الاسراۤء (Al-Isra')

Per AyatMushaf
اِنَّ
sesungguhnya
رَبَّكَ
Tuhanmu
يَبْسُطُ
mengulurkan/melapangkan
الرِّزْقَ
rezeki
لِمَنْ
kepada siapa
يَّشَاۤءُ
Dia kehendaki
وَيَقْدِرُ
dan Dia menentukan/menyempitkan
ۗاِنَّهٗ
sesungguhnya Dia
كَانَ
adalah Dia
بِعِبَادِهٖ
dengan hamba-hamba-Nya
خَبِيْرًاۢ
Maha Mengetahui
بَصِيْرًا
Maha Melihat
ࣖ
﴿٣٠﴾
Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya.
2059 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sesungguhnya tuhanmu melapangkan rizki bagi sebagian manusia dan menyempitkannya bagi sebagian yang lain, sejalan dengan ilmu dan hikmah Allah .Sesungguhnya Dia maha mengetahui rahasia-rahasia para hambaNya, tidak ada yang tersembunyi dari ilmuNya sesuatu yang kecil pun dari kondisi-kondisi mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/4634-surat-al-isra-ayat-30.html

Tafsir as-Sa'di

30. Kemudian Allah memberitahukan bahwasanya Allah “melapangkan rizki kepada siapa yang Dia kehendaki,” dari hamba-hambaNya, menakdirkan dan menyempitkannya atas siapa yang dikehendakiNya sebagai bentuk hikmah dariNya. “Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya,” maka Allah membalas mereka dengan balasan yang baik bagi mereka menuruut pandanganNya, serta mengatur mereka dengan kelembutan dan kemuliaanNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/4634-surat-al-isra-ayat-30.html

Tafsir Al-Wajiz

30. Sesungguhnya Tuhanmu meluaskan rejeki orang yang dikehendakiNya dan menyempitkan orang yang dikehendakiNya sesuai kebijaksanaanNya yang ditujukan untuk kebaikan para hamba. Sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى Maha Mengetahui setiap sesuatu, sehingga Dia memberi rejeki hamba-hambaNya sesuai kemaslahatan mereka

Sumber: https://tafsirweb.com/4634-surat-al-isra-ayat-30.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 29-30 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memerintahkan untuk bersikap sederhana dalam kehidupan, mencela sifat kikir, dan melarang sifat berlebihan (Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu) yaitu, janganlah kamu menjadi orang kikir dan selalu menolak orang, tidak memberikan sesuatu kepada seseorang. Sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Yahudi, (semoga laknat Allah menimpa mereka) (tangan Allah terbelenggu) (Surah Al-Maidah: 64) Mereka menghubungkan Allah dengan sifat kikir, Dia Maha Tinggi, Maha Suci, Maha Mulia dan Maha Pemberi.Firman Allah: (dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya) yaitu janganlah berlebihan dalam membelanjakan harta dengan memberi di luar kemampuanmu dan mengeluarkan lebih banyak dari pemasukanm karena itu kamu menjadi tercela dan menyesal. Hal ini termasuk dalam jenis keterangan laf nasyr. yaitu jika kamu kikir, maka kamu adalah orang yang tercela dimana orang-orang akan mencelamu, mencacimu dan tidak membutuhkanmu. Sebagaimana yang dikatakan Zuhair bin Abi Salma dalam Mu'aliaqatnya: “Barangsiapa yang berharta, lalu dia kikir dengan hartanya terhadap kaumnya, maka dia tidak digauli oleh mereka dan dicela” Ketika kamu membuka tanganmu melebihi kemampuanmu, maka kamu tidak akan memiliki sesuatu lagi untuk dibelanjakan, lalu kamu seperti hasir, yaitu hewan yang tidak kuat untuk berjalan, maka dia berhenti karena lemah dan tidak mampu.Hewan yang demikian disebut hasir, yakni hewan yang diambil dari kelelahan. Sebagaimana Allah berfirman: (Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu melihat sesuatu yang tidak seimbang? (3) Kemudian pandanglah sekali lagi, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dengan tidak menemu­kan sesuatu cacat dan penglihatanmu itu pun dalam keadaan payah (4)) (Surah Al-Mulk) yaitu lemah dari melihat adanya cela.Demikianlah penafsiran ayat ini bahwa yang dimaksud dengan kikir dan berlebih-lebihan, menurut ibnu Abbas, Al-Hasan, Qatadah, Ibnu Juraij, Ibnu Zaid, dan lainnya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya) pemberitahuan bahwa Allah سبحانه وتعالى adalah Dzat Yang Memberi, menyempitkan, dan mengatur rezeki untuk makhlukNya sesuai dengan apa yang Dia kehendai. Jadi Dia menjadikan kaya orang yang Dia kehendaki, dan menjadikan miskin orang yang Dia kehendaki.Dalam hal itu terdapat hikmah. Oleh karena itu Allah berfirman: (sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya) yaitu Maha Melihat dan Maha Mengetahui siapa saja yang layak menjadi kaya dan yang layak menjadi miskin.Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,”Sesungguhnya di antara hamba-hambaKu benar-benar terdapat orang yang tidak layak baginya kecuali hanya miskin. Seandainya Aku jadikan dia kaya, maka kekayaannya itu akan merusak agamanya. Dan sesungguhnya di antara hamba-hambaKu benar-benar terdapat orang yang tidak pantas baginya kecuali hanya kaya.Seandainya Aku jadikan dia miskin, tentulah kemiskinan itu akan merusak agamanya” Terkadang kekayaan itu pada manusia merupakan suatu pembiaran baginya, dan terkadang kemiskinan merupakan suatu hukuman Allah. Kami berlindung kepada Allah dari hal ini dan hal itu

Sumber: https://tafsirweb.com/4634-surat-al-isra-ayat-30.html

Informasi

Surat

الاسراۤء (Al-Isra')

Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

30 dari 111 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 285

Ruku

Ruku 242

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 57 (114/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2059 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-17