النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
ثُمَّ
kemudian
اِنَّ
sesungguhnya
رَبَّكَ
Tuhanmu
لِلَّذِيْنَ
bagi orang-orang yang
عَمِلُوا
(mereka) mengerjakan
السُّوْۤءَ
kejahatan/kesalahan
بِجَهَالَةٍ
dengan/karena kebodohan
ثُمَّ
kemudian
تَابُوْا
mereka bertaubat
مِنْۢ
dari
بَعْدِ
sesudah
ذٰلِكَ
demikian/itu
وَاَصْلَحُوْٓا
dan mereka mengadakan perbaikan
اِنَّ
sesungguhnya
رَبَّكَ
Tuhanmu
مِنْۢ
dari
بَعْدِهَا
sesudahnya
لَغَفُوْرٌ
sungguh Maha Pengampun
رَّحِيْمٌ
Maha Penyayang
ࣖ
﴿١١٩﴾
Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya), sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2020 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Kemudain sesungguhnya tuhanmu terhadap orang-orang yang berbuat maksiat-maksiat saat dalam ketidaktahuannya tentang dampak buruknya dan penyebab datangnya kemurkaan dari Allah, (setiap orang yang berbuat maksiat kepada Allah tanpa sengaja atau disengaja, ia adalah orang bodoh ditinjau dari sisi ini walaupun ia mengetahui pengharamannya) kemudian mereka kembali kepada Allah dari dosa-dosa yang mereka perbuat dan memperbaiki diri dan perbuatan-perbuatan mereka, sesungguhnya tuhanmu (setelah mereka bertaubat dan memperbaiki diri) benar-benar mahapengampun lagi maha penyayang terhadap mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/4467-surat-an-nahl-ayat-119.html
Tafsir as-Sa'di
119. Ini merupakan anjuran bagi para hamba untuk bertaubat kepada Allah dan ajakan bagi mereka untuk kembali (kepada Allah). Dia mengabarkan bahwa siapa saja yang berbuat keburukan, “karena kebodohannya,” maksudnya bodoh pada akibat buruk yang akan dia petik, meskipun dia sengaja melakukannya, maka sesungguhnya pasti ilmu yang ada di dalam hatinya berkurang saat berbuat dosa.Bila dia bertaubat dan memperbaiki diri, dengan meninggalkan dosa dan menyesalinya serta memperbaiki amalnya, maka sesungguhnya Allah akan mengampuninya dan merahmatinya serta menerima taubatnya dan mengembalikan dirinya kepada keadaan semula atau lebih tinggi.
Sumber: https://tafsirweb.com/4467-surat-an-nahl-ayat-119.html
Tafsir Al-Wajiz
119. Wahai Nabi, sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Pengampun bagi orang-orang yang berbuat syirik dan maksiat karena ketidaktahuan mereka terhadap akibatnya, kemudian mereka bertaubat setelah berbuat keburukan dan memperbaiki amal-amal buruk dan niat mereka yang kotor. Sesungguhnya Tuhanmu itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang bagi orang yang bertaubat dari dosa dan kesalahan, sehingga mereka tidak disalahkan atas perbuatan sebelum bertaubat
Sumber: https://tafsirweb.com/4467-surat-an-nahl-ayat-119.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 118-119 Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan bahwa Dia mengharamkan atas kita bangkai, darah, daging babi, dan hewan ternak yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Sesungguhnya Allah memberikan keringanan pada hal itu, dalam keadaan darurat. Dalam hal itu mengandung keluasan bagi umat ini yang mana Allah menghendaki untuk mereka kemudahan dan tidak menghendaki kesulitan.Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa yang dahulu Dia haramkan atas orang-orang Yahudi dalam syariat mereka, sebelum diinasakh. Di dalamnya terdapat belenggu-belenggu, kesempitan, dan beban-beban yang memberatkan. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu) yaitu dalam surah Al-An'am berupa firmanNya: (Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku: dan dari sapi dan domba. Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya) (Surah Al-An'am: 146) Oleh karena itu Allah berfirman di sini (dan Kami tiada menganiaya mereka) yaitu apa yang Kami sempitkan atas mereka (tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri) mereka berhak untuk mendapatkan hal itu.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi (manusia) dari jalan Allah (160)) (Surah An-Nisa’) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kemuliaan dan kelapanganNya terhadap orang-orang mukmin yang durhaka, bahwa siapa saja di antara mereka yang bertaubat kepada Allah, Maka Allah berfirman: (Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohan) Sebagian ulama salaf berkata bahwa setiap orang yang berbuat durhaka, maka dia adalah orang yang bodoh. (kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya)) yaitu, mereka berhenti dari perbuatan-perbuatan maksiat dan mulai melakukan amal-amal ketaatan (sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu yaitu perbuatan itu (benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)
Sumber: https://tafsirweb.com/4467-surat-an-nahl-ayat-119.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
119 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 281
Ruku
Ruku 238
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 56 (112/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2020 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16