الاسراۤء (Al-Isra')
Per AyatMushaf
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
اٰتَيْنَا
Kami telah memberikan
مُوْسٰى
Musa
تِسْعَ
sembilan
اٰيٰتٍۢ
ayat-ayat
بَيِّنٰتٍ
yang jelas
فَسْـَٔلْ
maka tanyakanlah
بَنِيْٓ
Bani
اِسْرَاۤءِيْلَ
Israil
اِذْ
tatkala
جَاۤءَهُمْ
dia datang kepada mereka
فَقَالَ
maka berkata
لَهٗ
kepadanya
فِرْعَوْنُ
Fir'aun
اِنِّيْ
sesungguhnya aku
لَاَظُنُّكَ
sungguh aku menyangka kamu
يٰمُوْسٰى
wahai musa
مَسْحُوْرًا
orang yang tersihir
﴿١٠١﴾
Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa sembilan mukjizat yang nyata maka tanyakanlah kepada Bani Israil, ketika Musa datang kepada mereka lalu Fir‘aun berkata kepadanya, “Wahai Musa! Sesungguhnya aku benar-benar menduga engkau terkena sihir.”
2130 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan sesungguhnya Kami telah memberi Musa sembilan mukjizat yang nyata lagi mempersaksikan kebenaran kenabiannya, yaitu tongkat, tangan (yang memancarkan cahaya cemerlang), tahun-tahun kekeringan, minimnya buah-buahan, air bah, belalang, kutu, kodok, dan darah. Maka tanyakanlah (wahai rasul) kepada orang-orang yahudi demi menuntut pengakuan mereka ketika musa mendatangi para nenek moyang mereka dengan membawa mukjizat-mukjizatnya yang nyata, maka fir’aun berkata kepada Musa, ”sesungguhnya aku mengira engkau (wahai musa) seorang tukang sihir, tertipu dan terpedaya akan akalmu di bawah kendalinya, lantaran hal-hal aneh yang engkau bawa.
Sumber: https://tafsirweb.com/4705-surat-al-isra-ayat-101.html
Tafsir as-Sa'di
101. Maksudnya, bukanlah engkau, wahai rasul yang didukung dengan ayat-ayatNya , seorang rasul pertama yang dinyatakan dusta oleh umat manusia. Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelummu Musa bin Imran al-Kalim kepada Firaun dan kaumnya.Kami memberikan kepadanya “Sembilan buah mukjizat yang nyata.” Setiap mukjizat itu sudah cukup memadai bagi orang-orang yang tujuannya adalah mengikkuti kebenaran. Mukjizat itu seperti ular, tongkat, angin topan, belalang, kutu, katak, darah, azab dan terbelahnya lautan. Apabila ada keraguan padamu tentang hal itu “Maka tanyakalanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Firaun berkata kepadanya,” meskipun sudah didatangkan mukjizat-mukjizat ini, “sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa seorang yang kena sihir.”
Sumber: https://tafsirweb.com/4705-surat-al-isra-ayat-101.html
Tafsir Al-Wajiz
101. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata sebagai bukti kebenaran risalahnya. Sebagaimana permintaan pendduk Makkah, namun Fir’aun dan para pengikutnya tetap tidak beriman, padahal mukjizat itu sungguh jelas dan nyata.Adapun sembilan mukjizat itu adalah topan, belalang, kutu, katak, darah, tongkat, tangan yang memancarkan sinar, tahun yang menakjubkan, kekurangan buah-buahan, menghapuskan harta, serta kemurnian atas hati sebagaimana sebelumnya pengganti dari tongkat dan tangan. Maka tanyakanlah kepada Mukmin Bani Israil wahai rasul tentang zamanmu sebagaimana ayat ini. Apakah kaummu tidak mengingkari juga, sehingga kamu jadikan ini sabagai hujjah untuk kaummu.Tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir´aun berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku sangka engkau sedang terkena sihir". Sehingga akalnya disangka gila, sehingga Musa datang kepada mereka dengan keadaan seperti itu, yaitu dengan membawa risalah.
Sumber: https://tafsirweb.com/4705-surat-al-isra-ayat-101.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 101-104 Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia telah mengutus nabi Musa dengan membawa sembilan mukjizat yang jelas. Mukjizat-mukjizat itu adalah bukti yang jelas atas kebenaran kenabiannya dan apa yang dia sampaikan kepada Fir'aun. Mukjizat-mukjizat itu adalah tongkat, tangan, tahun paceklik, terbelahnya laut, banjir, belalang, kutu, katak, dan darah, yang semuanya merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah, tetapi mereka menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa” Yaitu, sekalipun telah menyaksikan mukjizat-mukjizat tersebut, mereka tetap mengingkarinya. (Mereka menolak kebenaran itu dengan cara yang aniaya dan sombong, (Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya) (Surah An-Naml: 14) ternyata mukjizat-mukjizat itu tidak berhasil terhadap mereka.Maka demikian juga seandainya Kami memenuhi permintaan orang-orang yang meminta kepadamu atas hal itu. dan mereka berkata, (“Kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami) (Surah Al-Isra’: 90) maka mereka tidak akan menepatinya dan tidak mau beriman, kecuali jika Allah menghendaki.Sebagaimana yang dikatakan Fir'aun kepada nabi Musa setelah menyaksikan mukjizat-mukjizat ini: (Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir) Dikatakan bahwa maknanya adalah seorang penyihir. Hanya Allah yang lebih mengetahui. Sembilan mukjizat yang telah disebukan oleh para imam ini merupakan hal yang dimaksud ayat ini yang pengertiannya sama dengan firmanNya: (Dan lemparkanlah tongkatmu!” Maka ketika (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti seekor ular yang gesit, larilah dia berbalik ke belakang tanpa menoleh. ”Wahai Musa!Jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku, para rasul tidak perlu takut, (10) kecuali orang yang berlaku zalim yang kemudian mengubah (dirinya) dengan kebaikan setelah kejahatan (bertobat); maka sungguh, Aku Maha Pengampun, Maha Penyayang (11) Dan masukkanlah tanganmu ke leher bajumu, niscaya ia akan keluar menjadi putih (bersinar) tanpa cacat. (Kedua mukjizat ini) termasuk sembilan macam mukjizat (yang akan dikemukakan) kepada Fir‘aun dan kaumnya. Mereka benar-benar orang-orang yang fasik” (12)) (Surah An-Naml) Kedua ayat ini menyebutkan dua mukjizat nabi Musa, yaitu tongkat dan tangannya, sedangkan mukjizat-mukjizat lainnya disebutkan di dalam surah Al-A'raf secara rinci.Oleh karena itu nabi Musa berkata kepada Fir'aun: (Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan Yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata) yaitu, hujjah dan dalil-dalil atas kebenaran dari apa yang aku sampaikan kepadamu (dan sesungguhnya aku mengira kamu, hai Fir’aun, seorang yang akan binasa) yaitu, binasa. Pendapat ini dikatakan oleh Mujahid dan Qatadah. Ibnu Abbas berkata bahwa maknanya adalah terlaknat.Ibnu Abbas dan Adh-Dhahhak juga berkata bahwa kata (matsburan) adalah dikalahkan. dan penggunaan makna “binasa” menurut pendapat Mujahid dan Qatadah itu mencakup semuanya, Firman Allah: (Kemudian (Fir'aun) hendak mengusir mereka (Musa dan para pengikutnya) dari bumi (Mesir)) yaitu mengusir mereka dari sana (Maka kami tenggelamkan dia (Fir'aun) serta orang-orang yang bersama-sama dia seluruhnya (103) dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, "Diamlah di negeri ini") Dalam hal ini terdapat berita gembira bagi nabi Muhammad ﷺ bahwa beliau akan mendapatkan kemenangan atas Makkah, mengingat bahwa surah ini adalah Makkiyyah yang diturunkan sebelum Hijrah; dan memang demikianlah, karena sesungguhnya penduduk Makkah bertekad untuk mengusir Rasulullah ﷺ dari sana, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dan sungguh, mereka hampir membuatmu (Muhammad) gelisah di negeri (Mekah) karena engkau harus keluar dari negeri itu, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak akan tinggal (di sana), melainkan sebentar saja (76) (Yang demikian itu) merupakan ketetapan bagi para rasul Kami yang Kami utus sebelum engkau, dan tidak akan engkau dapati perubahan atas ketetapan Kami (77)) (Surah Al-Isra’).Oleh karena itu Allah menganugerahkan Makkah kepada RasulNya ﷺ sehingga beliau memasukinya secara paksa menurut pendapat yang paling terkenal di antara dua pendapat. Beliau mengalahkan penduduknya, kemudian membebaskan mereka karena kelembutan dan kemurahannya. Sebagaimana Allah menganugerahkan belahan bumi timur dan barat bumi kepada kaum yang tertindas dari kalangan Bani Israil, dan menganugerahkan negeri-negeri yang berada di bawah kekuasaan Fir'aun, beserta harta benda, buah-buahan, dan perbendaharaannya.Sebagaimana Allah berfirman: (demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil (59)) (Surah Asy-Syu'ara) DI sini Allah berfirman: (Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani Israil, "Diamlah di negeri ini. Maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur (dengan musuh kalian) (104)) yaitu kalian semua dan musuh kalian.Ibnu Abbas, Mujahid, Qatadah, dan Adh-Dhahhak berkata bahwa “lafifan” maknanya adalah semuanya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4705-surat-al-isra-ayat-101.html
Informasi
Surat
الاسراۤء (Al-Isra')
Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
101 dari 111 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 292
Ruku
Ruku 251
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 59 (117/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2130 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-17