Kembali ke Surat Al-Isra'

الاسراۤء (Al-Isra')

Surat ke-17, Ayat ke-85

وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الرُّوْحِۗ قُلِ الرُّوْحُ مِنْ اَمْرِ رَبِّيْ وَمَآ اُوْتِيْتُمْ مِّنَ الْعِلْمِ اِلَّا قَلِيْلًا

Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”

📚 Tafsir Al-Muyassar

Orang-orang kafir bertanya kepadamu tentang hakikat ruh sebagai bentuk penentangan. Maka jawablah mereka bahwa hakikat ruh dan kondisi-kondisinya termasuk perkara yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. Dan tidaklah kalian dan sekalian manusia deberi pengetahuan kecuali sedikit saja.

Sumber: https://tafsirweb.com/4689-surat-al-isra-ayat-85.html

📚 Tafsir as-Sa'di

85. Ayat ini mengandung cara untuk membungkam orang-orang yang suka bertanta-tanya tentang permasalahan yang tidak dimaksudkan melainkan untuk menentang dan melumpuhkan, tidak menanyakan permasalahan yang penting. Mereka menanyakan tentang ruh yang merupakan perkara yang tersembunyi yang tidak setiap orang mengetahuinya secara baik mengenai sifat dan keadaannya.

Padahal mereka itu adalah orang yang dangkal terhadap ilmu yang dibutuhkan seorang hamba. Oleh karenanya, Allah memerintahkan RasulNya untuk menjawab pertanyaan mereka dengan FirmanNya, “katakanlah , ‘Ruh itu termasuk urusan Rabbku’ ,” maksudnya termasuk dari ciptaanNya yang (jika) Allah perintahkan untuk menjadi berwujud maka jadilah ia. Pertanyaan tentang ruh tidak terlalu berfaidah, lantaran kalian tidak mengetahui ilmu lainnya (yang harus diketahui).

Dalam ayat ini terdapat dalil bahwasanya apabila seseorang itu ditanya tentang suatu perkara, padahal ada hal yang lebih penting untuk diketahui si penanya, maka hendaklah dia mengalihkan jawabannya, menunjukannya dengan hal yang lebih dibutuhkan oleh si penanya dan mengarahkannya pada hal yang bermanfaaat baginya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4689-surat-al-isra-ayat-85.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

85. Wahai, Nabi, dan mereka bertanya kepadamu tentang hakikat ruh yang merupakan sesuatu yang membuat manusia hidup. Katakanlah kepada mereka: “Ruh itu termasuk ciptaan Tuhanku.

Dan kalian itu tidak tahu kecuali hanya sedikit dari ilmu Allah” Kaum Quraisy berkata kepada orang Yahudi: “Ajarilah Kami tentang sesuatu yang bisa kami tanyakan kepada laki-laki ini” lalu mereka berkata: “tanyakanlah kepadanya tentang ruh”. Lalu mereka bertanya kepadanya tentang ruh. Lalu Allah menurunkan ayat ini

Sumber: https://tafsirweb.com/4689-surat-al-isra-ayat-85.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud, dia berkata,”Ketika aku sedang berjalan bersama Rasulullah SAW di sebuah lahan pertanian di Madinah dan beliau berjalan dengan pelepah kurma sebagai tongkatnya maka beliau bertemu dengan orang-orang Yahudi. Sebagian dari mereka mengatakan kepada sebagian lain, "Tanyailah dia oleh kalian tentang ruh" dan sebagian lainnya berkata, "Janganlah kalian bertanya kepa­danya" Lalu mereka bertanya kepada beliau tentang ruh. Jadi mereka berkata,"Wahai Muhammad, apakah ruh itu?" saat itu Nabi SAW masih bertopang pada pelepah kurmanya” dia berkata,”Aku merasa yakin bahwa saat itu beliau menerima wahyu.

Lalu beliau. membacakan firmanNya: (Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, "Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kalian diberi penge­tahuan melainkan sedikit”(85)) dia berkata bahwa sebagian mereka berkata kepada sebagian lain,"Telah kami katakan kepada kalian, janganlah kalian bertanya kepadanya" Para mufasir berbeda pendapat tentang yang dimaksud dengan ruh dalam ayat ini, berdasarkan beberapa pendapat: Pertama, bahwa yang dimaksud dengan ruh ialah arwah anak cucu nabi Adam. Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas tentang firmanNya: (Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh) dia berkata bahwa ruh di sini adalah malaikat. Firman Allah: (Katakanlah, "Roh itu termasuk urusan Tuhanku") yaitu, perkaranya termasuk sesuatu yang sengaja hanya diketahui olehNya, tidak untuk kalian.

Oleh karena itu Allah berfirman: (dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit) yaitu apa yang Dia perlihatkan kepada kalian berupa pengetahuanNya tidak lain kecuali sedikit saja, karena sesungguhnya tidak ada seorang pun yang menguasai sesuatu pun dari pengetahuanNya melainkan sesuai dengan yang Dia kehendaki.

Maknanya adalah bahwa sesungguhnya pengetahuan kalian amatlah sedikit di­bandingkan dengan pengetahuan Allah. Dan apa yang kalian tanyakan tentang hal itu merupakan suatu perkara yang hanya diketahui oleh­Nya. Dia tidak memperlihatkannya kepada kalian, sebagaimana Dia tidak memperlihatkan kepada kalian dari sebagian pengetahuanNya melainkan hanya sedikit. (dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit)

Sumber: https://tafsirweb.com/4689-surat-al-isra-ayat-85.html

Informasi Tambahan

Juz

15

Halaman

290

Ruku

249

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved