الاسراۤء (Al-Isra')
Per AyatMushaf
وَقُلِ
dan katakanlah
الْحَمْدُ
segala puji
لِلّٰهِ
bagi Allah
الَّذِيْ
yang
لَمْ
Dia tidak
يَتَّخِذْ
mengambil
وَلَدًا
seorang anak
وَّلَمْ
dan tidak
يَكُنْ
ada
لَّهٗ
bagi-Nya
شَرِيْكٌ
sekutu
فِى
dalam
الْمُلْكِ
kerajaan
وَلَمْ
dan tidak
يَكُنْ
ada
لَّهٗ
bagi-Nya
وَلِيٌّ
penolong/pembantu
مِّنَ
dari
الذُّلِّ
kehinaan
وَكَبِّرْهُ
dan agungkanlah Dia
تَكْبِيْرًا
sebesar-besarnya
ࣖ
﴿١١١﴾
Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya.
2140 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Dan katakanlah (wahai rasul), ”segala puji bagi Allah yang memiliki sifat kesempurnaan dan puji-pujian, yang maha suci dari memiliki anak dan sekutu dalam uluhiyahNya, dan Dia tidak mempunyai pembela dari makhlukNya. Dia mahakaya lagi maha kuat, sedang mereka itu kekurangan lagi membutuhkan kepadaNya. Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sempurna dengan memujiNya dan hanya beribadah kepadaNya, tiada sekutu bagiNya serta mengkhihlaskan seluruh agama (ketaatan) hanya kepadaNYa.
Sumber: https://tafsirweb.com/4715-surat-al-isra-ayat-111.html
Tafsir as-Sa'di
111. “Dan katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah’ ,” yang mempunyai kesempurnaan, pujian, dan kemurahan dalam segala sisi, yang terlepas dari segala cacat dan kekurangan, “Dzat yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaanNya,” bahkan kerajaan semuanya adalah milik Allah Yang Maha Esa dan Perkasa. Semua mahluk yang berada di atas dan di bawah, semua milik Allah. Tidak ada bagian sedikit pun bagi siapa saja dari kerajaan itu “dan Dia tidak memerlukan penolong disebabkan kehinaan,” maksudnya tidak mengangkat salah seorang dari makhlukNYa sebagai waliNya guna mengagungkan diri dan menolonNya.Sesungguhnya Dia Mahakaya dan Mahaterpuji, tidak membutuhkan seorang pun dari makhlukNya, baik yang di bumi maupun yang di langit. Akan tetapi, Allah mengambil wali-wali sebagai kebaikan dan rahmat dariNya untuk para hambaNya, "Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman)" (Al-Baqarah:257). “Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya,” maksudnya besarkan dan agungkanlah Dia dengan memberitakan sifat-sifatNya yang agung, dan dengan memujiNya, dengan Asma’ul Husna, dengan memuji perbuatan-perbuatanNya yang suci, dan mengagungkanNya dengan beribadah kepadaNya semata tanpa sekutu dan mengikhlaskan agama ini semuanya hanya untuk Allah.
Sumber: https://tafsirweb.com/4715-surat-al-isra-ayat-111.html
Tafsir Al-Wajiz
111. Katakanlah wahai Nabi: "Segala syukur dan pujian yang sempurna hanya bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya sebagai bantahan kepada orang musyrik, penyembah berhala yang mengatakan bahwa tuhan itu banyak. Ini sebagai bantahan kepada Nasrani, Yahudi, serta orang musyrik yang menyatakan bahwa malaikat adalah anak perempuan Allah.Dia tidak pula hina sehingga memerlukan penolong, agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya dari peranakan dan persekutuan. Ayat ini turun ketika Yahudi dan Nasrani berkata: “Allah memiliki putera.” Orang Arab berkata: “Aku memenuhi panggilan-Mu, Yang tidak memiliki sekutu kecuali sekutu yang Engkau miliki.” Adapun Shabi’ dan Majusi berkata: Kalau bukan karena sekutu Allah maka pasti hina.”
Sumber: https://tafsirweb.com/4715-surat-al-isra-ayat-111.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 110-111 Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya, "Wahai Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang mengingkari sifat rahmat Allah," yaitu mereka yang tidak mau dengan sebutan Ar-Rahman: (Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai asmaul husna) yaitu tidak ada bedanya antara seruan kalian dengan sebutan Allah atau sebutan Ar-Rahman, karena sesungguhnya Dia mempunyai nama-nama yang terbaik. Sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (22)) (Surah Al-Hasyr) sampai firmanNya: (Dia memiliki nama-nama yang indah. Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana) (Surah Al-Hasyr: 22-24).Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata bahwa ayat ini diturunkan ketika Rasulullah ﷺ sedang bersembunyi di Makkah, (dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan jangan pula merendahkannya) bahwa jika Nabi ﷺ shalat dengan sahabat-sahabatnya, maka beliau mengeraskan bacaan Al-Qur'annya; dan ketika orang-orang musyrik mendengar bacaannya itu, mereka mencaci Al-Qur'an dan mencaci Dzat yang menurunkannya serta malaikat yang menyampaikannya. Lalu Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya ﷺ: (dan janganlah kamu mengeraskan suaramu) yaitu bacaan Al-Qur'anmu, lalu orang-orang musyrik mendengarnya dan mereka mencaci Al-Qur'an. (dan janganlah pula kamu merendahkannya) dari sahabat-sahabatmu, maka mereka tidak dapat mendengarkan Al-Qur'an, sehingga mereka menerimanya dari bacaanmu. (dan carilah jalan tengah di antara kedua itu) Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata tentang firmanNya: (dan carilah jalan tengah di antara kedua itu) dia berkata bahwa Ahli Kitab itu selalu merendahkan bacaan mereka lalu ada dari mereka yang mengeraskan bacaan suatu kalimat, maka orang-orang yang mengikutinya dengan keras di belakangnya. Lalu Allah سبحانه وتعالى melarang Nabi ﷺ mengeraskan suara sebagaimana Ahli kitab mengeraskan suara mereka, dan melarang merendahkannya sebagaimana mereka merendahkan suara.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberi jalan pertengahan di antara keduanya, yang dicontohkan Malaikat Jibril kepada nabi ﷺ dalam shalatnya. Firman Allah: (Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak") Setelah Allah سبحانه وتعالى menetapkan bahwa DzatNya mempunyai nama-nama terbaik, lalu Dia menyucikan DzatNya dari semua kekurangan. Lalu Dia berfirman: (Dan katakanlah, "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya”) bahkan Dialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang bergantung kepadaNya segala sesuatu, tidak beranak dan tidak diperanakkan, serta tidak ada seorangpun yang setara denganNya. (dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan) yaitu Dia tidaklah hina sehingga memerlukan penolong, pembantu atau penasihat, tetapi Dia Maha Tinggi, Pencipta segala sesuatu sendiri, tidak ada sekutu bagiNya, Dzat yang mengatur dan memutuskan sesuai dengan apa yang Dia kehendaki, tidak ada sekutu bagiNya.Mujahid berkata tentang firmanNya: (dan tidak mempunyai penolong (yang menjaga-Nya) dari kehinaan) yaitu, Dia tidak memerlukan pertolongan seorang pun. (dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya) yaitu agungkanlah Dia dengan apa yang dikatakan oleh orang-orang zalim dan melampaui batas dengan pengagungan yang setinggi-tingginya.
Sumber: https://tafsirweb.com/4715-surat-al-isra-ayat-111.html
Informasi
Surat
الاسراۤء (Al-Isra')
Memperjalankan Malam Hari — 111 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
111 dari 111 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 293
Ruku
Ruku 251
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 59 (117/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2140 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-17