الاسراۤء (Al-Isra')

Per AyatMushaf
نَحْنُ
Kami
اَعْلَمُ
lebih mengetahui
بِمَا
dengan apa
يَسْتَمِعُوْنَ
mereka mendengarkan
بِهٖٓ
dengannya
اِذْ
tatkala
يَسْتَمِعُوْنَ
mereka mendengarkan
اِلَيْكَ
kepadamu
وَاِذْ
dan tatkala
هُمْ
mereka
نَجْوٰٓى
berbisik-bisik
اِذْ
tatkala
يَقُوْلُ
berkat
الظّٰلِمُوْنَ
orang-orang yang zalim
اِنْ
tidaklah
تَتَّبِعُوْنَ
kamu mengikuti
اِلَّا
melainkan/hanyalah
رَجُلًا
seorang laki-laki
مَّسْحُوْرًا
tersihir
﴿٤٧﴾
Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan sewaktu mereka mendengarkan engkau (Muhammad), dan sewaktu mereka berbisik-bisik (yaitu) ketika orang zalim itu berkata, “Kamu hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.”
2076 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Kami lebih mengetahui apa yang didengarkan oleh para pemuka suku quraisy, ketika mereka mendengarkannmu, sedang tujuan mereka adalah jahat. Mereka menyimak bukanlah demi mendapatkan petunjuk dan menerima kebenaran. Dan kami mengetahui bisikan-bisikan antar mereka sewaktu mereka berkata, ”kalian itu tidaklah mengikuti kecuali seorang lelaki yang kena sihir hingga akalnya pun kacau. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/4651-surat-al-isra-ayat-47.html

Tafsir as-Sa'di

47. “Kami lebih mengetahui dalam keadaan bagaimana mereka mendengarkan,” maksudnya, sesungguhnya Kami menghambat mereka dari perolehan manfaat tatkala mendengarkan al-Quran, karena Kami tahu bahwa niatan-niatan mereka jelek. Mereka ingin mencari-cari kekurangan sekecil apa pun untuk tujuan mendiskreditkan al-Quran, tujuan mendengarnya mereka bukan untuk mencari petunjuk dan menerima kebenaran. Mereka tetap bertekad untuk tidak mengikuti al-Quran.Maka barangsiapa keadaannya demikian adanya, niscaya mendengarkan al-Quran tidak akan berguna baginya sedikitpun. Untuk itu, Allah berfirman, “Sewaktu mereka mendengarkan kamu, dan sewaktu mereka berbisik-bisik,” yaitu mereka saling berbisik, “(yaitu) ketika orang-orang zhalim itu berkata,” dalam pembicaraan mereka yang lirih “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang kena sihir.” Maka apabila seperti ini bentuk bisikan kezhaliman yang beredar di antara mereka, dan mereka telah mengembangkan opini (mereka) bahwa Rasulullah itu terkena sihir, berarti mereka tidak mau menghiraukan perkataan beliau, dan sedang mengigau, tidak paham apa yang dikatakan.

Sumber: https://tafsirweb.com/4651-surat-al-isra-ayat-47.html

Tafsir Al-Wajiz

47. Kami lebih mengetahui tentang keadaan mereka saat mendengarkan Al-Qur’an. Mereka itu adalah orang-orang mengolok-olok dirimu dan Al-Qur’an, yaitu ketika orang-orang musyrik itu mendengarkanmu saat membaca Al-Qur’an, saat mereka saling berbisik secara samar-samar untuk mendustakan dan menghina Al-Qur’an, dan saat mereka berkata: “Tidak ada yang kalian ikuti kecuali seorang laki-laki yang telah diguna-guna sehingga dia kehilangan akal dan menjadi gila”

Sumber: https://tafsirweb.com/4651-surat-al-isra-ayat-47.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 47-48 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kepada NabiNya tentang apa yang dibisikkan para pemimpin orang-orang kafir Quraisy ketika mereka mendengarkan apa yang dibacakan oleh Nabi ﷺ secara sembunyi-sembunyi melalui kaum mereka tentang apa yang mereka katakan bahwa Nabi ﷺ adalah seorang laki-laki yang tekena sihir, dari kata “As-saahir” yang artinya terkena sihir, atau dari kata “as-sahru” yang artinya paru-paru. yaitu, tidaklah yang kalian ikuti melainkan seorang manusia yang memakan makanan. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair: “Maka jika engkau menanyakan kepada kami tentang apa yang kami alami, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang kecil dari kalangan manusia yang diberi makan” Dikatakan yus-haru bit ta'ami wasy'syarabi artinya diberi makan dan minum. Pendapat ini dinilai benar oleh Ibnu Jarir.Tetapi masih perlu dipertimbangkan kebenarannya, karena sesungguhnya orang-orang kafir itu dalam kalimatnya ini bermaksud bahwa Nabi Saw. adalah seorang yang kena sihir yang memiliki jin. Jin itu selalu datang kepadanya menyam­paikan kalam yang telah didengarnya, kemudian Nabi Saw. membacanya. Di antara orang-orang kafir ada yang menuduhnya sebagai seorang penyair, ada yang menuduhnya sebagai seorang dukung, ada yang menuduhnya orang yang gila, dan ada yang menuduhnya seorang yang ahli sihir.Oleh karena itu Allah berfirman: (Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)) Yakni mereka tidak dapat memperoleh petunjuk ke jalan yang benar dan tidak dapat menemukan jalan keluar dari kesesatannya.Allah سبحانه وتعالى memberitahukan kepada NabiNya ﷺ tentang apa yang dibisikkan pemimpin orang-orang kafir Quraisy ketika mereka mendengarkan apa yang dibacakan oleh Nabi ﷺ secara sembunyi-sembunyi dari kaum mereka. Mereka berkata bahwa Nabi ﷺ adalah laki-laki yang terkena sihir, berdasarkan pendapat yang terkenal dari kata “As-sihru” atau kata “As-Sahru” yang artinya paru-paru. yaitu, tidaklah yang kalian ikuti, yaitu nabi Muhammad melainkan seorang manusia yang memakan makanan. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair: “Maka jika engkau menanyakan kepada kami tentang apa yang kami alami, maka sesungguhnya kami adalah orang-orang kecil dari kalangan manusia yang diberi makan” Yang mereka kehendaki di sini adalah bahwa dia terkena sihir yang memiliki jin yang datang kepadanya menyam­paikan kalam yang telah dia dengar, kemudian Nabi ﷺ membacanya.Di antara mereka ada yang berkata bahwa beliau adalah seorang penyair, ada yang yang berkata bahwa beliau adalah dukun, ada yang berkata bahwa beliau adalah orang gila, dan ada yang berkata bahwa beliau adalah ahli sihir. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar) (48)) yaitu mereka tidak mendapat petunjuk kepada kebenaran dan tidak mendapati jalan keluar darinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4651-surat-al-isra-ayat-47.html

Informasi

Surat

الاسراۤء (Al-Isra')

Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

47 dari 111 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 286

Ruku

Ruku 244

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 57 (114/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2076 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-17