البقرة (Al-Baqarah)
Surat ke-2, Ayat ke-208
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا ادْخُلُوْا فِى السِّلْمِ كَاۤفَّةً ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ
Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
📚 Tafsir Al-Muyassar
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah sebagai Tuhan dan kepada Muhammad sebagai nabi dan rasul, serta kepada Islam sebagai agama, Masuklah ke Seluruh ajaran syariat Islam dengan mengamalkan seluruh hukumnya, dan jangan kalian tinggalkan barang sedikitpun darinya, dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan setan, berupa maksiat maksiat yang iya mengajak kalian kepadanya. sungguh nya setan itu musuh yang nyata permusuhan nya kepada kalian, maka berhati-hatilah terhadap nya.
Sumber: https://tafsirweb.com/829-surat-al-baqarah-ayat-208.html
📚 Tafsir as-Sa'di
208. Ini merupakan perintah Allah kepada orang-orang yang beriman untuk masuk “ke dalam Islam keseluruhan.” Maksudnya, dalam seluruh syariat syariat agama, mereka tidak meninggalkan sesuatu pun darinya, dan agar mereka tidak seperti orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Apabila hawa nafsunya itu sejalan dengan perkara yang disyariatkan, maka dia kerjakan, namun bila bertentangan dengannya, maka dia tinggalkan.
Yang wajib adalah menundukkan hawa nafsunya kepada agama, dan ia melakukan segala perbuatan baik dengan segala kemampuannya, dan apa yang tidak mampu dia lakukan, maka dia berusaha dan berniat melakukannya dan menjangkaunya dengan niatnya tersebut. Ketika masuk kedalam Islam dengan keseluruhan, maka tidak mungkin dan tidak dapat dibayangkan terjadi, kecuali bertentangan dengan jalan-jalan setan, Allah berfirman, “Dan janganlah kamu menuruti langkah-langkah setan,” maksudnya, dalam perbuatan dengan melakukan kemaksiatan kepada Allah. “Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” musuh yang nyata tidaklah akan mengajak kecuali kepada kejahatan dan kekejian serta segala yang mengandung madharat bagi kalian.
Dan ketika sudah menjadi kepastian bahwa manusia akan melakukan kesalahan dan ketergelinciran, maka Allah berfirman,
Sumber: https://tafsirweb.com/829-surat-al-baqarah-ayat-208.html
📚 Tafsir Al-Wajiz
208. Wahai orang-orang yang beriman, masukalah Islam dengan sepenuhnya bukan setengah-setengah, atau masuklah Islam, kerjakanlah seluruh hukum-hukumnya, janganlah berbuat munafik, waspadailah bisikan setan, dan jangan taati apa yang dia perintahkan kepada kalian, karena sesungguhnya dia itu musuh yang nyata bagi kalian. Ath-Thabari meriwayatkan bahwa ayat ini turun untuk Abdullah bin Salam dan para sahabat Yahudinya, ketika mereka tetap mengagungkan hari sabtu dan membenci unta setelah menerima Islam, Lalu orang-orang muslim mencegah mereka melakukan hal tersebut
Sumber: https://tafsirweb.com/829-surat-al-baqarah-ayat-208.html
📚 Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)
Ayat 208-209 Allah SWT berfirman sembari memberikan perintah kepada para hambaNya yang beriman kepadaNya dan RasulNya agar mereka memegang teguh seluruh ajaran Islam beserta syariat-syariatnya, melaksanakan seluruh perintahNya, dan meninggalkan segala larangannya, semampu mereka. Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Thawus, Adh-Dhahhak, ‘Ikrimah, Qatadah, As-Suddi, dan Ibnu Zaid tentang ayat: (masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan) maknanya adalah masuk Islam. Adh-Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Abu Al-‘Aliyah, dan Ar-Rabi' bin Anas, mengatakan bahwa makna (masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan) artinya adalah ketaatan.
Qatadah juga mengatakan bahwa artinya adalah kedamaian. Terkait firmanNya: “Kaffah” Ibnu Abbas, Mujahid, Abu Al-‘Aliyah, ‘Ikrimah, Ar-Rabi' bin Anas, As-Suddi, Muqatil bin Hayyan, Qatadah, dan Adh-Dhahhak mengatakan bahwa maknanya adalah secara keseluruhan. Mujahid berkata, maknanya adalah beramallah dengan semua amalan kebajikan. ‘Ikrimah berpendapat bahwa ayat ini turun berkaitan dengan beberapa orang Yahudi yang masuk Islam, seperti Abdullah bin Salam, As'ad bin Ubaid, dan Tsa'labah dan orang-orang yang meminta izin kepada Rasulullah SAW untuk tetap menjalankan amalan hari sabtu dan mengamalkan Taurat di malam hari.
Lalu Allah memerintahkan mereka untuk melaksanakan syariat-syariat Islam dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh, serta melepaskan sesuatu selainnya Terkait Abdullah bin Salam dan orang-orang yang disebutkan itu, terdapat pendapat, bahwa dia meminta izin untuk melaksanakan ibadah sabtu saat dia telah beriman dengan penuh kepada Rasulullah. Ayat ini memberitahukan untuk mengganti, menghapus hal itu dan mengubahnya dengan hari raya Islam" Di antara para mufasir ada yang menafsirkan firmanNya: “Kaffah” sebagai keadaan ketika mereka masuk (Islam). Yaitu masuklah kalian semua ke dalam Islam.
Dan pendapat yang benar adalah yang pertama, dimana mereka semua diperintahkan untuk mengamalkan seluruh aspek iman dan syariat Islam, sebanyak mungkin yang mereka mampu. FirmanNya: (dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan) artinya, lakukanlah ketaatan dan hindarilah apa yang diperintahkan setan kepada kalian (Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui (169)) (Surah Al-Baqarah) (karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala) (Surah Fathir: 6) Oleh karena itu Allah berfirman: (Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu) Mutharrif berkata: “Yang menghalangi hamba-hamba Allah untuk menyembahNya adalah setan” FirmanNya: (Tetapi jika kamu menyimpang (dari jalan Allah) sesudah datang kepadamu bukti-bukti kebenaran) artinya, kalian menyimpang dari kebenaran setelah hujjah telah hadir kepada kalian, maka ketahuilah bahwa Allah (Maha Perkasa), dalam hukumannya, yaitu tidak ada yang dapat melarikan diri dari hukumanNya dan tidak ada yang dapat mengalahkanNya. (lagi Maha Bijaksana) dalam hukum-hukumNya, baik dalam membatalkan dan menetapkannya.
Oleh karena itu Abu Al-“Aliyah, Qatadah, dan Ar-Rabi' bin Anas berkata bahwa Dia Maha Perkaasa dalam memberikan hukumanNya dan Maha Bijaksana dalam menetapkan perintahNya. Muhammad bin Ishaq berkata, “Dia Maha Perkasa untuk menolong dari orang yang ingkar kepadaNya jika Dia berkehendak, dan Maha Bijaksana dalam memberikan alasan dan hujjah kepada hamba-hambaNya.
Sumber: https://tafsirweb.com/829-surat-al-baqarah-ayat-208.html
Informasi Tambahan
Juz
2
Halaman
32
Ruku
26