الاسراۤء (Al-Isra')
Per AyatMushaf
سُنَّةَ
ketetapan
مَنْ
orang (Rasul)
قَدْ
sungguh
اَرْسَلْنَا
telah Kami utus
قَبْلَكَ
sebelum kamu
مِنْ
orang (Rasul)
رُّسُلِنَا
Rasul-Rasul Kami
وَلَا
dan tidak
تَجِدُ
kamu mendapatkan
لِسُنَّتِنَا
bagi ketetapan Kami
تَحْوِيْلًا
perobahan
ࣖ
﴿٧٧﴾
(Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami.
2106 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Itu adalah ketetapan Allah terkait pembinasaan umat manusia yang mengusir rasul dari tengah mereka. Dan engkau (wahai rasul) tidak akan menemukan adanya perubahan pada ketetapan Kami. Tidak ada pengingkaran terhadap janji Kami.
Sumber: https://tafsirweb.com/4681-surat-al-isra-ayat-77.html
Tafsir as-Sa'di
76-77. “Dan sesungguhnya mereka benar-benar hampir membuatmu gelisah di negeri (Makkah) untuk mengusirmu darinya,” karena kebencian mereka dengan keberadaanmu bersama mereka. Hampir saja mereka mengusirmu dan menyingkirkanmu dari negeri (Makkah). Seandainya mereka melakukannya, niscaya mereka tidak akan lama bertahan di negeri itu, hingga azab menimpa mereka.Itu adalah sunnatullah yang tidak pernah berubah dan berganti pada setiap umat. Setiap umat yang mendustakan dan mengusir RasulNya, niscaya Allah akan menyegerakan azab bagi mereka. Oleh karenanya, tatkala orang-orang kafir itu membuat makar terhadap RasulNya dan mengusirnya, maka tidaklah mereka mampu bertahan kecuali sebentar saja sampai akhirnya Allah membinasakan mereka di Perang Badar, menewaskan tokoh-tokoh mereka dan mencerai-beraikan kekuatan mereka.BagiNya-lah semua pujian. Dalam ayat ini terdapat dalil betapa besarnya kebutuhan seorang hamba kepada peneguhan hati oleh Allah. (Sudah seharusnya) dia senantiasa meminta, supaya Allah meneguhkan hatinya di atas keimanan dengan tetap melakukan segala usaha yang mengahantarkan kepadanya. Karena Nabi saja –padahal beliau adalah insan yang paing sempurna- (diberi peneguhan hati oleh Allah).Allah berfirman kepada beliau, “Dan kalau bukan karena Kami memperkuat (hatimu), niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,” lalu bagaimana dengan selain beliau?Dalam ayat ini terdapat tindakan Allah mengingatkan RasulNya terhadap karunia dan penjagaanNya dari keburukan. Hal ini menunjukkan bahawasanya Allah mencintai hamba-hambaNya, yang menyadari curahan kenikmatan pada mereka di kala muncul sebab-sebab keburukan dalam bentuk penjagaan dariNya dan keteguhan di atas keimanan. Dalam ayat ini terdapat pula dalil bahwasanya semakin tinggi kedudukan seorang hamba dan semakin banyak nikmat yang dia dapatkan dari Allah, maka semakin besar pula dosa dan tingkat kejahatannya apabila dia melakukan perbuatan yang tercela.Karena Allah telah mengingatkan RasulNya, seandainya beliau melakukannya –dan itu tidak mungkin terjadi- dengan FirmanNya, “Kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami.” Dalam ayat ini terdapat pula dalil bahwasanya apabila Allah menghendaki kehancuran suatu umat, maka kejahatannya akan berlipat-lipat, membesar dan semakin menjadi-jadi, sampai akhirnya jatuhlah keputusan dari Allah atas mereka, maka Allah menimpakan hukuman itu kepada mereka, sebagaimana itu sudah menjadi sunnatullah yang berlaku pada umat-umat terdahulu apabila mereka mengusir RasulNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4681-surat-al-isra-ayat-77.html
Tafsir Al-Wajiz
77. Ketetapan Kami yang sudah ditentukan, yaitu membinasakan umat-umat terdahulu yang mengusir para rasul dari rumah-rumah mereka itu juga merupakan ketetapan Kami yang terjadi kepadamu sebagaimana rasul sebelummu. Dan kamu tidak akan mendapati perubahan dan pergantian terkait ketetapan kami
Sumber: https://tafsirweb.com/4681-surat-al-isra-ayat-77.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 76-77 Dikatakan bahwa ayat ini diturunkan tentang orang-orang kafir Quraisy ketika mereka bertekad untuk mengusir Rasulullah ﷺ dari kampung halaman mereka. Lalu Allah mengancam mereka dengan ayat ini. Jika mereka mengusir beliau setelah itu maka mereka tidak akan bisa tinggal di Makkah dengan mudah.Demikianlah kejadiannya, karena sesungguhnya setelah Nabi ﷺ berhijrah meninggalkan mereka setelah mengalami tekanan yang sangat berat dari mereka, maka dalam masa satu setengah tahun Allah سبحانه وتعالى mempertemukan mereka dengan Nabi ﷺ di perang Badar tanpa diduga-duga. Kemudian Allah memberikan kemenangan kepada beliau atas mereka, sehingga banyak dari pemimpin mereka yang mati dan yang lainnya ditawan. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: ((Kami menetapkan yang demikian) sebagai suatu ketetapan terhadap rasul-rasul Kami) Demikianlah ketetapan Kami terhadap orang-orang kafir kepada para rasui Kami dan menyakitinya dengan mengusirnya dari tempat tinggal mereka, Allah menurunkan azab terhadap mereka.Seandainya saja Rasulullah ﷺ bukan seroang rasul pembawa rahmat, maka mereka ditimpa pembalasan di dunia dengan azab yang tak pernah dialami oleh seorang pun. Oleh karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan (33)) (Surah Al-Anfal)
Sumber: https://tafsirweb.com/4681-surat-al-isra-ayat-77.html
Informasi
Surat
الاسراۤء (Al-Isra')
Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
77 dari 111 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 290
Ruku
Ruku 247
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 58 (116/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2106 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-17