النحل (An-Nahl)

Per AyatMushaf
لَا
tidak
جَرَمَ
ragu-ragu
اَنَّهُمْ
bahwasanya mereka
فِى
di
الْاٰخِرَةِ
akhirat
هُمُ
mereka
الْخٰسِرُوْنَ
orang-orang yang rugi
﴿١٠٩﴾
Pastilah mereka termasuk orang yang rugi di akhirat nanti.
2010 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Adalah benar bahwasannya di akhirat kelak mereka adalah orang-orang yang merugi lagi binasa, yaitu orang-orang yang telah memalingkankan hidup mereka dalam perkara yang berujung siksaaan dan kebinasaan bagi mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/4457-surat-an-nahl-ayat-109.html

Tafsir as-Sa'di

109. “Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi,” orang-orang yang merugi atas dirinya, jiwa, dan kekayaan, serta keluarga di Hari Kiamat. Kenikmatan yang lestari telah terlewatkan oleh mereka. Mereka memperoleh siksaan yang pedih.Kondisi ini berbeda dengan orang yang dipaksa untuk berbuat kufur dan dipecundangi untuk melakukannya, sedangkan hatinya masih tenang dengan keimanannya dan mencintainya, maka sesungguhnya hal itu tidak masalah baginya dan tidak ada dosa. Ia boleh berbicara dengan kalimat kekufuran saat dipaksa untuk melakukannya. Hal ini menunjukkan bahwa perkataan orang yang dipaksa untuk mentalak, memerdekakan budaknya, menjual atau membeli dan (pemaksa di) seluruh bentuk akad tidaklah bisa dijadikan pedoman dan tidak berdampak munculnya hukum syar’i.Sebab, jika ia saja tidak dihukum atas ucapan kekufurannya ketika dipaksa, maka permasalahan lain lebih utama dan lebih pantas lagi (untuk tidak dikenai sanksi).

Sumber: https://tafsirweb.com/4457-surat-an-nahl-ayat-109.html

Tafsir Al-Wajiz

109. Sungguh mereka itu manusia paling merugi di akhirat

Sumber: https://tafsirweb.com/4457-surat-an-nahl-ayat-109.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 106-109 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang yang kafir sesudah beriman dan menyaksikan kebenaran, lalu dia melapangkan dadanya dan merasa tenang dengan kekafirannya. Allah سبحانه وتعالى murka kepadanya, karena dia telah mengetahui keimanan, lalu mereka menyimpang darinya. bahwa mereka akan mendapat siksa yang besar di akhirat, karena mereka lebih menyukai kehidupan dunia daripada akhirat. Lalu mereka menjalani sesuatu yang telah mereka jalani berupa menolak Islam demi dunia.Allah tidak memberi petunjuk hati mereka dan tidak mengukuhkan mereka pada agama yang benar, maka terkunci mati hati mereka, dan mereka tidak dapat memikirkan sesuatu apapun yang bermanfaat bagi mereka, dan terkunci pula pendengaran dan penglihatan mereka, sehingga mereka tidak dapat memanfaatkannya sedikitpun. Maka mereka dalam keadaan lalai dari apa yang ditakdirkan atas mereka. (Pastilah) yaitu sudah pasti dan tidak mengherankan dalam penggambaran hal ini (bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi) mereka adalah orang-orang yang merugikan diri sendiri dan keluarga mereka di hari kiamat. Adapun firmanNya: (kecuali orang yang dipaksa kafir, padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa)) Ini merupakan pengecualian bagi orang yang kafir dengan lisannya saja, dan kata-katanya menuruti orang-orang musyrik karena benci menerima akibat yang akan dia terima berupa pukulan dan penindasan, dan hatinya menolak apa yang dia ucapkan, serta dalam keadaan tetap tenang dengan beriman kepada Allah dan RasulNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4457-surat-an-nahl-ayat-109.html

Informasi

Surat

النحل (An-Nahl)

Lebah — 128 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

109 dari 128 ayat

Juz

Juz 14

Halaman

Halaman 279

Ruku

Ruku 237

Manzil

Manzil 3

Hizb

Hizb 56 (111/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2010 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-16