الاسراۤء (Al-Isra')

Per AyatMushaf
وَاِذْ
dan ketika
قُلْنَا
Kami berfirman
لَكَ
kepadamu
اِنَّ
sesungguhnya
رَبَّكَ
Tuhanmu
اَحَاطَ
meliputi
بِالنَّاسِۗ
dengan manusia
وَمَا
dan tidak
جَعَلْنَا
Kami menjadikan
الرُّءْيَا
mimpi
الَّتِيْٓ
yang
اَرَيْنٰكَ
Kami perlihatkan kepadamu
اِلَّا
melainkan
فِتْنَةً
ujian
لِّلنَّاسِ
bagi manusia
وَالشَّجَرَةَ
dan pohon
الْمَلْعُوْنَةَ
terkutuk
فِى
dalam
الْقُرْاٰنِ
Al-Qur'an
ۗ
وَنُخَوِّفُهُمْۙ
dan Kami menakuti mereka
فَمَا
maka/tetapi tidak
يَزِيْدُهُمْ
menambah mereka
اِلَّا
melainkan
طُغْيَانًا
kedurhakaan
كَبِيْرًا
besar
ࣖ
﴿٦٠﴾
Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, “Sungguh, (ilmu) Tuhanmu meliputi seluruh manusia.” Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon yang terkutuk (zaqqum) dalam Al-Qur'an. Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka.
2089 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan ingatlah (wahai rasul) ketika Kami berfirman kepadamu, ”sesungguhnya tuhanmu meliputi seluruh manuasia dengan ilmu dan kekuasaanNya. Dan Kami tidaklah menjadikan penglihatan yang kami perlihatkan kepadamu secara langsung pada malam isra’ mi’raj berupa makhluk-mahkluk ciptaan yang luar biasa besar kecuali sebagai ujian bagi manusia, supaya bisa memisahkan mana yang kafir, dan mana yang mukmin. Dan tidaklah Kami menjadikan pohon zaqqum terlaknat yang disebutkan dalam al-qur’an, kecuali sebagai cobaan bagi manusia.Kami membuat takut kaum musyrikin dengan berbagai macam siksaan dan tanda-tanda kuasa Kami. Dan tidaklah perkara-perkara yang menakutkan itu menambah mereka kecuali kian menjadi-jadi dalam kekafiran dan kesesatan.

Sumber: https://tafsirweb.com/4664-surat-al-isra-ayat-60.html

Tafsir as-Sa'di

60. “Dan (ingatlah), ketika Kami wahyukan kepadamu,” ‘Sesungguhnya Rabbmu meliputi segala manusia’ ,” yaitu ilmu dan kekuasaanNya. Maka tidak ada bagi mereka tempat berlindung dariNya, dan tidak ada tempat persembunyian bagi mereka dariNya. Maka, ini sudah cukup bagi orang-orang yang berakal untuk meninggalkan segala sesuatu yang Allah benci yang (ilmu dan kekuasaanNya) meliputi segala sesuatu. “Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu,” kebanyakan ahli tafsir mengartikan kata ‘aru-ru’ya’ tersebut dengan malam Isra “dan pohon kayu yang terkutuk,” yang disebutkan “dalam al-Quran,” yaitu pohon Zaqqum yang tumbuh di dasar Neraka Jahim.Pengertian ayat ini adalah, apabila dua perkara ini saja sudah menjadi fitnah bagi manusia, sehingga orang-orang kafir terus terang dengan keingkarannya, dan kejahatan mereka semakin menjadi-jadi, sementara sebagian orang yang lemah imannya kembali menjadi kafir, (hanya) dengan sebab kabar berita yang Rasulullah sampaikan tentang kejadian-kejadian (luar biasa) di malam Isra’, yaitu perjalanan (yang dimulai) dari Masjidil haram hingga Masjidil Aqsa, yang merupakan peristiwa yang sangat luar biasa, dan informasi tentang adanya pohon yang tumbuh di dasar Neraka Jahim termasuk kejadian yang di luar kewajaran, ini saja sudah menyebabkan orang-orang itu mendustakan, maka bagaimana seandainya mereka menyaksikan ayat-ayat Allah yang lebih besar dan kejadian-kejadian yang lebih luar biasa? Bukankah hal itu akan semakin menyebabkan kenaikan tingkat keburukan mereka? Oleh karenanya, Allah pun merahmati mereka dan memalingkannya dari mereka.Dari sini, kita bisa mengetahui bahwa tidak dijelaskannya secara rinci peristiwa-peristiwa luar biasa yang akan terjadi di masa mendatang dalam al-KItab dan as-Sunnah adalah lebih utama dan lebih baik. Karena perkara-perkara besar yang belum pernah disaksikan padanannya oleh orang-orang, mungkin saja akal-akal mereka tidak mau menerimanya. (Apabila mereka diberitahu sebelum terjadinya peristiwa itu), maka hal itu berpotensi menimbulkan keraguan di hati orang-orang Mukmin, dan menjadi penghalang bagi orang-orang yang belum masuk Islam dan membuat orang lari dari Islam. Akan tetapi, Allah menggunakan lafazh-lafazh umum yang mencakup semua kejadian yang akan terjadi.Wallahu a’lam. “Dan Kami menakut-nakuti mereka,” dengan ayat-ayat. “Tetapi yang demikian itu tidaklah menambah mereka,” maksudnya, ancaman itu (tidaklah menambah mereka) “melainkan kedurhakaan yang besar,” ungkapan ini lebih mewakili predikat keburukan dan rasa cinta terhadap keburukan itu, kebencian mereka terhadap kebaikan dan kepongahan kepadanya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4664-surat-al-isra-ayat-60.html

Tafsir Al-Wajiz

60. Dan ingatlah wahai Nabi saat Kami berfirman kepadamu: “Sesungguhnya Tuhanmu meliputi manusia dengan pengetahuan dan kekuasaanNya, sehingga mereka berada dalam genggaman dan di bawah kuasaNya, maka sampaikanlah kepada mereka risalahmu.” Dan Kami tidak menjadikan penglihatan yang Kami perlihatkan kepadamu pada malam Isra’ Mi’raj, yaitu melihat ayat-ayat dan mukjizat Allah sebagaimana yang terdapat dalam surah (ayat) {Linuriyahu min ayatina} [1] Dan Kami tidak menjadikan pohon Zaqqum yang sangat dihindari untuk dimakan yang tumbuh di dasar neraka Jahim tanpa terbakar itu kecuali sebagai ujian dan cobaan bagi penduduk Mekah. Dan Kami tidak memperingatkan mereka dengan pohon itu dan ayat-ayat (lain).Peringatan Kami dan penyampaian ayat itu tidak lain hanya membuat mereka semakin menjadi-jadi dalam kekufuran. Pada suatu hari rasulallah ﷺ khawatir, lalu dikatakan kepadanya: “Apa yang terjadi kepadamu wahai rasulallah? Jangan kamu pedulikan hal itu, sesungguhnya itu adalah penglihatan tentang apa yang menimpa mereka.” Lalu Allah سبحانه وتعالى menurunkan ayat {Wa Maa Ja’alnaar ru’yaa}.Abu Jahal dan lainnya berkata: “Sahabat kalian menganggap bahwa neraka Jahanam itu mampu membakar batu” kemudian berkata: “Namun di dalamnya tumbuh pohon”. Dia menganggap bahwa pohon Zaqqum itu adalah makanan jenis bubur dengan tambahan susu, lalu turunlah ayat {Wasy-Syajarota …}

Sumber: https://tafsirweb.com/4664-surat-al-isra-ayat-60.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya seraya menganjurkan untuk menyampaikan risalahNya dan memberitahukan kepadanya bahwa Allah memeliharanya dari gang­guan manusia. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas manusia, dan mere­ka semuanya berada di dalam genggaman kekuasaanNya dan kekuatanNya. Mujahid, Urwah bin Az-Zubair, Al-Hasan, Qatadah, dan lainnya berkata tentang firmanNya: (Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, "Sesungguh­nya (ilmu) Tuhanmu meliputi segala manusia”) yaitu memeliharamu dari gangguan mereka.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan Kami tidak manjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu, melainkan sebagai ujian bagi manusia) dia berkata bahwa itu adalah pemandangan yang diperlihatkan kepada Rasulullah ﷺ di malam Isra’ Mi’taj. (dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk di dalam Al-Qur'an) yaitu pohon zaqqum. Firman Allah: (Dan Kami menakut-nakuti mereka) yaitu orang-orang kafir, dengan ancaman, siksaan, dan pembalasan (tetapi demikian itu hanyalah menambah besar, kedurhakaan mereka) yaitu, menambah mereka tenggelam di dalam keka­firan dan kesesatan yang mereka alami, Demikian itu merupakan penghinaan Allah terhadap mereka.

Sumber: https://tafsirweb.com/4664-surat-al-isra-ayat-60.html

Informasi

Surat

الاسراۤء (Al-Isra')

Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

60 dari 111 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 288

Ruku

Ruku 245

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 58 (115/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2089 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-17