الاسراۤء (Al-Isra')
Surat ke-17, Ayat ke-42
قُلْ لَّوْ كَانَ مَعَهٗ ٓ اٰلِهَةٌ كَمَا يَقُوْلُوْنَ اِذًا لَّابْتَغَوْا اِلٰى ذِى الْعَرْشِ سَبِيْلًا
Katakanlah (Muhammad), “Jika ada tuhan-tuhan di samping-Nya, sebagai-mana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Tuhan yang mempunyai ’Arsy.”
📚 Tafsir Al-Muyassar
Katakanlah (wahai rasul) kepada kaum musyrikin, ”seandainya ada bersama Allah tuhan-tuhan yang lain, maka pasti tuhan-tuhan itu akan mencari cara untuk mengalahkan Allah, Dzat yang memiliki arasy yang besar. ”
Sumber: https://tafsirweb.com/4646-surat-al-isra-ayat-42.html
📚 Tafsir as-Sa'di
42. Di antara topic paling agung yang Allah mengulang-ulanginya adalah ayat-ayat dan petunjuk-petunjuk tentang tauhid yang merupakan inti dari semua perkara yang penting. Karenanya, Allah memerintahkannya dan melarang dari lawannya (syirik), dan telah menegakkan keterangan-keterangan yang banyak berupa hujjah ‘aqliyah dan naqliyah untuknya, hingga siapa saja yang bersungguh-sungguh menyimak sebagiannya saja, niscaya tidak akan membekaskan keraguan atau sangsi di hatinya.
Di antara dalil-dalil itu, dalil logika yang Allah sebutkan disini. Allah berfirman, “Katakanlah,” kepada kaum musyrikin yang mengangkat sesembahan selain Allah. “Jikalau ada tuhan-tuhan di sampingNya, sebagaimana yang mereka katakan,” yaitu sebagai konsekuensi persangakaan dan tuduhan mereka “niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada Rabb yang mempunyai ‘Arasy,” maksudnya, pasti mereka akan mencari jalan menuju kepada Allah dengan cara beribadah dan kembali kepadaNya, mendekatkan diri dan mencari perantara (yang disyariatkan) kepadaNya.
Maka bagaimana bisa (terjadi) seorang manusia –yang serba kekurangan, yang mengetahui betapa besarnya ketergantungannya untuk beribadah kepada Rabbnya- menjadikan sesembahan lain beserta Allah? Tidaklah tindakan ini melainkan termasuk kezhaliman yang paling parah dan bentuk kebodohan yang paling dungu. Berdasarkan makna ini, ayat ini menjadi selaras dengan Firman, "Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.
"(Al-Isra’: 57) dan juga Firman Allah "Dan (ingatlah) suatu hari (ketika) Allah menghimpunkan mereka beserta apa yang mereka sembah selain Allah, lalu Allah berkata (kepada yang disembah): "Apakah kamu yang menyesatkan hamba-hamba-Ku itu, atau mereka sendirikah yang sesat dari jalan (yang benar)?" Mereka (yang disembah itu) menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagi kami mengambil selain Engkau (untuk jadi) pelindung, akan tetapi Engkau telah memberi mereka dan bapak-bapak mereka kenikmatan hidup, sampai mereka lupa mengingati (Engkau); dan mereka adalah kaum yang binasa." (Al-Furqan:17-18). Ada kemungkinan bahwa Firman Allah, “Katakanlah, ‘JIkalau ada tuhan-tuhan di sampingNya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya tuhan-tuhan itu mencari jalan kepada tuhan yang mempunyai ‘Arasy’ ,” mengarah pada pengertian, pastilah mereka akan mencari jalan dan berupaya untuk mengalahkan Allah, baik ia akan mengalahkanNya (atau tidak),sehingga barangsiapa menang dan mengalahkan (yang lain), maka dialah yang akan menjadi rabb yang disembah. Padahal sungguh orang-orang itu meyakini bahwa mereka akan mengakui kalau para sesembahan mereka yang mereka seru selain Allah adalah kalah lagi terpencundangi, tidak memiliki wewnang apa pun, lalu mengapa orang-orang itu masih mengangkatnya sebagai sesembahan, padahal kondisinya demikian (buruk)?
Maka, penafsiran ini semakna dengan Firman Allah, "Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan itu," (Al-Mu’minun:91).
Sumber: https://tafsirweb.com/4646-surat-al-isra-ayat-42.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
42. Wahai Nabi, katakanlah kepada orang-orang musyrik: “Jika ada tuhan lain bersama Allah sebaimana yang mereka anggapkan, maka sebaiknya tuhan-tuhan itu mencari jalan menuju Allah, Tuhan ‘Arsy yang memiliki kerajaan mutlak, untuk melakukan penawaran dalam mengatur porsi-porsi kerajaan itu, sebagaimana yang dilakukan para raja pada umumnya dalam membagi kekuasaan dan kerajaan”
Sumber: https://tafsirweb.com/4646-surat-al-isra-ayat-42.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 42-43 Allah SWT berfirman, "Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang menduga bahwa Allah mempunyai sekutu dari kalangan makhlukNya, yaitu orang-orang yang menyembah tuhan lain bersama Allah untuk mendekatkan diri mereka kepadaNya sebagai perantara mereka) bahwa seandainya duduk perkaranya seperti apa yang mereka katakan bahwa bersamaNya ada tuhan-tuhan yang disembah untuk mendekatkan diri kepadaNya, dan memintakan syafaat di sisiNya, maka sembahan-sembahan itu akan menyembah, mendekatkan diri, dan mencari jalan untuk sampai kepada Allah. Maka sembahlah Allah saja, sebagaimana sembahan-sembahan yang kalian seru selain Allah. Kalian tidak perlu menyembah sesuatu sebagai perantara antara kalian dan Allah.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai dan tidak meridhai hal itu, bahkan Dia membenci dan menolaknya" Allah SWT telah melarang hal itu melalui lisan semua rasul dan nabiNya. Kemudian Allah menyucikan DzatNya Yang Maha Mulia dan membersihkanNya: (Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan) yaitu orang-orang musyrik yang melampaui batas dan zalim dalam dugaan mereka bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah (dengan ketinggian yang sebesar-besarnya) yaitu dengan ketinggian yang Maha besar, bahkan Dialah Allah Yang Maha Esa, yang bergantung kepadaNya segala sesuatu, tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang menyamaiNya.Allah SWT berfirman, "Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang menduga bahwa Allah mempunyai sekutu dari kalangan makhlukNya yaitu orang-orang yang menyembah bersama Allah sembahan lain untuk mendekatkan diri kepadaNya sebagai perantara mereka bahwa seandainya perkaranya seperti yang mereka katakan bahwa bersama Allah ada tuhan-tuhan yang disembah untuk mendekatkan diri kepadaNya, dan untuk memintakan syafaat di sisiNya, maka sembahan-sembahan itu akan menyembah, mendekatkan diri, dan mencari jalan agar sampai kepadaNya. Maka, sembahlah Allah semata, sebagaimana sembahan-sembahan yang kalian seru selain Dia.
Kalian tidak memerlukan sembahan sebagai perantara antara kalian dan Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai dan tidak meridhai hal itu, bahkan Allah membenci dan menolaknya" Allah SWT melarang hal itu melalui lisan semua rasul dan nabiNya. Kemudian Allah menyucikan DzatNya Yang Maha Mulia dan membersihkanNya dari apa yang mereka duga itu: (Maha Suci dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka katakan) yaitu Maha Suci dan Maha Tinggi dari apa yang dikatakan orang-orang musyrik yang melampaui batas dan zalim dalam dugaan yang mereka katakan bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah (dengan ketinggian yang sebesar-besarnya) yaitu Maha TInggi dan Maha Besar, bahkan Dialah Allah Yang Maha Esa, Dzat yang bergantung kepadaNya segala sesuatu, tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang menyamaiNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4646-surat-al-isra-ayat-42.html
Informasi Tambahan
Juz
15
Halaman
286
Ruku
244