الكهف (Al-Kahf)

Per AyatMushaf
سَيَقُوْلُوْنَ
mereka akan mengatakan
ثَلٰثَةٌ
bertiga/tiga orang
رَّابِعُهُمْ
keempat mereka
كَلْبُهُمْۚ
anjing mereka
وَيَقُوْلُوْنَ
dan mereka mengatakan
خَمْسَةٌ
berlima/lima orang
سَادِسُهُمْ
keenam mereka
كَلْبُهُمْ
anjing mereka
رَجْمًاۢ
terkaan
بِالْغَيْبِۚ
dengan/terhadap yang gaib
وَيَقُوْلُوْنَ
dan mereka mengatakan
سَبْعَةٌ
bertujuh/tujuh orang
وَّثَامِنُهُمْ
dan kedelapan mereka
كَلْبُهُمْ
anjing mereka
ۗقُلْ
katakanlah
رَّبِّيْٓ
Tuhanku
اَعْلَمُ
lebih mengetahui
بِعِدَّتِهِمْ
dengan/tentang bilangan/jumlah mereka
مَّا
tidak ada
يَعْلَمُهُمْ
mengetahui mereka
اِلَّا
kecuali
قَلِيْلٌ
sedikit
ەۗ
فَلَا
maka janganlah
تُمَارِ
kamu bertengkar
فِيْهِمْ
tentang mereka
اِلَّا
kecuali
مِرَاۤءً
pertengkaran
ظَاهِرًا
lahir
ۖوَّلَا
dan jangan
تَسْتَفْتِ
kamu menanyakan
فِيْهِمْ
tentang mereka
مِّنْهُمْ
diantara mereka
اَحَدًا
satu/seorang
ࣖ
﴿٢٢﴾
Nanti (ada orang yang akan) mengatakan, ”(Jumlah mereka) tiga (orang), yang ke empat adalah anjingnya,” dan (yang lain) mengatakan, “(Jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh (orang), yang ke delapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapa pun.
2162 / 6236

Tafsir

Tafsir Al-Muyassar

Sebagain dari orang-orang yang larut dalam pembicaraan tentang urusan para pemuda penghuni gua dari kalangan ahli kitab mengatakan, ”Mereka berjumlah tiga orang yang keempat adalah anjing mereka.” golongan lain mengatakan ”mereka empat orang, dan yang kelima adalah anjing mereka.” ungkapan dua pihak itu hanya omongan dengan dasar praduga belaka, tanpa bukti dalil yang benar. Golongan ketiga menyebutkan ”mereka berjumlah tujuh orang, dan yang kedelapan ialah anjing mereka.” katakanlah (wahai rasul) ”tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka. tidak ada yang mengetahui jumlah mereka, kecuali sedikit saja dari makhluk mereka.” maka janganlah mendebat ahli kitab tentang jumlah mereka(pemuda ashabul kahfi) itu, kecuali perdebatan pada perkara yang jelas saja, tidak sampai mendalam. akan tetapi ceritakanlah kepada mereka sebatas apa yang diberitakan oleh wahyu kepadamu saja. Janganlah kamu menanyakan kepada mereka tentang jumlah dan keadaan mereka, sebab sesungguhnya mereka tidak mengetahuinya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4848-surat-al-kahfi-ayat-22.html

Tafsir as-Sa'di

22. Allah menceritakan tentang perselisihan Ahli KItab mengenai jumlah Ashabul Kahfi. Sebuah perselisihan yang bertolak dari terkaan mereka terhadap perkara ghaib dan omongan mereka yang mengada-ada terhadap peristiwa yang tidak mereka ketahui, dan bahwasanya, mereka terbagi menjadi tiga pendapat: Sebagian mereka mengatakan, “(Jumlah mereka) tiga orang, yang keempat adalah anjingnya.’ Sebagian lain mengatakan, “(Jumlah mereka) lima orang, yang keenam adalah anjingnya.” Dua pendapat ini, Allah sebutkan setelahnya sebagai bentuk terkaan dari mereka tentang perkara ghaib.Maka Allah menunjukkan kebatilan dua pernyataan itu. Di antara mereka ada yang mengatakan, “(Jumlah mereka) tujuh orang, yang kedelapan adalah anjingnya.” Perkataan ini –wallahu a’lam- merupakan pendapat yang benar, karena Allah mengugurkan dua pendapat pertama dan tidak mempermasalahkan perkataan berikutnya. Ini berarti menunjukkan kebenarannya.Perselisihan ini termasuk perbedaan pendapat yang tidak mengandung manfaat apa pun, dan pengetahuan tentang jumlah mereka tidak menghasilkan kemaslahatan bagi manusia, baik secara agama ataupun dunia. Oleh karena itu, Allah berfirman, “Katakanlah, ‘Rabbku lebih mengetahui jumlah mereka, tidak ada orang yang mengetahui bilangan mereka kecuali sedikit’ .” mereka itulah orang-orang yang selaras dengan kebenaran, dan mengetahui kebenaran pendapat mereka. “Karena itu janganlah kamu (Muhammad) berbantah,” berdebat dan beradu argumentasi, “tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja,” yang berdasarkan ilmu dan keyakinan, dan juga mengandung faidah.Adapun perbantahan berdasarkan kebodohan dan terkaan terhadap hal yang ghaib atau yang tidak ada faidahnya; baik pihak lawan sosok yang suka menentang atau permasalahan tersebut tidak penting dan tidak menghasilkan manfaat secara agama dengan mengetahuinya, seperti (mengetahui) jumlah para penghuni gua dan perkara serupa lainnya, maka sesungguhnya banyak diskusi dan pembahasan yang berlarut-larut tentang masalah itu hanya menyia-nyiakan waktu dan menggerogoti kecintaan hati (kepada orang lain) tanpa manfaat. “Dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu),” maksudnya tentang perkara Ashabul Kahfi “kepada seorang pun dari mereka,” yaitu Ahli KItab. Demikian itu karena landasan perkataan tentang para penghuni gua adalah terkaan dan prasangka yang tidak berpengaruh terhadap kebenaran sedikit pun. Di dalamnya, terdapat dalil larangan meminta fatwa kepada orang yang tidak layak untuk berfatwa, baik lantaran kedangkalan ilmunya dalam perkara yang ditanyakan atau karena dia tidak peduli dengan apa yang telah dia ucapkan, tidak memiliki sifat wara’ yang mengekangnya.Jika meminta fatwa kepada orang semacam ini dilarang, maka larangan terhadap dirinya untuk memberikan fatwa lebih ditekankan lagi. Pada ayat ini juga terkandung dalil bahwasanya seseorang tidak boleh dimintai fatwa dalam perkara tertentu tanpa (menutup kesempatan) pada masalah yang lain. Ia boleh diminta berfatwa dalam masalah yang ia kuasai, berbeda dengan masalah lainnya.Karena Allah tidak melarang meminta fatwa kepada mereka secara mutlak. Tetapi, Allah melarang meminta fatwa kepada mereka tentang kisah Ashabul Kahfi dan kejadian yang serupa dengannya.

Sumber: https://tafsirweb.com/4848-surat-al-kahfi-ayat-22.html

Tafsir Al-Wajiz

22. Nanti akan ada orang yang mengatakan tentang kisah dan jumlah mereka. Tiga orang, yang keempat adalah anjingnya.Versi yang lain mengatakan: "Jumlah mereka lima orang yang keenam adalah anjingnya". Sebagai terkaan terhadap perkara yang gaib. Versi lain lagi mengatakan: "Jumlah mereka tujuh orang, yang ke delapan adalah anjingnya".Katakanlah: "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada orang yang mengetahui bilangan mereka kecuali sedikit". Karena itu janganlah kamu wahai Muhammad bertengkar tentang mereka, kecuali pertengkaran lahir saja dan jangan kamu menanyakan tentang pemuda-pemuda Al-kahfi itu kepada seorangpun di antara mereka. Cukup dengan wahyu ini.

Sumber: https://tafsirweb.com/4848-surat-al-kahfi-ayat-22.html

Tafsir Ibnu Katsir (Ringkas)

Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberitahukan tentang perbedaan orang-orang tentang jumlah ashabul kahfi. Ada tiga pendapat, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada pendapat keempat, dan pendapat yang pertama dan kedua lemah, berdasarkan firmanNya: (sebagai terkaan terhadap barang yang gaib) yaitu pendapat tanpa landasan ilmu. Sebagaimana seseorang yang membidikkan anak panahnya ke arah yang tidak dia ketahui, maka itu tidak akan mengenai sasaran, dan jika mengenai sasaran, maka karena kebe­tulan.Kemudian Allah سبحانه وتعالى memberitahukan pendapat ketiga, dan tidak memberi komentar terhadapnya atau mengakuinya dengan firmanNya: (yang kedelapan adalah anjingnya) Hal ini menunjukkan kebenarannya, dan bahwa memang itulah kenyataannya. Firman Allah: (Katakanlah, "Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka) petunjuk bahwa hal yang terbaik dalam mengha­dapi masalah ini adalah mengembalikan pengetahuan tentang itu kepada Allah سبحانه وتعالى, karena kita tidak perlu mendalami hal seperti ini tan­pa pengetahuan. Tetapi jika Allah memberitahukan kepada kita perkara tentang itu, maka kita mengatakannya, jika tidak, maka kita berhenti.Firman Allah: (tidak ada yang mengetahui jumlah (bilangan) mereka kecuali sedikit) yaitu, dari kalangan manusia. Ibnu Abbas berkata bahwa dirinya termasuk golongan orang sedikit itu yang dikecualikan Allah, jumlah mereka adalah tujuh orang. Allah سبحانه وتعالى berfirman: (Karena itu, janganlah kamu (Muhammad) bertengkar tentang hal mereka, kecuali pertengkaran lahir saja) yaitu, dengan ringan dan mudah, ka­rena sesungguhnya mengetahui hal itu dengan pengetahuan yang sebenarnya tidak mengandung banyak manfaat (dan jangan kamu menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada seorang pun di antara mereka) Sesungguhnya pada mereka tidak mempunyai penge­tahuan tentang hal itu kecuali apa yang mereka katakan dari diri mereka sendiri, sebagai dugaan tentang sesuatu yang ghaib, yaitu tanpa bersandarkan kepada pendapat orang yang terpelihara.Dan sungguh telah datang kepadamu wahai Muhammad, kebenaran yang tidak ada keraguan dan kebimbangan padanya. Maka itulah yang kamu dahulukan daripada apa yang dikata­kan oleh kitab-kitab dan pendapat orang-orang

Sumber: https://tafsirweb.com/4848-surat-al-kahfi-ayat-22.html

Informasi

Surat

الكهف (Al-Kahf)

Goa — 110 ayat

Tempat Turun

Makkiyah

Ayat ke-

22 dari 110 ayat

Juz

Juz 15

Halaman

Halaman 296

Ruku

Ruku 254

Manzil

Manzil 4

Hizb

Hizb 59 (118/4)

Sajdah

—

Urutan Mushaf

Ayat ke-2162 dari 6.236

No. Surat

Surat ke-18