الاسراۤء (Al-Isra')

Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
صَرَّفْنَا
Kami telah mengulang-ulang
لِلنَّاسِ
bagi manusia
فِيْ
di
هٰذَا
dalam ini
الْقُرْاٰنِ
Al-Qur'an
مِنْ
dari
كُلِّ
tiap-tiap
مَثَلٍۖ
perumpamaan
فَاَبٰىٓ
maka/tetapi enggan
اَكْثَرُ
kebanyakan
النَّاسِ
manusia
اِلَّا
kecuali
كُفُوْرًا
ingkar
﴿٨٩﴾
Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur'an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkari(nya).
2118 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Dan sungguh Kami telah menjelaskan dan memvariasikan perumpamaan-perumpamaan dalam al-qur’an yang semestinya dapat dijadikan sumber pelajaran sebagai bentuk hujjah di hadapan mereka, agar mereka mau mengikuti dan mengamalkannya. Namun kebanyakan manusia enggan (bersikap) kecuali untuk menolak kebenaran dan mengingkari hujjah-hujjah Allah dan dalil-dalil kebenaranNya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4693-surat-al-isra-ayat-89.html

Tafsir as-Sa'di

89-93. Allah berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah mengulang-ulang kepada manusia dalam al-Quran ini tiap-tiap macam perumpamaan,” maksudnya Kami telah memvariasikan nasihat-nasihat dan perumpamaan-perumpamaan.Kami mengulang-ulangi maknanya supaya para hamba itu bisa mengambil pelajaran, sehingga mereka akan menjadi ingat dan takut kepada Allah. Akan tetapi, hanya sedikit dari mereka yang ingat. Yaitu orang-orang yang telah Allah tetapkan dengan kebahagiaan dan membantu mereka dengan taufikNya.Adapun kebanyakan manusia, maka mereka enggan berbuat kecuali mengingkari kenikmatan yang sangat besar dari segala besar dari segala sisi. Mereka menampik tanda-tanda kebesaran Allah terhadap beliau dengan usulan ayat-ayat yang mereka buat sendiri yang zhalim lagi bodoh. Mereka berkata kepada Rasulullah yang datang membawa al-Quran yang penuh dengan petunjuk dan ayat-ayatNya, “Kami sekali-kali tidak percaya kepadamu hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami,” yaitu sungai yang mengalir, “atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur,” sehingga kamu tidak perlu berjalan bolak-bail keluar masuk pasar “atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana kamu katakan,” sebagai bagian dari azab “atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan dan dapat dilihat langsung, mempersaksikan kebenaran risalah yang engkau bawa. “Atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas,” yaitu rumah yang berhiaskan emas dan benda mulia lainnya “atau kamu naik ke langit,” dengan cara naik yang bisa disaksikan indera “dan” meskipun demikian “kami sekali-kali tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu turunkan atas kami sebuah Kitab yang kami baca.” Maka ketika penentangan, upaya-upaya pelumpuhan, dan perkataan orang yang paling bodoh dan paling zhalim ini mengandung penolakan terhadap kebenaran, sikap kurang ajar terhadap Allah, dan (pemaksaan) terhadap Rasulullah supaya mendatangkan ayat-ayat, maka Allah memerintahkan beliau supaya menyucikanNya.Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Mahasuci Rabbku’,” dari perkataan kalian (yang rusak) dengan penyucian yang setinggi-tingginya.Mahasuci Allah dari menjadikan hukum-hukum dan ayat-ayatNya mengikuti hawa nafsu mereka yang rusak dan pemikiran mereka yang sesat. “Bukankah aku ini melainkan (hanya) seorang manusia yang menjadi rasul?” yang tidak memiliki kekuasaan sama sekali.

Sumber: https://tafsirweb.com/4693-surat-al-isra-ayat-89.html

Tafsir Al-Wajiz

89. Dan sungguh telah Kami jelaskan kepada manusia dalam Al-Qur’an ini beragam jenis penjelasan untuk menunkan kepada kebenaran dan Kami ulang-ulang makna-maknanya dalam bentuk yang berbeda-beda supaya mereka beriman dan beristiqamah. Kami juga telah datang dengan memberi kabar gembira, peringatan, dan kisah-kisah orang-orang yang hidup pertama agar manusia mendahulukan amal baik dan wapada tehadap kelalaian.Namun kebanyakan manusia dari penduduk Mekah dan lainnya tidak mau, melainkan menyimpang dari kebenaran dan mengingkari bahwa turunnya Al-Qur’an itu dari sisi Allah. Firmannya {min kulli matsal} maksudnya adalah dari tiap-tiap makna, yaitu seperti perumpamaan dalam hal keanehan dan pengaruhnya bagi jiwa

Sumber: https://tafsirweb.com/4693-surat-al-isra-ayat-89.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Ayat 86-89 Allah سبحانه وتعالى menyebutkan nikmat dan karuniaNya yang agung atas hamba dan RasulNya ﷺ yang mulia, dalam Al-Qur'an yang diwahyukan kepada beliau (tidak akan didatangi oleh kebatilan baik dari depan maupun dari belakang (pada masa lalu dan yang akan datang), yang diturunkan dari Tuhan Yang Mahabijaksana, Maha Terpuji (42)) (Surah Fushshilat) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengingatkan tentang kemuliaan Al-Qur'an yang agung ini.Jadi Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa seandainya seluruh manusia dan jin berkumpul, lalu mereka sepakat membuat hal yang serupa dengan kitab yang Dia turunkan kepada RasulNya maka mereka tidak akan mampu, sekalipun mereka saling membantu dan menolong satu sama lain. Karena sesungguhnya ini merupakan sesuatu yang mustahil mereka lakukan, bagaimana bisa kalam makhluk itu serupa dengan kalam Tuhan Yang Maha Pencipta yang tidak ada suatu tandingan, hal yang serupa dan setara denganNya. Firman Allah: (Dan sesungguhnya kami telah mengulang-ulang kepada manu­sia). yaitu Kami menjelaskan kepada mereka hujjah dan bukti-bukti yang pasti dan jelas, dan Kami telah menerangkan kepada mereka kebenaran dengan keterangan terperinci dan jelas.Akan tetapi, meski begitu (sebagian besar manusia tidak menyukai, melainkan menging­karinya) yaitu mereka tetap mengingkari dan menentang kebenaran.

Sumber: https://tafsirweb.com/4693-surat-al-isra-ayat-89.html

Informasi

Surat

الاسراۤء (Al-Isra')

Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

89 dari 111 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 291

Ruku

Ruku 249

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 58 (116/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2118 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-17