النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
وَضَرَبَ
dan membuat
اللّٰهُ
Allah
مَثَلًا
perumpamaan
رَّجُلَيْنِ
dua orang laki-laki
اَحَدُهُمَآ
salah satu dari keduanya
اَبْكَمُ
bisu
لَا
tidak
يَقْدِرُ
dia berkuasa
عَلٰى
atas
شَيْءٍ
sesuatu
وَّهُوَ
dan dia
كَلٌّ
bergantung
عَلٰى
atas
مَوْلٰىهُ
tuannya
ۗ
اَيْنَمَا
dimana saja
يُوَجِّهْهُّ
dihadapkannya
لَا
tidak
يَأْتِ
dia mendatangkan
بِخَيْرٍ
dengan kebaikan
ۖهَلْ
apakah
يَسْتَوِيْ
sama
هُوَۙ
dia
وَمَنْ
dan orang
يَّأْمُرُ
menyuruh
بِالْعَدْلِ
dengan adil
وَهُوَ
dan dia
عَلٰى
atas
صِرَاطٍ
jalan
مُّسْتَقِيْمٍ
lurus
ࣖ
﴿٧٦﴾
Dan Allah (juga) membuat perumpamaan, dua orang laki-laki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatu dan dia menjadi beban penanggungnya, ke mana saja dia disuruh (oleh penanggungnya itu), dia sama sekali tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada di jalan yang lurus?
1977 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan Allah mengadakan perumpamaan lain terkait kebatilan kesyirikan, yaitu; dua orang, salah satunya bisu lagi buta tidak dapat memahami dan tidak dapat memahamkan, ia tidak dapat bermanfaat bagi diri sendiri atau bagi orang lain, justru ia menjadi beban berat bagi orang yang menangani urusannya dan menghidupinya, bila diutus untuk suatu urusan yang harus diselesaikannya, ia tidak berhasil, dan ia tidak kembali dengan membawa kebaikan. Dan seseorang yang lain, berpanca indra normal, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, memerintahkan untuk berbuat adil, dan dia berada di atas jalan yang lurus yang jelas tanpa ada kebengkokan padanya, apakah sama dua orang tersebut dalam pandangan orang-orang berakal? mengapa kalian mempersamakan antara berahala-berhala yang bisu lagi buta dengan Allah yang maha kuasa lagi maha pemberi segala kebaikan.
Sumber: https://tafsirweb.com/4424-surat-an-nahl-ayat-76.html
Tafsir as-Sa'di
76. perumpamaan kedua yaitu permisalan “dua orang lelaki yang seorang bisu” tidak dapat mendengar lagi tidak dapat berbicara ”tidak dapat berbuat sesuatupun” perbuatan yang sedikit maupun banyak, ”dan dia menjadi beban atas penangunggnya” sang tuan justru melayaninya, ia tidak mampu mengurus diri sendiri, mempunyai kekurangan dalam setiap aspek. Apakah sama orang ini dengan “orang yang menyuruh berbuat keadilan dan dia berada di jalan yang lurus” ucapan ucapannya adil dan perbuatan perbuatannya lurus. sebagaimana dua orang ini tidak sama maka tidak sama pula obyek yang disembah selain Allah, padahal ia tidak mampu berbuat sesuatu untuk memenuhi kemaslahatan kemaslahatannya. kalau bukan karena bantuan dari Allah, niscaya dia tidak bisa melakukan apapun, tidak bisa menjadi penyetara maupun tandingan bagi Dzat yang tidak berbicara melainkan dengan kebenaran dan tidak berbuat melainkan perbuatan yang terpuji.
Sumber: https://tafsirweb.com/4424-surat-an-nahl-ayat-76.html
Tafsir Al-Wajiz
76. Dan bagi kalian itu ada perumpamaan lain yang lebih jelas dari sebelumnya wahai orang-orang musyrik yang menjelaskan perbedaan antara Allah dengan berhala yang disembah selain Dia, yaitu perumpamaan tentang dua laki-laki. Salah satunya bisu, tidak bisa berucap dengan baik, tidak berkuasa atas sesuatu yang berkaitan dengan dirinya maupun orang lain karena dia berpengetahuan dan berpemahaman lemah, dia juga menjadi beban bagi wali dan kerabatnya, dimana ketika dia diutus maka dia akan kembali tanpa membawa suatu manfaat karena dia tidak mampu mengatur apapun.Apakah laki-laki yang memiliki karakter ini sama dengan laki-laki yang memiliki kesempurnaan bakat dan intuisi. Dia memberi manfaat bagi dirinya atau orang lain, memerintahkan keadilan di antara manusia dan dia berada berada di jalan yang jelas? Maksudnya adalah untuk menunjukkan tidak adanya persamaan antara Allah سبحانه وتعالى yang berkuasa atas segala sesuatu dengan berhala yang tidak mampu atas sesuatu apapun.Ayat [75] diturunkan untuk seorang laki-laki Quraisy dan hambanya. Dan ayat [76] diturunkan untuk Utsman dan tuannya yang kafir yang membenci dan menolak Islam
Sumber: https://tafsirweb.com/4424-surat-an-nahl-ayat-76.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Mujahid berkata bahwa hal ini juga yang dimaksud adalah tentang berhala dan Allah سبحانه وتعالى itu Maha Benar. yaitu, berhala itu bisu tidak dapat berbicara, tidak dapat mengucapkan kebaikan, tidak dapat melakukan sesuatu pun, dan sama sekali tidak mempunyai kemampuan apa pun, jadi dia tidak dapat bicara dan tidak dapat berbuat. Dengan (semua itu) yaitu keluarga dan para budak itu merupakan tanggungan pemiliknya (ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya) yaitu memerintahnya (Dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun) yaitu upayanya tidak berhasil (Samakah orang itu) dari sifat ini (dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan) yaitu denga adil, maka ucapannya adalah benar dan perbuatannya lurus (dan dia berada di atas jalan yang lurus?) Dikatakan yaitu orang yang bisu adalah budak milik Utsman. Demikian itu dikatakan oleh As-Suddi, Qatadah, dan ‘Atha’ Al-Khurasani.Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Allah membuat perumpamaan dengan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun) dia berkata bahwa ayat ini diturunkan tentang seorang laki-laki dari kalangan Quraisy dan budaknya sampai, yaitu firmanNya: (Dan dia berada pula pada jalan yang lurus) dia berkata bahwa dia adalah Utsman bin Affan. dia berkata dia adalah hamba milik Utsman bin Affan, dan Utsman memberinya nafkah, menjamin penghidupannya, dan mencukupi kebutuhannya, sedangkan orang yang ditanggungnya itu tidak suka kepada Islam, menolaknya, dan melarangnya bersedekah dan berbuat kebaikan, maka turunlah tentang keduanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4424-surat-an-nahl-ayat-76.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
76 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 275
Ruku
Ruku 233
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 55 (110/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1977 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16