الاسراۤء (Al-Isra')
Per AyatMushaf
وَقَالُوْٓا
dan mereka berkata
ءَاِذَا
apakah apabila
كُنَّا
adalah kami
عِظَامًا
tulang belulang
وَّرُفَاتًا
dan benda-benda yang hancur
ءَاِنَّا
apakah sesungguhnya kami
لَمَبْعُوْثُوْنَ
pasti akan dibangkitkan
خَلْقًا
makhluk
جَدِيْدًا
baru
﴿٤٩﴾
Dan mereka berkata, “Apabila kami telah menjadi tulang-belulang dan benda-benda yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?”
2078 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan orang-orang musyrik berkata dengan nada pengingkaran bahwa mereka akan diciptakan kembali dalam bentuk baru, setelah tulang belulang mereka lapuk dan mereka menjadi hancur, ”apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali pada hari kiamat sebagai makhluk yang baru?"
Sumber: https://tafsirweb.com/4653-surat-al-isra-ayat-49.html
Tafsir as-Sa'di
49. Allah mengabarkan tentang perkataan para pengingkar Hari Kebangkitan dengan perkataan mereka, “Apakah bila kami telah menjadi tulang dan benda-benda yang hancur,” maksudnya jasad-jasad yang telah rusak “apa benar-benar kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?” ini tidak akan terjadi, mustahil menurut mereka. Mereka adalah orang-orang yang sangat bodoh, lantaran mendustakan utusan Allah, menentang ayat-ayatNya, dan menyamakan kemampuan al-KHaliq (Sang Pencipta) langit dan bumi dengan kemampuan mereka yang sangat lemah.Tatkala memandang hal itu (kebangkitan setelah mati) tidak mungkin terjadi, dan mereka pun tidak sanggup melakukannya, maka mereka pun menilai kekuasaan Allah demikian pula. Mahasuci Dzat yang telah menjadikan sebagian makhluk dari makhlukNYa –yang mana mereka mengklaim sebagai orang-orang yang berakal dan cerdas- sebagai symbol kebodohan pada sesuatu yang paling jelas, paling gambling lagi paling terang serta paling tinggi petunjuknya, supaya memperlihatkan kepada para hambaNya, bahwa tidak ada alternative lain melainkan taufik dan pertolonganNYa atau kebinasaan dan kesesatan. "(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)." (Ali Imran:8)
Sumber: https://tafsirweb.com/4653-surat-al-isra-ayat-49.html
Tafsir Al-Wajiz
49. Dan orang-orang musyrik yang mendustakan hari kebangkitan itu berkata: “Apakah jika kita telah menjadi tulang-belulang yang sudah tua dan sudah hancur menjadi potongan-potongan yang rusak, kami akan dibangkitkan sebagai ciptaan baru yang dapat menikmati kehidupan setelah mati?!”
Sumber: https://tafsirweb.com/4653-surat-al-isra-ayat-49.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 49-52 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang orang-orang kafir yang menganggap mustahil terjadinya hari kebangkitan, bahwa mereka mengatakan dengan maksud mengingkari: (Apakah bila kami telah menjadi tulang dan benda-benda yang hancur) yaitu yaitu tanah, Pendapat ini dikatakan Mujahid. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa maknannya adalah debu. (apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?) yaitu di hari kiamat, padahal kami telah hancur dan telah tiada. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى memberitahukan tentang mereka dalam ayat lain: ((Orang-orang kafir) berkata, "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? (10) Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” (11) Mereka berkata, "kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan” (12)) (Surah An-Nazi'at) Firman Allah سبحانه وتعالى (Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami dan melupakan asal kejadiannya; dia berkata, "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang-belulang, yang telah hancur luluh? (78) Katakanlah (Muhammad), "Yang akan menghidupkannya ialah (Allah) yang menciptakannya pertama kali.Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk (79)) (Surah Yasin) Demikianlah Allah memerintahkan RasulNya agar menjawab mereka: (Katakanlah, "Jadilah kamu sekalian batu atau besi” (50)) karena kedua benda ini jauh lebih tahan daripada tulang dan tanah (atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiran kalian) Diriwayatkan dari Mujahid,,”Aku pernah bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai maknanya; maka Ibnu Abbas menjawab bahwa yang dimaksud adalah kematian Makna yang dimaksud adalah seandainya kalian benda mati yang merupakan lawan kata dari hidup tentulah Allah dapat menghidupkan kalian; jika Dia menghendaki; karena tidak ada sesuatu pun yang sulit bagiNya jika Dia menghendakiNya.Mujahid berkata tentang firmanNya: (atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiran kalian) yaitu langit, bumi, dan gunung-gunung. Dalam riwayat lain, jadilah kalian sesuka kalian, maka Allah tetap akan menghidupkan kalian setelah kalian mati. Di dalam tafsir firman Allah سبحانه وتعالى ini yang diriwayatkan Imam Malik, dari Az-Zuhri tentang firmanNya: (atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin (hidup) menurut pikiran kalian) Malik berkata bahwa mereka berkata bahwa itu adalah kematian Firman Allah سبحانه وتعالى: (Maka mereka akan bertanya, "Siapakah yang akan menghidupkan kami kembali?”) yaitu, siapakah yang akan menghidupkan kami jika kami menjadi batu, besi atau makhluk lainnya yang kuat? (Katakanlah, "Yang telah menciptakan kalian pada yang pertama kali.") yaitu Tuhan yang telah menciptakan kalian.Pada awal mulanya kalian bukan merupakan sesuatu yang disebut-sebut, kemudian jadilah kalian manusia yang menyebar. Sesungguhnya Dia mampu menghidupkan kembali kalian, sekalipun kalian telah berubah menjadi apa pun. Dalam ayat yang lain disebutkan oleh firmanNya: (Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu lebih mudah bagiNya) (Surah Ar-Rum: 27).Firman Allah سبحانه وتعالى: (Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepalanya kepadamu) Ibnu Abbas dan Qatadah berkata bahwa mereka menggeleng-gelengkan kepalanya mengandung makna mencemooh. Pendapat yang dikatakan keduanya ini berdasarkan pengertian bahasa, karena makna “Al-inghad” adalah menggerakkan kepala dari arah bawah ke arah atas atau sebaliknya Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan berkata, "Kapan itu (akan terjadi)?") Ungkapan ini menunjukkan pengertian bahwa mereka menganggap mustahil akan terjadinya hari berbangkit. Perihalnya sama dengan yang disebutkan dalam ayat lain melalui firmanNya: (Dan mereka berkata, "Kapankah datangnya ancaman itu, jika kalian orang-orang yang benar?” (25)) (Surah Al-Mulk) dan (Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu disegerakan kedatangannya) (Surah Asy-Syura: 18) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Katakanlah, "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat”) yaitu waspadalah akan datangnya hari itu, karena sesungguhnya hari itu dekat waktunya bagi kalian.Hari itu pasti akan datang kepada kalian, karena sesuatu yang pasti terjadi akan menjadi kenyataan. Firman Allah سبحانه وتعالى: (yaitu pada hari Dia memanggil kalian) yaitu Allah سبحانه وتعالى (apabila Dia memanggil kalian sekali panggil dari bumi, seketika itu (juga) kalian keluar (dari kubur)) (Surah Ar-Rum: 25) yaitu, apabila Allah memerintahkan kepada kalian untuk keluar dari kuburan, maka perintahNya itu tidak dapat ditentang dan tidak dapat ditolak, semua menaatiNya.Bahkan dalam ayat yang lain disebutkan oleh firmanNya: (Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata (50)) (Surah Al-Qamar) dan (Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah dengan satu kali tiupan saja (13) maka dengan serta merta hidup kembali di permukaan bumi (14)) (Surah An-Nazi'at) yaitu sesungguhnya menghidupkan kembali itu hanya dengan sekali perintah saja, maka dengan serta-merta mereka keluar dari perut bumi ke permukaannya.Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (yaitu pada hari Dia memanggil kalian, lalu kalian mematuhinya sambil memuji-Nya) yaitu, kalian semua memenuhi seruanNya karena taat kepada perintahNya dan patuh kepada kehendakNya. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari ibnu Abbas, tentang firmanNya (lalu kalian mematuhinya sambil memuji-Nya) yaitu mematuhi perintahNya. Demikian juga dikatakan Ibnu Juraij.Qatadah berkata bahwa dengan sepengetahuanNya dan karena taat kepadaNya. Firman Allah سبحانه وتعالى: (dan kalian mengira) yaitu pada hari kalian dibangkitkan dari kubur kalian (bahwa kalian tidak berdiam) yaitu di dunia (kecuali sebentar saja) yaitu sebagaimana firmanNya: (Pada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari (46)) (Surah An-Nazi'at: 46) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang kafir yang menganggap mustahil terjadinya hari kebangkitan bahwa mereka berkata yang mengingkari hal itu: (Apakah bila kami telah menjadi tulang dan benda-benda yang hancur) yaitu tanah, pendapat ini dikatakan oleh Mujahid.Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas yaitu debu. (apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?) yaitu pada hari kiamat, setelah kami telah hancur dan telah tiada. Sebagaimana Allah memberitahukan tentang mereka dalam tempat lain: ((Orang-orang kafir) berkata, "Apakah sesungguhnya kami benar-benar dikembalikan kepada kehidupan yang semula? (10)Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kami telah menjadi tulang belulang yang hancur lumat?” (11) Mereka berkata, "kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan” (12)) (Surah An-Nazi'at)
Sumber: https://tafsirweb.com/4653-surat-al-isra-ayat-49.html
Informasi
Surat
الاسراۤء (Al-Isra')
Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
49 dari 111 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 286
Ruku
Ruku 244
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 57 (114/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2078 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-17