النحل (An-Nahl)
Per AyatMushaf
وَاِنْ
dan jika
عَاقَبْتُمْ
kamu membalas
فَعَاقِبُوْا
maka balaslah mereka
بِمِثْلِ
dengan semisal/sebanding
مَا
apa
عُوْقِبْتُمْ
kamu dibalas/ditimpa
بِهٖۗ
dengannya
وَلَىِٕنْ
dan jika
صَبَرْتُمْ
kamu bersabar
لَهُوَ
sesungguhnya itu
خَيْرٌ
lebih baik
لِّلصّٰبِرِيْنَ
bagi orang-orang yang bersabar
﴿١٢٦﴾
Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.
2027 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan bila kalian (wahai kaum mukmimin) hendak membalas terhadap orang-orang yang bertindak zhalim kepada kalian, maka janganlah membalas melebihi apa yang mereka perbuat terhadapt kalian. Dan bila kalian mau bersabar itu benar-benar lebih baik bagi kalian di dunia dengan mendapat kemenangan, dan di akhirat dengan mendapat pahala besar.
Sumber: https://tafsirweb.com/4474-surat-an-nahl-ayat-126.html
Tafsir as-Sa'di
126. Allah berfirman untuk memperbolehkan (pembalasan yang) adil dan menganjurkan sikap utama dan kebaikan, “Dan jika kamu memberikan balasan,” barangsiapa yang melancarkan perbuatan buruk kepada kalian lewat ucapan dan tindakan, “maka balaslah dengan balasan yang sama dengan apa yang dia perlakukan kepada kalian. “Akan tetapi jika kamu bersabar,” (untuk tidak melakukan) pembalasan, dan kalian memaafkan kejahatannya, “sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar,” daripada melancarkan pembalasan.Pahala di sisi Allah lebih baik bagi kalian, dan lebih baik kesudahannya, sebagaimana Firman Allah, "barang siapa yang memafkan dan berbuat islah maka pahalanya disisi Allah" (Asy-Syura :40).
Sumber: https://tafsirweb.com/4474-surat-an-nahl-ayat-126.html
Tafsir Al-Wajiz
126. Dan jika kalian menghendaki untuk memberi balasan wahai orang-orang muslim, maka balaslah dengan tindakan dan balasan buruk yang serupa. Dan jika kalian memilih sabar dan tidak membalas, maka kesabaran itu lebih baik dari pada balas dendam.Ayat ini turun ketika Hamzah mati syahid di tangan seseorang dan disiksa, lalu Nabi ﷺ bersabda: “Sungguh aku akan kulakukan hal serupa kepada 70 orang di antara mereka seperti yang mereka lakukan kepada Hamzah” lalu Nabi bertaubat dari janjinya dan tidak jadi balas dendam. Dan kalimat {‘Uuqibtum bihi} yaitu kalian disakiti dengan hal serupa itu. Hal ini untuk menamai penyebab menggunakan nama akibat dan hasil dari tindakan itu, seperti contoh: Langit menyirami tanaman.Maksudnya yaitu air hujan yang menyebabkan tumbuhnya tanaman.
Sumber: https://tafsirweb.com/4474-surat-an-nahl-ayat-126.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 126-128 Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk berbuat adil dalam qisas dan seimbang dalam menunaikan kebenaran, sebagaimana Abdur Razzaq berkata dari Ats-Tsauri, dari Khalid, dari Ibnu Sirin yang berkata tentang firmanNya: (maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu) Bahwa jika seseorang di antara kalian mengambil sesuatu, maka ambillah darinya yang semisal. Demikian yang dikatakan Mujahid, Ibrahim, Hasan Al-Bashri, dan lainnya. Pendapat ini dipilih Ibnu Jarir.' Ibnu Zaid berkata bahwa mereka diperintahkan memaafkan sikap orang-orang musyrik. Lalu setelah masuk Islam, banyak lelaki yang mempunyai kekuatan, lalu mereka berkata,"Wahai Rasulullah, sekiranya Allah memberi izin kepada kita tentulah kami akan balas anjing-anjing itu" Maka turunlah ayat ini, yang kemudian dinasakh oleh ayat jihad. Ayat yang mulia ini mempunyai persamaan dengan ayat-ayat lain dalam Al-Qur’an.Sesungguhnya hal itu mengandung bersikap adil dan dianjurkan bersikap pemurah kepada keutamaanNya sebagaimana Allah berfirman: (Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa) (Surah Asy-Syura: 40) kemudian Allah berfirman (maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. (Surah Asy-Syura: 40). dan Allah berfirman (dan luka-luka (pun) ada qisasnya) kemudian (Barang siapa yang melepaskan (hak qisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya) (Surah Al-Maidah: 45) dan di ayat ini Allah berfirman (Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian) Kemudian Allah berfirman (Tetapi jika kalian bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah) penegasan perintah untuk bersabar, dan pemberitahuan bahwa kesabaran itu tidak dapat diraih melainkan dengan kehendak, pertolongan, upaya dan kekuatan Allah.Kemudian Allah سبحانه وتعالى berfirman: (dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka) yaitu terhadap orang-orang yang menentangmu, karena sesungguhnya Allah telah memutuskan hal itu (dan janganlah kamu bersempit dada) yaitu berduka (terhadap apa yang mereka tipu dayakan) yaitu, terhadap upaya mereka dalam memusuhimu dan memasukkan kemusyrikan terhadapmu. Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang mencukupi, menolong, mendukung, menampakkan, dan memenangkanmu atas mereka. Firman Allah: (Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan (128)) yaitu bersama mereka dengan dukungan, pertolongan, bantuan, petunjuk dan upayaNya.Kebersamaan ini bersifat khusus seperti firmanNya: ((Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman”) (Surah Al-Anfal: 12) Dan firman Allah kepada nabi Musa dan nabi Harun (Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat) (Surah Thaha: 46) dan sabda Nabi ﷺ kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq dalam gua: (Janganlah engkau berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita) (Surah At-Taubah: 40) Adapun kebersamaan yang umum yaitu melalui pendengaran, penglihatan, dan pengetahuan, sebagaimana firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan Dia bersama kalian di mana saja kalian berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan) (Surah Al-Hadid: 4) dan (Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi?Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di mana pun mereka berada) (Surah Al-Mujadilah: 7) dan sebagaimana Allah berfirman (Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca ayat dari Al-Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan melainkan Kami menjadi saksi atasmu) (Surah Yunus: 61).Makna firman Allah: (orang-orang yang bertakwa) yaitu meninggalkan hal-hal yang diharamkan (dan orang-orang yang berbuat kebaikan) yaitu mengerjakan ketaatan. Mereka adalah orang-orang yang dijaga, dipelihara, ditolong, didukung, dan dimenangkan Allah atas musuh-musuh mereka dan orang-orang yang menentang mereka.
Sumber: https://tafsirweb.com/4474-surat-an-nahl-ayat-126.html
Informasi
Surat
النحل (An-Nahl)
Lebah — 128 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
126 dari 128 ayat
Juz
Juz 14
Halaman
Halaman 281
Ruku
Ruku 239
Manzil
Manzil 3
Hizb
Hizb 56 (112/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2027 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-16