النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
وَلِلّٰهِ
dan bagi Allah
غَيْبُ
kegaiban
السَّمٰوٰتِ
langit(jamak)
وَالْاَرْضِۗ
dan bumi
وَمَآ
dan tidaklah
اَمْرُ
urusan
السَّاعَةِ
kiamat
اِلَّا
melainkan
كَلَمْحِ
seperti sekejap
الْبَصَرِ
penglihatan mata
اَوْ
atau
هُوَ
dia
اَقْرَبُۗ
lebih dekat
اِنَّ
sesungguhnya
اللّٰهَ
Allah
عَلٰى
atas
كُلِّ
segala
شَيْءٍ
sesuatu
قَدِيْرٌ
Maha Kuasa
﴿٧٧﴾
Dan milik Allah (segala) yang tersembunyi di langit dan di bumi. Urusan kejadian Kiamat itu, hanya seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
1978 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan bagi Allah lah pengetahuan semua yang ghaib di langit dan di bumi. Dan tidaklah perihal hari kiamat terkait kecepatan kejadiannya kecuali seperti penglihatan sekilas dengan pandangan mata, bahkan lebih cepat dari itu, sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
Sumber: https://tafsirweb.com/4425-surat-an-nahl-ayat-77.html
Tafsir as-Sa'di
77. maksudnya, Dialah Dzat satu satunya yang mengetahui alam ghaib di langit dan di bumi. Tidak ada yang mengetahui hal hal yang tersembunyi, sesuatu yang batin dan rahasia keuali Dia. Termasuk juga ilmu tentang hari kiamat, tiada seorangpun yang mengetahui kapan datang masanya kecuali Allah.Jika telah tiba dan muncul, maka tidaklah kejadian kiamat itu, ”melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi)” dari kedipan mata. Orang orang bangkit dari kubur kubur mereka pada hari kebangkitan dan penyebaran mereka. dan kesempatan sudah hilang bagi orang yang menginginkan penangguhan waktu lagi. ”sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu” maka jangan dianggap aneh kekuasaanNya yang sempurna untuk menghidupkan orang orang yang telah mati.
Sumber: https://tafsirweb.com/4425-surat-an-nahl-ayat-77.html
Tafsir Al-Wajiz
77. Dan Allah itu memiliki pengetahuan tentang perkara ghaib di langit dan bumi. Itu hanya khusus miliknya tanpa dibantu siapapun.Dan tidaklah perkara kiamat yang merupakan salah satu dari perkara ghaib yang kejadiannya sangat cepat itu tidak lain hanya seperti kedipan mata yang sangat cepat, mudah dan sangat dekat. Dan Allah itu Maha kuasa untuk mendatangkannya dengan berfirman {Kun Fayakun} [QS Al-Baqarah 2/117 dan juga di beberapa surah lainnya] Sesungguhnya Allah itu memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu termasuk kiamat. Dan tanda-tanda itu terkumpul di antara kesempurnaan ilmu dan kekuasaan yang hanya dimiliki Allah
Sumber: https://tafsirweb.com/4425-surat-an-nahl-ayat-77.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 77-79 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang kesempurnaan pengetahuan dan kekuasaanNya atas segala sesuatu. Dia mengetahui sesuatu yang ghaib di langit dan bumi, dan hanya Allahlah yang mempunyai pengetahuan tentang perkara ghaib. Maka tidak ada seorang pun yang Dia bukakan hal itu kecuali jika Dia mau memperlihatkan kepadanya apa yang Dia kehendaki.Kekuasaan Allah Yang Maha Sempurna yang tidak dapat ditentang dan dicegah, bahwa Allah apabila menghendaki sesuatu, Maka Dia berfirman kepadanya, "Jadilah kamu!" Maka jadilah sesuatu itu. Sebagaimana Allah berfirman: (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (50)) (Surah Al-Qamar) yaitu, apa yang Dia kehendaki terjadi dalam sekejap mata.Demikian juga Allah berfirman di sini: (Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi) Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) Sebagaimana Allah berfirman: (Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kalian (dari kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja) (Surah Luqman: 28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menyebutkan karuniaNya yang Dia anugerahkan kepada para hambaNya, yaitu Dia mengeluarkan mereka dari perut ibu mereka dalam keadaan tidak mengetahui apa pun.Kemudian setelah itu Allah memberinya pendengaran yang membuatnya memahami suara, penglihatan yang membuatnya bisa melihat, dan hati, yaitu akal yang pusatnya berada di hati menurut pendapat yang shahih. Dikatakan bahwa itu adalah otak. Akal itu membuat manusia bisa membedakan antara segala sesuatu, yang mudharat dan yang bermanfaat.Kemampuan dan indera ini diperoleh manusia secara bertahap, sedikit demi sedikit. Setiap kali dia tumbuh dewasa maka bertambah pula pendengaran, penglihatan, dan akalnya sehingga sampai usia matang untuk menaati Tuhannya. Sesungguhnya Allah menjadikan hal ini pada diri manusia agar mampu melaksanakan penyembahan kepada Tuhannya سبحانه وتعالى.Lalu dia meminta bantuan kepada semua anggota tubuhnya dan kekuatan yang ada padanya untuk taat kepada Tuhannya, Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan Dia memberi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati, agar kalian bersyukur) Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat lain: (Katakanlah, "Dialah Yang menciptakan kalian dan menjadikan bagi kalian pendengaran, penglihatan, dan hati” (Tetapi) amat sedikit kalian bersyukur (23) Katakanlah, "Dialah Yang menjadikan kalian berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepadaNyalah kalian kelak dikumpulkan” (24)) (Surah Al-Mulk) Kemudian Allah سبحانه وتعالى kepada para hambaNya untuk melihat burung yang telah ditundukkan di antara langit dan bumi.Bagaimana Dia menjadikannya bisa terbang dengan kedua sayapnya di antara langit dan bumi, di udara. Tidak ada yang menahannya di udara kecuali Allah سبحانه وتعالى dengan kekuasaanNya yang menjadikannya mempunyai kekuatan untuk melakukan hal itu. Allah menundukkan udara untuk dapat membawanya terbang di udara.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam surah: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Mahamelihat segala sesuatu. (19)) dan di sini Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman)
Sumber: https://tafsirweb.com/4425-surat-an-nahl-ayat-77.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
77 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 275
Ruku
Ruku 234
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 55 (110/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-1978 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16