Kembali ke Surat Al-Isra'

الاسراۤء (Al-Isra')

Surat ke-17, Ayat ke-25

رَبُّكُمْ اَعْلَمُ بِمَا فِيْ نُفُوْسِكُمْ ۗاِنْ تَكُوْنُوْا صٰلِحِيْنَ فَاِنَّهٗ كَانَ لِلْاَوَّابِيْنَ غَفُوْرًا

Tuhanmu lebih mengetahui apa yang ada dalam hatimu; jika kamu orang yang baik, maka sungguh, Dia Maha Pengampun kepada orang yang bertobat.

📚 Tafsir Al-Muyassar

Tuhan kalain (wahai manusia) lebih mengetahui apa yang ada di hati sanubari kalian, yang baik maupun yang buruk. Bila keinginan dan tujuan kalian adalah mengharap keridhaan Allah dan apa saja yang mendekatkan diri kalian kepadaNya, Sesungguhnya Dia mahapengampunorang-orang yang mau kembali kepadaNya di sepanjang waktu. Maka brangsiapa yang Allah mengetahui tidak ada di hatinya selain kembali kepada Allah dengan bertaubat (inabah) dan cinta kepadaNya, sesungguhnya Allah akan memaafkannya dan mengampuni dosa-dosaa kecil yang muncul darinya yang terjadi akibat sifat tabiat manusiawinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4629-surat-al-isra-ayat-25.html

📚 Tafsir as-Sa'di

25. Maksudnya, Rabb kalian mengetahui semua rahasia yang kalian sembunyikan yang berbentuk kebaikan dan keburukan. Dia tidak semata-mata melihat tindak tanduk dan rupa fisik kalian, Dia hanyalah memandang apa yang ada dalam hati, berupa kebaikan dan keburukan “jika kamu orang-orang yang baik,” dengan menjadikan hasrat dan orientasi-orientasi kalian berkisar pada keridhaan Allah, kesukaan kalian tertuju pada obyek yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, dan tidak ada keinginan-keinginan yang mengendap dalam hatinya untuk selain Allah. “Sesungguhnya Dia bagi orang-orang yang bertaubat,” yaitu orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah di segala waktunya “Maha Pengampun.” Maka siapa saja yang telah Allah lihat (dalam) hatinya, dan Dia mengetahui tidak ada di dalamnya selain (kerinduan) kembali dan kecintaan kepadaNya serta mencintai segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadaNya, maka –sekalipun terkadang muncul pada dirinya efek (keterlenaan) yang berasal dari sifat-sifat manusiawinya-, sesungguhnya Allah akan memaafkannya dan mengampuni perkara-perkara yang insidentil, yang bukan permanen.

Sumber: https://tafsirweb.com/4629-surat-al-isra-ayat-25.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

25. Tuhan kalian mengetahui apa yang ada dalam hati kalian berupa keikhlasan dan hal lain dalam hal ketaatan, jika kalian adalah orang-orang yang taat kepada Allah dan bermaksud untuk berbuat baik. Dan jika kalian melakukan kesalahan dalam memberi hak keduanya misalnya, lalu kalian bertaubat, maka sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun bagi dosa-dosa hamba-hambaNya yang bertaubat dan kembali untuk berbuat taat.

Sumber: https://tafsirweb.com/4629-surat-al-isra-ayat-25.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Sa’id bin Jubair berkata bahwa seorang lelaki yang melakukan kesalahan terhadap kedua orang tuanya, dan dalam hatinya dia beranggapan bahwa dia tidak berdosa. Menurut riwa­yat lain bahwa tidak ada yang dia inginkan melainkan kebaikan dari hal itu. Maka Allah berfirman: (Tuhan kalian lebih mengetahui apa yang ada dalam hati kalian, jika kalian orang yang haik) Terkait firman Allah: (Maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat) Qatadah mengatakan bahwa maknanya adalah orang-orang yang taat dan ahli shalat.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa itu adalah orang-orang yang selalu bertasbih Diriwayatkan dari Sa'id bin Al-Musayyib tentang firmanNya: (maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat) yaitu orang-orang yang mengerjakan dosa, lalu bertaubat, kemudian mengerjakan dosa lagi dan bertaubat lagi. Ibnu Jarir berkata bahwa pendapat yang paling utama tentang hal itu adalah yang mengatakan bahwa dia adalah orang yang bertaubat dari dosanya, kembali dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari hal yang dibenci Allah menuju hal yang Dia sukai dan ridhai. Pendapat ini adalah yang benar, karena lafaz “al-awwab” berasal dari kata “al-aub” yaitu kembali.

Dikatakan “Aba Fulan” ketika dia telah kembali. Allah SWT berfirman: (Sesungguhnya kepada Kamilah kembali mereka 25)) (Surah Al-Ghasyiyah) Disebutkan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah SAW apabila kembali dari perjalannya berdoa,”Kami kembali dengan selamat seraya bertaubat lagi menyembah(Nya) dan hanya kepada Tuhanlah kami memuji”

Sumber: https://tafsirweb.com/4629-surat-al-isra-ayat-25.html

Informasi Tambahan

Juz

15

Halaman

284

Ruku

242

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved