الكهف (Al-Kahf)
Per AyatMushaf
اِنَّا
sesungguhnya Kami
جَعَلْنَا
Kami telah menjadikan
مَا
apa
عَلَى
diatas
الْاَرْضِ
bumi
زِيْنَةً
perhiasan
لَّهَا
baginya
لِنَبْلُوَهُمْ
Kami hendak menguji mereka
اَيُّهُمْ
siapa diantara mereka
اَحْسَنُ
lebih baik
عَمَلًا
perbuatan
﴿٧﴾
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.
2147 / 6236
Tafsir
Tafsir Al-Muyassar
Sesungguhnya kami menjadikan apa yang ada di muka bumi berupa makhluk-mahkluk lain sebagai penghias baginya dan kemanfaatan bagi para penghuninya, agar kami dapat menguji mereka, siapakah dari mereka yang terbaik amalannya dengan taat kepada Kami dan siapakah dari mereka yang paling buruk tindakannya dengan berbuat berbagai macam maksiat. Dan kami akan memberi balasan kepada masing-masing mereka dengan balasan yang sesuai.
Sumber: https://tafsirweb.com/4833-surat-al-kahfi-ayat-7.html
Tafsir as-Sa'di
7. Allah mengabarkan bahwa Dia telah menjadikan semua yang ada di muka bumi, baik berupa makanan-makanan yang lezat, aneka minuman, pakaian-pakaian yang bagus, pepohonan, sungai-sungai, sawah-sawah, buah-buahan, panorama yang mengagumkan, kebun-kebun yang memikat, suara-suara yang membangkitkan semangat, rupa-rupa yang manis, emas,perak, kuda, unta, dan lain sebagainya, semuanya Allah ciptakan sebagai perhiasan untuk perkampungan ini (kehidupan dunia) dan sebagai cobaan dan ujian. “Agar Kami menguji siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya,” maksudnya yang paling ikhlas dan paling benar.
Sumber: https://tafsirweb.com/4833-surat-al-kahfi-ayat-7.html
Tafsir Al-Wajiz
7. Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi seperti hewan, tumbuhan, pepohonan dan benda mati sebagai perhiasan baginya. Sebagai ujian Kami bagi mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.Sehingga posisi orang musyrik sebagai ujian dan cobaan
Sumber: https://tafsirweb.com/4833-surat-al-kahfi-ayat-7.html
Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 6-8 Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menghibur RasulNya ﷺ dalam kesedihan beliau dalam menghadapi orang-orang musyrik, karena mereka enggan beriman dan menjauhi dari beliau, sebagaimana Allah سبحانه وتعالى berfirman: (maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka) (Surah Fathir: 8) dan (dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka) (Surah Al-Hijr: 88 serta (Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman (3)) (Surah Asy-Syu'ara) membinasakan yaitu membinasakan dirimu sendiri dengan kesedihanmu atas mereka.Oleh karena itu Allah berfirman: (Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini) yaitu Al-Qur'an. (kecewa) yakni janganlah membinasakan dirimu sendiri karena kecewa.Qatadah berkata bahwa yang dimaksud adalah membunuh dirimu sendiri karena marah dan bersedih hati terhadap mereka. Mujahid berkata bahwa maknanya adalah kecewa. yaitu "Janganlah kamu kecewa terhadap mereka, melainkan sampaikanlah risalah Allah. Barangsiapa yang menjadikannya petunjuk, maka hal itu untuk dirinya sendiri.Dan barangsiapa yang sesat, maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka" Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa Dia telah menjadikan dunia ini sebagai rumah yang fana yang dihiasi dengan perhiasan yang fana. Sesungguhnya Dia menjadikannya sebagai tempat ujian, bukan tempat untuk menetap. Maka Allah berfirman: (Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan untuknya, agar Kami menguji mereka, siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya (7)) Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa dunia itu pasti lenyap, fana, habis, lenyap dan hancur.Maka Allah berfirman: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus (8)) yaitu sesungguhnya sesudah menghiasinya Kami benar-benar akan menjadikan dunia rusak dan hancur, dan Kami akan menjadikan segala sesuatu yang ada di atasnya binasa, rata dan tandus yang tidak dapat menumbuhkan tanaman apapun dan tidak bermanfaat.Mujahid berkata terkait firmanNya: (tanah rata lagi tandus) yaitu tandus Qatadah berkata bahwa ”ash-sha’id” adalah tanah yang tidak ada pohon dan tanaman di atasnya. Ibnu Zaid berkata bahwa ”ash-sha’id” adalah tanah yang tidak ada apapun sama sekali di atasnya. Tidakkah kamu memperhatikan firman Allah سبحانه وتعالى: (Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami menghalau (awan yang mengandung) air ke bumi yang tandus.Lalu Kami tumbuhkan dengan air hujan itu tanam-tanaman yang darinya (dapat) makan binatang-binatang ternak mereka dan mereka sendiri. Maka apakah mereka tidak memperhatikan? (27)) (Surah As-Sajdah) Muhammad bin Ishaq berkata tentang firman Allah: (Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus (8)) yaitu bumi dan apa yang ada di atasnya pasti akan lenyap dan binasa.Dan sesungguhnya temoat kembali adalah kepada Allah. Maka janganlah membuatmu bersedih apa yang kamu dengar dan kamu lihat
Sumber: https://tafsirweb.com/4833-surat-al-kahfi-ayat-7.html
Informasi
Surat
الكهف (Al-Kahf)
Goa — 110 ayat
Tempat Turun
Makkiyah
Ayat ke-
7 dari 110 ayat
Juz
Juz 15
Halaman
Halaman 294
Ruku
Ruku 252
Manzil
Manzil 4
Hizb
Hizb 59 (117/4)
Sajdah
—
Urutan Mushaf
Ayat ke-2147 dari 6.236
No. Surat
Surat ke-18