Kembali ke Surat Al-Isra'

الاسراۤء (Al-Isra')

Surat ke-17, Ayat ke-96

قُلْ كَفٰى بِاللّٰهِ شَهِيْدًاۢ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْۗ اِنَّهٗ كَانَ بِعِبَادِهٖ خَبِيْرًاۢ بَصِيْرًا

Katakanlah (Muhammad), “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.”

📚 Tafsir Al-Muyassar

Katakanlah kepada mereka, ”cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian atas kejujuranku dan kebenaran kenabianku. Sesungguhnya Dia maha mengetahui semua kondisi hamba-hambaNYa, maha melihat amal perbuatan mereka, dan Dia akan memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan itu. ”

Sumber: https://tafsirweb.com/4700-surat-al-isra-ayat-96.html

📚 Tafsir as-Sa'di

96. “Katakanlah, ‘Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian.’ Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat hamba-hambaNya,” di antara bentuk persaksian Allah atas RasulNya adalah Allah mendukungnya dengan mukjizat, menurunkan ayat-ayat untuknya dan menolongnya dari kaum yang memusuhi dan melawannya. Seandainya beliau (Nabi Muhammad) mengada-adakan sebagian perktaan atas Nama Allah, tentulah Dia akan menyeret tangan kanannya, kemudian Dia putus urat jantungnya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat.

Bagi Allah, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada keadaan para hambaNYa.

Sumber: https://tafsirweb.com/4700-surat-al-isra-ayat-96.html

📚 Tafsir Al-Wajiz

96. Katakanlah juga kepada mereka: “Cukuplah Allah yang menjadi saksi atas kebenaran risalahku. Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Mengetahui kondisi-kondisi hamba-hambaNya dan selalu mengamati seluruh amal mereka baik yang nampak maupun yang tersembunyi”

Sumber: https://tafsirweb.com/4700-surat-al-isra-ayat-96.html

📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah SWT berfirman seraya memberikan peringatan kepada NabiNya SWT hujjah terha­dap kaumnya untuk membuktikan kebenaran apa yang disampaikan kepada mereka, bahwa sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan antara dia beliau dan mereka. dan Maha Mengetahui semua yang beliau sampaikan kepada mereka, seandainya beliau berdusta dalam penyampaian itu, maka Allah akan menghukumnya dengan hukuman yang keras. Sebagaimana Allah SWT berfirman: (Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami (44) niscaya benar-benar Kami pegang dia pada tangan kanannya (45) Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya (46)) (Surah Al-Haqqah) Firman Allah: (Sesungguhnya Dia adalah Maha Mengetahui lagi Maha Meli­hat akan hamba-hamba-Nya) yaitu, Dia Maha Mengetahui siapa di antara mereka yang berhak mendapat nikmat, kebaikan dan petunjuk; dan siapa yang berhak men­dapat kecelakaan, kesesatan, dan keburukan.

Oleh karena itu Allah berfirman:

Sumber: https://tafsirweb.com/4700-surat-al-isra-ayat-96.html

Informasi Tambahan

Juz

15

Halaman

291

Ruku

250

Apabila kamu membaca Al-Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk

Surah An-Nahl: 98

Adab Membaca Al-Quran

1. Suci dari Hadats

Pastikan dalam keadaan suci dari hadats besar dan kecil sebelum memegang dan membaca Al-Quran. Berwudhu terlebih dahulu merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada kitab suci Al-Quran.

2. Niat yang Ikhlas

Membaca Al-Quran dengan niat mencari ridha Allah SWT, bukan untuk pamer atau mencari pujian. Niat yang ikhlas akan membawa keberkahan dalam membaca Al-Quran.

3. Menghadap Kiblat

Diutamakan menghadap kiblat saat membaca Al-Quran sebagai bentuk penghormatan dan mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Posisi duduk yang sopan dan tenang juga dianjurkan.

4. Membaca Ta'awudz

Memulai dengan membaca ta'awudz dan basmalah sebelum membaca Al-Quran. Ta'awudz merupakan permintaan perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.

5. Khusyuk dan Tenang

Membaca dengan tenang dan penuh penghayatan, memahami makna ayat yang dibaca. Tidak tergesa-gesa dan memperhatikan tajwid dengan baik.

6. Menjaga Kebersihan

Membaca Al-Quran di tempat yang bersih dan suci, serta menjaga kebersihan diri dan pakaian. Hindari membaca Al-Quran di tempat yang tidak pantas.

7. Memperindah Suara

Membaca Al-Quran dengan suara yang indah dan tartil, sesuai dengan kemampuan. Tidak perlu memaksakan diri, yang terpenting adalah membaca dengan benar sesuai tajwid.

Masukan & Feedback:info@finlup.id
© 2026 quran.finlup.id - All rights reserved