mereka beriman
وَبِنِعْمَتِ
dan dengan nikmat
اللّٰهِ
Allah
هُمْ
mereka
يَكْفُرُوْنَۙ
mereka mengingkari
﴿٧٢﴾
Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rezeki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang batil dan mengingkari nikmat Allah?
1973 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Allah menciptakan istri-istri dari jenis kalian supaya jiwa kalian tentram bersama mereka, dan Dia menciptakan dari istri-istri itu anak-anak dan dari keturunan mereka cucu-cucu. Dan Dia memberikan rizki kepada kalian berupa makanan-makanan yang baik-baik dari jenis buah-buahan, biji-bijian dan daging-daging dan lain sebagainya. Apakah terhadap kebatilan dari tuhan-tuhan sekutu mereka beriman sedang mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya, dan tidak bersyukur kepadaNya dengan mengesakan Allah dengan peribadahan?

Sumber: https://tafsirweb.com/4420-surat-an-nahl-ayat-72.html

Tafsir as-Sa'di

72. Allah mengabarkan tentang anugerahNya yang agung kepada para hambaNya. Dia telah menjadikan istri istri bagi mereka supaya mereka merasa tentram kepada mereka, dan menjadikan bagi mereka dan istri istri mereka itu anak anak yang membuat pandangan mata mereka menjadi sejuk, anak anak itu pun melayani orang tua dan menyelesaikan kebutuhan kebutuhan orang tua dan dapat berguna bagi orang tua dari sisi yang banyak.Allah memberikan rizki yang baik baik bagi mereka, berupa makanan makanan dan minuman miuman serta beraneka kenikmatan lahiriah yang tidak mampu dihitung oleh para hamba. “maka mengapakah mereka beriman kepada yang batil” maksudnya apakah mereka justru mengimani kebatilan yang sebelumnya bukan menjadi sesuatu yang pernah disebut sebut. Kemudian Allah menciptakannya di saat ia tidak memiliki wujud kecuali ketidaktiadaan? sesembahan sesembahan itu tidak mampu menciptakan, memberi rizki, dan tidak mengatur urusan urusan sedikitpun. Hukum ini umum pada semua objek yang disembah selain Allah, ”dan mengingkari nikmat Allah” mengingkarinya dan malah menggunakannya untuk bermaksiat kepada Allah dan berbuat kufur kepadaNya? tidaklah ini melainkan termasuk kezhaliman yang paling besar, tindakan kejahatan yang paling parah kebodohan yang paling fatal.

Sumber: https://tafsirweb.com/4420-surat-an-nahl-ayat-72.html

Tafsir Al-Wajiz

72. Dan Allah telah memberi kalian istri-istri dari jenis kalian lalu memberi kalian anak melalui istri kalian, lalu cucu dari anak-anak. Dia juga telah memberi kalian kebaikan rejeki yang dapat kalian nikmati.Apakah kalian akan tetap mengimani sesuatu yang bathil, yaitu bahwa berhala-berhala itu memberi kemahdharatan dan kemanfaatan, dan bisa memberi syafaat di sisi Allah? Dan apakah kalian masih akan mengingkari nikmat Allah yang luhur, sehingga menisbahkan nikmat itu terhadap berhala dan patung?

Sumber: https://tafsirweb.com/4420-surat-an-nahl-ayat-72.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى menyebutkan nikmat-nikmatNya yang telah Dia berikan kepada hamba-hambaNya, Dia menjadikan bagi mereka istri-istri dari jenis dan rupa mereka sendiri. Seandainya Allah menjadikan bagi mereka istri-istri dari jenis lain, maka tidak akan ada kerukunan, cinta, dan kasih sayang. Tetapi karena rahmatNya, Dia menciptakan dari anak cucu nabi Adam jenis laki-laki dan perempuan, dan Dia menjadikan perempuan sebagai istri dari laki-laki.Kemudian Allah menyebutkan bahwa dari hasil perkawinan itu Dia menjadikan anak-anak dan cucu-cucu bagi mereka. Pendapat ini dikatakan oleh Ibnu Abbas, Ikrimah, Al-Hasan, Adh-Dhahhak, dan Ibnu Zaid. Mujahid berkata bahwa makna yang dimaksud adalah anak-anak, pelayan anaknya dan pelayannya.Dalam riwayat lain dia berkata bahwa “Al-Hafadah” adalah penolong, para pembantu, dan para pelayan. Demikian juga dikatakan Qatadah, Abu Malik, dan Hasan Al-Bashri. Ibnu Jarir berkata bahwa pendapat itu termasuk ke dalam pengertian “hafadah” yaitu pelayan yang termasuk ke dalam doa qunut, yaitu:"Dan hanya karena Engkaulah usaha dan pelayanan kami" pelayanan ini terkadang dari anak-anak, para pelayan, dan menantu.Maka nikmat pelayanan itu telah terwujudkan dengan semua itu. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى: (dan menjadikan bagi kalian dari istri-istri kalian, anak-anak, dan cucu-cucu) Saya berkata maka siapa yang menjadikan (hafadah) berkiatan dengan istri-istri kalian, maka pasti dikatakan bahwa makna yang dimaksud adalah anak-anak, cucu-cucu dan menantu, karena mereka adalah suami anak perempuan, dan termasuk ke dalam pengertian ini anak-anak istri. Sebagaimana yang dikatakan Asy-Sya'bi dan Adh-Dhahhak.Sesungguhnya mereka itu kebanyakan berada di bawah jaminan seorang lelaki dan di bawah asuhannya serta menjadi pelayannya. Adapaun yang menjadikan kata “Al-hadafah” sebagai pelayan maka hal itu dihubungkan kepada firmanNya (Allah menjadikan bagi kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri) yaitu Dia telah menjadikan bagi kalian istri-istri dan anak-anak sebagai pelayan-pelayan kalian. Firman Allah: (dan memberi kalian rezeki dari yang baik-baik) yaitu makanan-makanan dan minuman-minuman.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya mengingkari sikap orang-orang yang menyekutukanNya dalam penyembahan selainNya, (Maka mengapa mereka beriman kepada yang batil) Mereka adalah sekutu-sekutu dan berhala-berhala (dan mengingkari nikmat Allah?) yaitu menyembunyikan nikmat-nikmat Allah, lalu mereka nisbatkan kepada selainNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4420-surat-an-nahl-ayat-72.html

Informasi

Surat

النحل (An-Nahl)

Lebah — 128 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

72 dari 128 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 274

Ruku

Ruku 233

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 55 (109/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-1973 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-16