الاسراۤء (Al-Isra')

Per AyatMushaf
وَقُلْ
dan katakanlah
رَّبِّ
ya Tuhanku
اَدْخِلْنِيْ
masukanlah aku
مُدْخَلَ
tempat masuk
صِدْقٍ
benar
وَّاَخْرِجْنِيْ
dan keluarkanlah aku
مُخْرَجَ
tempat keluar
صِدْقٍ
benar
وَّاجْعَلْ
dan jadikanlah
لِّيْ
bagiku
مِنْ
dari
لَّدُنْكَ
sisi-Mu
سُلْطٰنًا
kekuasaan
نَّصِيْرًا
penolong
﴿٨٠﴾
Dan katakanlah (Muhammad), ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku).
2109 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan katakanlah “wahai tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar ke dalam hal-hal yang baik bagiku, dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar dari hal-hal yang buruk bagiku. Dan berikanlah kepadaku dari sisiMu hujjah yang kuat yang dengannya Engkau akan membelaku terhadap semua orang yang menentangku.”

Sumber: https://tafsirweb.com/4684-surat-al-isra-ayat-80.html

Tafsir as-Sa'di

80. FirmanNya, “Dan katakanlah, ‘Ya Rabbku, masukanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar,” maksudnya jadikanlah tempat masuk dan tempat keluarku semuanya dalam ketaatan dan keridhaanMu. Karena hal ini memuat sifat keikhlasan dan keselarasan dengan perintah. “Dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang menolong,” maksudnya hujjah yang nyata dan petunjuk yang pasti pada seluruh yang aku kerjakan dan aku tinggalkan.Ini adalah keadaan paling mulia yang mana Allah menempatkan hambaNya di sana. Yakni, supaya seluruh keadaannya baik dan mengarahkan kepada kedekatan pada Rabbnya. Dan supaya dia memiliki dasar petunjuk yang jelas dalam setiap keadaannya.Hal ini mencakup ilmu yang bermanfaat dan amal shalih, yaitu ilmu tentang berbagai problematika dan dalil-dalil petunjuk.

Sumber: https://tafsirweb.com/4684-surat-al-isra-ayat-80.html

Tafsir Al-Wajiz

80. Katakanlah wahai nabi: “Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam Madinah atau dalam setiap urusan agama dan duniaku dalam keadaan ridha. Dan keluarkanlah aku dari Mekah atau dari sunia dengan keadaan ridha.Dan berilah aku kekuatan di sisiMu yang menyelamatkanku dari musuh-musuhMu” As-Sulthan adalah sebuah hujjah yang jelas dan An-Nashir adalah penolong yang memberi bantuan. Ibnu Abbas berkata: “Saat itu Nabi ﷺ berada di Mekah, kemudian diperintahkan untuk berhijrah. Lalu turunlah ayat {Wa Qul Rabbi Adkhilnii ..}”

Sumber: https://tafsirweb.com/4684-surat-al-isra-ayat-80.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 80-81 Qatadah berkata tentang firman Allah: (Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar") yaitu Madinah (dan keluarkanlah (pula) aku dengan cara keluar yang benar) yaitu Makkah. Demikian juga dikatakan oleh Abdurrahman bin Zaid bin Aslam. Pendapat ini adalah yang paling terkenal.Firman Allah: (dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong) Hasan Al-Bashri berkata dalam tafsirnya,”Allah menjanjikan kepada beliau bahwa Dia akan mencabut Kerajaan Persia dan kejayaannya, dan Dia benar-benar akan memberikan hal itu kepada beliau. dan Kerajaan Romawi dan kejayaannya, lalu Dia memberikannya kepada beliau. Qatadah berkata tentang hal ini bahwa sesung­guhnya Nabi ﷺ menyadari bahwa dia tidak mempunyai kekuatan un­tuk perkara ini kecuali dengan kekuasaanNya. Maka beliau memo­hon kekuasaan yang bisa menolongnya kepada Allah untuk membela kitab, batasan-batasan, hal-hal yang difardhukan Allah, dan mene­gakkan agama Nya; karena sesungguhnya kekuasaan itu adalah rahmat dari Allah yang Dia jadikan di antara hamba-hambaNya.Seandainya tidak ada kekuasaan ini, tentulah sebagian dari mereka menyerang sebagi­an yang lainnya, dan terkuat di antara mereka akan memakan yang lemah. Mujahid berkata tentang firmanNya: (kekuasaan yang menolong) yaitu bukti yang jelas. Ibnu Jarir memilih pendapat yang dikatakan Al-Hasan dan Qatadah, dan pendapat ini adalah yang terkuat, karena sesung­guhnya merupakan suatu keharusan bagi kebenaran mengalahkan semua orang yang menentangnya.Oleh karena itu Allah berfirman: (Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil.Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya) (Surah Al-Hadid: 25) Firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan katakanlah, "Yang benar telah datang, dan yang batil telah lenyap) yaitu ancaman dan peringatan kepada orang-orang kafir Quraisy, bahwa sesungguhnya telah datang kepada mereka kebenaran dari Allah yang tidak ada keraguan di dalamnya dan tidak pernah mereka temui sebelumnya, yaitu Al-Qur'an, keimanan, dan ilmu yang bermanfaat.Dan lenyaplah kebathilan itu, yaitu surut dan sirna; karena sesungguhnya kebathilan itu tidak akan bisa bertahan dan berdampingan bersama kebenaran. (Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil, lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap) (Surah Al-Anbiya: 18)

Sumber: https://tafsirweb.com/4684-surat-al-isra-ayat-80.html

Informasi

Surat

الاسراۤء (Al-Isra')

Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

80 dari 111 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 290

Ruku

Ruku 248

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 58 (116/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2109 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-17